TERASBANDUNG.COM - Video sejumlah pekerja asal Jawa Barat yang mengaku menjadi korban dugaan kekerasan di sebuah proyek pembangunan di kawasan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang pekerja memperlihatkan luka pada bagian punggung dan tubuhnya. Pekerja lainnya juga mengaku mengalami luka pada bagian wajah akibat dugaan pemukulan.
Para pekerja yang disebut berasal dari Majalengka dan Kertajati, Jawa Barat, kemudian meminta bantuan dan perlindungan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kasus tersebut kini telah ditangani kepolisian. Bahkan, perkembangan terbaru menyebut dua orang terduga pelaku telah diamankan, sementara pihak kepolisian masih memburu terduga pelaku lainnya.
Video Pekerja Asal Majalengka Minta Tolong Viral
Dalam video yang beredar, seorang pekerja bernama Carlim (52) terlihat mengalami sejumlah luka dan lebam pada tubuhnya.
Carlim yang disebut sebagai buruh harian asal Majalengka mengaku dirinya bersama kakaknya menjadi korban pemukulan.
Para pekerja tersebut juga menyampaikan bahwa mereka bekerja di kawasan Sekupang, Batam, dan mengalami persoalan terkait pembayaran upah.
Dalam rekaman itu, mereka meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat agar mendapat perlindungan dan dapat kembali ke daerah asal.
Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan mendapat perhatian publik.
Dugaan Kekerasan Bermula dari Persoalan Upah
Berdasarkan informasi kepolisian yang dikutip sejumlah media, peristiwa dugaan kekerasan tersebut terjadi pada 31 Juli 2026.
Korban bersama sejumlah rekannya disebut berencana meninggalkan proyek karena mengaku tidak mendapatkan kejelasan mengenai pembayaran upah selama bekerja.
Dalam perkembangan kasus yang disampaikan polisi, korban kemudian diduga dijemput dan dibawa ke sebuah kantor di kawasan Kavling Flamboyan, Kecamatan Sagulung.
Di lokasi tersebut, korban disebut diinterogasi dan telepon genggamnya diperiksa. Setelah ditemukan informasi mengenai tiket pesawat yang telah dipesan, korban diduga mengalami kekerasan.
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa tersebut serta keterangan dari para pihak.
Korban Mengaku Dipukul hingga Mengalami Luka
Dalam video yang viral, terlihat luka pada bagian punggung dan tubuh korban.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, korban mengaku mengalami pemukulan pada bagian wajah serta tubuh. Ia juga disebut mengalami kekerasan menggunakan benda berupa selang.
Selain dugaan kekerasan fisik, polisi juga tengah mendalami persoalan lain yang dilaporkan korban, termasuk dugaan pengambilan uang kasbon dan persoalan pembayaran upah.
Namun, seluruh keterangan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyidikan dan belum dapat dianggap sebagai fakta hukum final sebelum proses pembuktian selesai.
Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku
Perkembangan terbaru menunjukkan polisi telah mengamankan dua orang terduga pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Ipda Riyanto, membenarkan bahwa terdapat beberapa orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Salah satu laporan menyebut polisi mengamankan dua dari tiga terduga pelaku yang sebelumnya telah teridentifikasi. Sementara itu, informasi lain dari media lokal menyebut penyidik masih mengejar dua orang lainnya.
Karena terdapat perbedaan informasi mengenai jumlah terduga pelaku, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan peran masing-masing orang yang terlibat.
Dua orang yang diamankan disebut masih menjalani pemeriksaan di Polsek Sagulung.
Polisi juga masih mencari pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Polisi Sebelumnya Periksa Sejumlah Saksi
Sebelum perkembangan penangkapan tersebut muncul, polisi telah melakukan penyelidikan terhadap laporan dugaan kekerasan yang dialami para pekerja.
Polsek Sagulung menyebut pemeriksaan sejumlah saksi telah dilakukan untuk mengungkap kronologi serta memastikan dugaan tindak pidana yang terjadi.
Polisi juga mengatakan laporan baru dibuat pada awal Oktober 2026, meski peristiwa yang dilaporkan terjadi pada akhir Juli.
Menurut keterangan polisi, korban mengaku terlambat membuat laporan karena tidak mengetahui prosedur pelaporan ke kepolisian.
Pekerja Ingin Pulang ke Jawa Barat
Selain memperlihatkan kondisi luka, para pekerja dalam video juga menyampaikan keinginan untuk meninggalkan lokasi proyek dan kembali ke Jawa Barat.
Persoalan tersebut membuat kasus ini semakin mendapat perhatian karena menyangkut dugaan kekerasan sekaligus persoalan ketenagakerjaan.
Saat ini kepolisian masih mendalami seluruh laporan dan keterangan korban untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di lokasi proyek.
Masyarakat juga diminta tidak langsung menyimpulkan seluruh informasi yang beredar di media sosial sebelum hasil penyidikan kepolisian diumumkan secara resmi.
Kasus Masih Dalam Proses Penyidikan
Kasus dugaan kekerasan terhadap pekerja asal Jawa Barat di Batam kini memasuki tahap penyidikan.
Dua terduga pelaku telah diamankan, sedangkan polisi masih melakukan pencarian dan pendalaman terhadap pihak lain yang diduga terlibat.
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk menentukan konstruksi perkara serta pertanggungjawaban hukum masing-masing pihak.
Dengan demikian, dugaan kekerasan terhadap pekerja asal Majalengka di proyek Sekupang Batam masih belum sepenuhnya terungkap. Perkembangan penyidikan kepolisian akan menjadi penentu untuk mengetahui kronologi sebenarnya, motif, serta siapa saja yang nantinya dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.
Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara