TERASBANDUNG.COM - Mencuci motor secara rutin memang penting untuk menjaga kendaraan tetap bersih dan terawat. Namun, kebiasaan menggunakan sabun atau deterjen sembarangan justru dapat membuat tampilan motor cepat kusam dan komponen tertentu lebih berisiko mengalami kerusakan.
Tidak sedikit pemilik motor menggunakan sabun cuci piring atau deterjen pakaian karena mudah ditemukan di rumah. Padahal, produk tersebut dirancang untuk kebutuhan yang berbeda dan belum tentu cocok digunakan pada permukaan cat maupun komponen kendaraan.
Jangan Sembarangan Pilih Sabun Cuci Motor
Sabun khusus kendaraan umumnya diformulasikan untuk membersihkan kotoran tanpa memberikan efek yang terlalu keras terhadap permukaan cat dan lapisan pelindung kendaraan.
Sementara itu, beberapa deterjen rumah tangga memiliki kemampuan mengangkat minyak dan kotoran yang lebih agresif. Jika digunakan berulang kali pada kendaraan, penggunaannya berpotensi mengurangi lapisan pelindung atau membuat permukaan cat kehilangan kilapnya.
Karena itu, pemilik motor sebaiknya memilih sampo khusus kendaraan atau motorcycle wash yang memang diperuntukkan bagi permukaan otomotif.
Sabun Cuci Piring Belum Tentu Aman
Sabun cuci piring sering menjadi pilihan karena mampu menghilangkan minyak dengan cepat. Namun, kemampuan tersebut justru bukan alasan untuk menggunakannya secara rutin pada motor.
Produk pencuci piring dirancang untuk menghilangkan lemak dan minyak pada peralatan makan. Ketika digunakan pada kendaraan, sifat pembersihnya dapat ikut menghilangkan minyak atau lapisan pelindung yang terdapat pada permukaan tertentu.
Jika hanya digunakan dalam kondisi darurat, dampaknya tentu berbeda dengan penggunaan berulang. Namun, untuk perawatan rutin, produk khusus kendaraan tetap menjadi pilihan yang lebih tepat.
Perhatikan Cara mencuci Motor
Pemilihan sabun bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Cara mencuci motor juga berpengaruh terhadap kondisi cat.
Sebelum menggosok kendaraan, sebaiknya motor dibilas terlebih dahulu menggunakan air untuk menghilangkan pasir dan kotoran kasar. Langkah ini penting karena kotoran yang masih menempel kemudian digosok menggunakan spons dapat menyebabkan goresan halus pada permukaan cat.
Gunakan spons atau sarung tangan cuci khusus kendaraan yang bersih. Hindari menggunakan kain atau spons yang sebelumnya dipakai untuk membersihkan bagian bawah motor karena berpotensi membawa pasir dan kotoran.
Jangan Mencuci Motor Saat Mesin Panas
Pemilik kendaraan juga disarankan tidak langsung mencuci motor setelah perjalanan jauh ketika mesin dan beberapa komponennya masih panas.
Perubahan suhu secara tiba-tiba ketika permukaan komponen yang panas terkena air dapat menimbulkan masalah pada bagian tertentu. Selain itu, motor yang masih panas membuat proses pencucian menjadi kurang nyaman dan berisiko membuat air lebih cepat mengering sebelum seluruh kotoran terangkat.
Sebaiknya tunggu beberapa saat hingga mesin dan komponen motor cukup dingin sebelum mulai mencuci.
Bilas Sampai Tidak Ada Sisa Sabun
Setelah seluruh bagian motor dibersihkan, pastikan tidak ada sisa sabun yang tertinggal. Sisa bahan pembersih yang mengering di permukaan kendaraan dapat meninggalkan noda dan membuat tampilan motor kurang maksimal.
Gunakan air bersih untuk membilas seluruh bagian motor, kemudian keringkan menggunakan kain microfiber yang bersih.
Pengeringan juga penting untuk mencegah munculnya bercak air, terutama jika air yang digunakan mengandung mineral cukup tinggi.
Motor Bersih, Cat Tetap Terawat
Mencuci motor sebenarnya tidak sulit, tetapi pemilihan produk dan teknik yang tepat tidak boleh diabaikan. Menggunakan sabun khusus kendaraan, membilas kotoran sebelum menggosok, memakai alat yang bersih, serta mengeringkan motor setelah dicuci dapat membantu menjaga tampilan kendaraan.
Jadi, mulai sekarang jangan asal menggunakan sabun saat mencuci motor. Kebiasaan sederhana dalam memilih produk pembersih dapat membantu menjaga cat tetap mengilap dan membuat motor terlihat terawat lebih lama.
Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara