Hujan mengguyur wilayah Bandung. (Daddy Mulyanto/TERASBANDUNG.COM)
TERASBANDUNG.COM - Gelombang cuaca ekstrem Jawa Barat kembali menunjukkan dampaknya pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang memicu berbagai kejadian, mulai dari pohon tumbang hingga kerusakan fasilitas umum di wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya.
Fenomena ini bukan tanpa sebab. Berdasarkan kajian Stasiun Klimatologi Jawa Barat, kondisi atmosfer saat itu sangat mendukung pembentukan awan hujan secara masif sejak siang hingga sore hari.
Baca Juga : Jelang Musda Golkar Jabar, Sejumlah Nama Calon Ketua Mulai Mencuat
Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem di Jawa Barat
Analisis meteorologi mengungkap sejumlah pemicu utama. Suhu muka laut yang hangat meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer, memperbesar peluang terbentuknya hujan lebat.
Selain itu, adanya pertemuan dan belokan angin di wilayah Jawa Barat turut mempercepat pertumbuhan awan konvektif. Kondisi ini semakin diperkuat oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby serta tingginya kelembapan udara di lapisan 850–500 mb yang mencapai 50–95 persen.
Pemantauan radar menunjukkan awan hujan mulai berkembang di Bandung sejak pukul 11.41 WIB dengan intensitas tinggi. Di Tasikmalaya, awan konvektif muncul sekitar pukul 12.10 WIB dan meluas hingga sore hari.
Waspada Hujan Lebat dan Potensi Bencana
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini diperkirakan terjadi terutama pada siang hingga malam hari setelah pemanasan udara di pagi hari.
Baca Juga : Wali Kota Bandung Pastikan Stok BBM Aman dan Imbau Warga Tidak Panic Buying
Wilayah rawan longsor dan banjir menjadi perhatian utama. Risiko meningkat jika hujan turun terus-menerus dalam beberapa hari berturut-turut.
Sebagai panduan, awan hujan ekstrem biasanya tampak gelap, menjulang tinggi seperti kembang kol, atau dikenal sebagai cumulonimbus.
Bandung Tingkatkan Mitigasi Hadapi Cuaca Ekstrem
Menghadapi kondisi ini, Pemerintah Kota Bandung memperkuat langkah mitigasi. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin, 30 Maret 2026.
Ia mengungkapkan bahwa selama masa libur Lebaran, Kota Bandung telah dua kali terdampak cuaca ekstrem yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan pohon tumbang.
“Kita akan melakukan mitigasi-mitigasi yang serius untuk menghadapi potensi bencana ke depan,” tegas Farhan.
Koordinasi Darurat hingga Tingkat Kelurahan
Sebagai langkah konkret, Farhan meminta instansi seperti BPBD, Dinas Kebakaran, Satpol PP, serta perangkat daerah lainnya untuk meningkatkan kesiapan dan respons cepat di lapangan.
Peran wilayah hingga tingkat kelurahan juga diperkuat guna mengantisipasi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Baca Juga : Nikita Willy Jelajahi Kuliner Bandung, Naik Angkot hingga Cicipi Bubur Legendaris
Selain itu, Pemkot Bandung akan kembali mengaktifkan program Siskamling Siaga Bencana mulai 6 April 2026, dengan fokus pada wilayah yang belum terjangkau sebelumnya.
“Masih ada sekitar 65 sampai 66 kelurahan yang belum saya kunjungi. Ini akan menjadi prioritas ke depan,” ungkapnya.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sistem penanganan bencana berbasis komunitas.
Di akhir arahannya, Farhan mengajak seluruh ASN untuk memperkuat komitmen dalam membangun Kota Bandung yang tangguh, responsif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.***
Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto