Beraksi di Jantung Eropa, Atlet BASE Jump, Ceppy Bekajaya Siap Cetak Sejarah untuk Tanah Air

Beraksi di Jantung Eropa, Atlet BASE Jump, Ceppy Bekajaya Siap Cetak Sejarah untuk Tanah Air Ceppy Bekajaya berpeluang menjadi orang Indonesia pertama yang melakukan BASE Jump. (Ist)

TERASBANDUNG.COM - Bulan Agustus 2026 akan menjadi bulan yang tak terlupakan bagi atlet BASE Jump Indonesia, Ceppy Bekajaya.

Ya, pria asal Bandung ini akan terbang ke Eropa untuk menjalani salah satu misi paling ekstrem sekaligus berani sepanjang karirnya.

Tiga negara menjadi target petualangannya yakni Prancis, Italia, dan Swiss. Dibalik perjalanan tersebut, ia berambisi besar yaitu menaklukkan Eiger Mushroom, tebing ikonik di Swiss sekaligus membuka lembaran sejarah baru bagi BASE Jump Indonesia.

Jika berhasil, Ceppy Bekajaya berpeluang menjadi orang Indonesia pertama yang melakukan BASE Jump dari Eiger Mushroom dengan ketinggian sekitar 3.000 meter lebih.

Ceppy mengaku akan memulai perjalanan panjangnya dari Bandung pada 10 Agustus 2026 menuju Millau, Prancis Selatan.

Baca Juga : Sekolah Digugat, 900 Siswa Terancam Pindah: Wali Kota Bandung Ambil Sikap Tegas

Selama sepekan, ia akan menjalani agenda latihan sekaligus melakukan sejumlah lompatan sebagai bagian dari persiapan.

Usai dari Prancis, perjalanan berlanjut ke Italia. Monte Brento, tebing dengan ketinggian 1000 meter akan menjadi arena berikutnya sekaligus tahap pematangan sebelum ia menghadapi tantangan terbesar di Swiss.

“Semoga tanggal 27 Agustus sudah masuk Swiss untuk mencari waktu cuaca terbaik melakukan lompatan di Eiger Mushroom,” kata Ceppy Bekajaya saat ditemui di Skygers, Bandung, Jumat (7/8/2026) sore.

Tantangan yang menanti Ceppy di Eropa bukan perkara sederhana. Sepanjang karirnya, lompatan BASE Jump tertinggi yang pernah dilakukannya masih berada di kisaran 200 meter. Dan sekarang bersiap menghadapi medan dengan karakter dan skala yang jauh berbeda.

“Ya, sebelumnya paling tinggi 200 meter, itu saat di Malaysia. Jadi nanti di Eropa jelas menjadi tantangan yang sangat berbeda,” tegas Ceppy.

Walau demikian, Ceppy bukan pendatang baru di dunia olahraga ekstrem tersebut. Ia telah mengantongi 144 lompatan BASE Jump di berbagai lokasi di Tanah Air, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, hingga Malaysia.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi misi Eropa yang penuh risiko.

Namun bagi Ceppy, Eiger Mushroom di Swiss, bukan sekedar soal ketinggian atau adrenalin. Ada target sejarah yang ingin ia kejar.

Baca Juga : Bandara Husein Sastranegara Layani Pesawat Jet Mulai 14 Agustus 2026, Garuda Buka Rute Bandung-Denpasar

“Untuk Eiger Mushroom, insya Allah akan menjadi yang pertama dilakukan oleh orang Indonesia,” tegas Ceppy sambil tersenyum.

Dibalik keberaniannya menantang tebing-tebing raksasa Eropa, Ceppy membawa misi yang lebih besar yakni memperkenalkan BASE Jump Indonesia kepada komunitas dunia.

Terlebih lagi, Indonesia menurutnya memiliki potensi besar untuk olahraga ekstrem tersebut. Di mana banyak atlet BASE Jump mancanegara datang ke Bali untuk melakukan lompatan.

Tetapi belum banyak yang mengetahui bahwa di Indonesia memiliki begitu banyak tebing potensial seperti Bandung, Sumatera, hingga Sulawesi yang bisa diperkenalkan kepada atlet BASE Jump Internasional.

“Jadi harapan saya komunitas BASE Jump dunia tahu kalau di Indonesia punya base jumper. Banyak atlet luar negeri datang ke Bali, tapi belum tahu Bandung, Sumatra, bahkan Sulawesi memiliki tebing yang layak untuk BASE Jump,” imbuhnya.

Karena itu, perjalanannya ke Eropa ini bukan hanya tentang satu lompatan, namun Ceppy ingin membawa nama Indonesia lebih jauh sekaligus menunjukkan bahwa olahraga BASE Jump di Tanah Air memiliki talenta dan potensi untuk berkembang di level internasional.

Lebih lanjut Ceppy menegaskan bahwa petualangannya ke Eropa merupakan perjalanan internasional pertama seorang diri, tidak ada kru khusus yang akan mendampinginya.

“Ini perjalanan terjauh saya dan pertama kali sendirian. Banyak yang harus dipersiapkan, mulai dari mental, administrasi, sampai mengatur perjalanan sendiri. Alhamdulilah semuanya sudah selesai,” ucap Ceppy.

Baca Juga : STKIP Pasundan Juara Regional Bandung, Liga Universitas Coca-Cola Bidik Masa Depan Sepak Bola Kampus

Diakui Ceppy, dunia BASE Jump Indonesia sendiri masih tergolong sangat kecil. Menurutnya, saat ini hanya ada sekitar enam Base Jumper di Indonesia, lima diantaranya masih aktif dan berdomisili di Tanah Air.

Hal itu menjadi alasan Ceppy ingin membawa nama Indonesia lebih jauh dan lompatan di Swiss nanti bisa menjadi tonggak baru bagi BASE Jump Indonesia.

Bagi Ceppy, perjalanan ke Eropa ini bukan sekedar tentang menaklukkan ketinggian, tapi upaya membuktikan bahwa dari Indonesia pun lahir atlet yang berani menantang batas, sekaligus membuka mata dunia bahwa Tanah Air memiliki potensi BASE Jump yang belum banyak diketahui.

“Mohon doanya semoga lancar. Insya Allah pada 1 September saya sudah kembali ke Bandung,” pungkas Ceppy.***

Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini