TERASBANDUNG.COM - Kota Bandung tidak hanya dikenal dengan destinasi wisata dan udaranya yang sejuk, tetapi juga memiliki deretan kuliner yang sudah bertahan selama bertahun-tahun. Salah satunya adalah Warung Lela, atau yang lebih populer dengan sebutan Wale, di kawasan Dago Atas.
Warung Lela menjadi salah satu tempat makan yang dikenal karena menu sederhana, suasana asri, serta lokasinya yang berada di kawasan perbukitan Dago.
Warung Lela berada di Jalan Kupa, Dago Pakar, Kompleks Rancakendal. Lokasinya yang berada di kawasan Dago Atas membuat pengunjung dapat menikmati suasana yang lebih sejuk dan jauh dari hiruk-pikuk pusat Kota Bandung. Tripadvisor juga mencatat tempat ini sebagai restoran klasik di kawasan Dago Pakar yang telah dikenal sejak lama.
Baca Juga : 7 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Diet, Nomor 5 Sering Dianggap Sehat
Berawal dari Mie Baso untuk Teman dan Keluarga
Kisah Warung Lela tidak lepas dari sosok pemiliknya, Ibu Lela. Dalam sebuah tulisan yang mendokumentasikan sejarah Wale, disebutkan bahwa pada awalnya Ibu Lela membuat mie baso untuk teman-teman maupun rekan anaknya yang datang ke rumah.
Dari hidangan rumahan tersebut, Warung Lela kemudian berkembang menjadi tempat makan yang dikenal lebih luas oleh masyarakat Bandung.
Seiring waktu, Wale menjadi salah satu tujuan kuliner bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan sederhana sambil mencari suasana berbeda.
Yamien Manis Jadi Menu Andalan
Salah satu daya tarik utama Warung Lela adalah menu yamien. detikFood menyebut Wale sebagai salah satu tempat yang banyak dikunjungi pencinta yamien di Bandung.
Menu yamien di tempat ini hadir dengan pilihan rasa manis dan asin. Yamien tersebut biasanya disajikan bersama bakso sehingga menjadi kombinasi yang cukup identik dengan Warung Lela.
Selain yamien dan bakso, tersedia pula sejumlah menu lain, termasuk sop buntut yang turut menjadi pilihan bagi pengunjung.
Suasana Dago Atas Jadi Daya Tarik Tersendiri
Bukan hanya makanan yang membuat Warung Lela bertahan sebagai salah satu kuliner yang dikenal lintas generasi.
Suasana tempat makan menjadi bagian penting dari pengalaman pengunjung. detikFood menggambarkan Wale sebagai tempat makan dengan suasana asri dan adem. Bangunannya juga memiliki konsep tradisional dengan rumah bergaya Joglo serta dihiasi tanaman.
Konsep tersebut membuat pengunjung tidak sekadar datang untuk makan, tetapi juga bisa menikmati suasana santai khas kawasan Dago Atas.
Sejumlah ulasan pengunjung di Tripadvisor juga menggambarkan Warung Lela sebagai tempat makan yang nyaman dengan udara sejuk dan pemandangan kawasan perbukitan di sekitarnya.
Kuliner Lama yang Masih Dicari
Warung Lela menjadi salah satu contoh bagaimana tempat makan sederhana dapat bertahan di tengah perkembangan industri kuliner Bandung yang semakin ramai.
Di saat banyak restoran dan kafe baru bermunculan, Wale tetap memiliki daya tarik tersendiri melalui menu yang sudah dikenal sejak lama dan suasana tradisional yang sulit ditemukan di restoran modern.
Tidak heran jika Warung Lela masih disebut sebagai salah satu kuliner legendaris Bandung, khususnya bagi pencinta mie dan bakso yang ingin menikmati makanan di kawasan Dago dengan suasana sejuk.
Bagi wisatawan maupun warga Bandung yang sedang mencari kuliner bernuansa nostalgia, Warung Lela di Dago bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk masuk dalam daftar kunjungan.
Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara