Tantan Sulthon Resmi Daftar Calon Ketua PWI Jabar 2027-2032, Usung Program 1.000 UKW Gratis dan AI untuk Wartawan

Tantan Sulthon Resmi Daftar Calon Ketua PWI Jabar 2027-2032, Usung Program 1.000 UKW Gratis dan AI untuk Wartawan

TERASBANDUNG.COM – Kontestasi menuju kursi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2027–2032 resmi bergulir.

Sekretaris Umum PWI Jawa Barat yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Inilah Koran, Tantan Sulthon Bukhawan, menjadi salah satu kandidat yang menyatakan kesiapannya memimpin organisasi profesi wartawan tersebut.

Tantan menyerahkan berkas pencalonannya di Kantor PWI Jawa Barat, Jalan Wartawan II, Kota Bandung, pada Jumat (31/7/2026). Ia berharap seluruh tahapan pemilihan berjalan secara profesional serta tetap mengedepankan kebersamaan di lingkungan organisasi.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada panitia. Mudah-mudahan panitia dapat melaksanakan proses ini secara objektif," ujar Tantan.

Menurutnya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin PWI Jawa Barat harus mampu menjaga persatuan dan memperkuat soliditas organisasi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia jurnalistik.

Tantan juga mengungkapkan telah membangun komunikasi dengan kandidat lain, Andi, sebagai bentuk komitmen menjaga kekompakan organisasi setelah proses pemilihan selesai.

Konferprov Jadi Momentum Menentukan Masa Depan PWI

Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 di Hotel Horison Ultima Bandung.

Forum tersebut akan memilih Ketua PWI Jawa Barat dan Ketua Dewan Kehormatan untuk masa bakti 2027–2032.

Lebih dari sekadar pergantian kepengurusan, konferensi tahun ini dinilai menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi di tengah perubahan besar industri media.

Transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menurunnya pendapatan media konvensional, maraknya penyebaran informasi palsu, hingga tantangan menjaga independensi pers menjadi isu yang harus dijawab oleh kepemimpinan PWI ke depan.

Di sisi lain, persoalan kesejahteraan wartawan dan perlindungan profesi juga masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan solusi konkret.

Usung Visi "PWI Jabar Istimewa"

Dalam pencalonannya, Tantan mengusung visi "PWI Jabar Istimewa" dengan tagline "Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya Maju dan Sejahtera."

Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menawarkan lima program prioritas, yaitu:

1. Meningkatkan kompetensi wartawan melalui pelatihan multimedia, kecerdasan buatan (AI), produksi video, podcast, media sosial, dan jurnalisme digital.

2. Menyediakan 1.000 kuota Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gratis yang dibarengi program peningkatan kapasitas anggota.

3. Memperluas perlindungan profesi melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan serta skema perlindungan lainnya.

4. Memperkuat kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, sektor swasta, dan komunitas untuk mendukung pengembangan profesi wartawan.

5. Membangun PWI Creative Hub sebagai pusat pelatihan, ruang kolaborasi, inkubator kreativitas, sekaligus rumah bersama bagi insan pers di Jawa Barat.

Implementasi Program Jadi Tantangan

Sejumlah gagasan yang ditawarkan dinilai sejalan dengan kebutuhan organisasi di era digital. Namun, keberhasilan pelaksanaannya akan sangat bergantung pada kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Dewan Pers, pemerintah daerah, lembaga penguji UKW, hingga mitra strategis lainnya.

Program penyediaan 1.000 UKW gratis maupun pembangunan PWI Creative Hub memerlukan dukungan pembiayaan, infrastruktur, tata kelola yang transparan, serta keterlibatan aktif anggota di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

Rekam Jejak di Dunia Jurnalistik

Tantan Sulthon Bukhawan memulai karier jurnalistik pada 2003 di Harian Umum Mitra Dialog yang kini dikenal sebagai Kabar Cirebon di bawah naungan Pikiran Rakyat Group.

Pengalamannya kemudian berlanjut di Harian SINDO pada periode 2006–2011 sebelum bergabung dengan Harian Inilah Koran, hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Pemimpin Redaksi.

Selain aktif di dunia media, lulusan Sarjana dan Magister Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung tersebut juga kerap menjadi narasumber dalam berbagai forum yang membahas komunikasi, media, dan jurnalistik.

Konferprov PWI Jawa Barat tahun ini dipandang sebagai momentum strategis untuk menentukan arah organisasi menghadapi disrupsi industri media.

Ketua terpilih nantinya akan dihadapkan pada tantangan meningkatkan kompetensi anggota, memperkuat perlindungan profesi, menjaga independensi organisasi, sekaligus memastikan PWI Jawa Barat tetap relevan dalam menjawab kebutuhan wartawan di era digital.***

Penulis: Dadi Mulyanto | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini