Pemkot Bandung menggandeng Baznas untuk memperkenalkan zakat, infak, dan sedekah kepada pelajar melalui program Baznas Goes to School. (Istimewa)
TERASBANDUNG.COM – Pemerintah Kota Bandung menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung untuk memperkenalkan zakat, infak, dan sedekah kepada pelajar melalui program Baznas Goes to School.
Selain membangun kebiasaan berbagi, program ini diarahkan untuk mendeteksi siswa yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan program tersebut dalam kegiatan Gebyar Pengumpulan dan Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Baznas Kota Bandung 2026 di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung, Jalan Kadipaten Raya, Senin, 19 Oktober 2026. Acara tersebut sekaligus menjadi momentum pengukuhan Duta Zakat Pelajar.
Farhan menjelaskan, program Baznas Goes to School dirancang tidak sekadar untuk meningkatkan penghimpunan zakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pendidikan bagi siswa agar memahami pentingnya berbagi dan memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
“Di dalamnya ada pendidikan bagi para siswa untuk terbiasa dengan konsep zakat, infak, sedekah, sekaligus melakukan identifikasi bagi anak-anak sekolah yang memerlukan bantuan RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan),” ujar Farhan.
Pelaksanaan awal program menyasar 75 SMP negeri dan 299 SD negeri di Kota Bandung. Pemerintah kota berharap cakupan kegiatan tersebut nantinya dapat diperluas hingga ke sekolah swasta.
Untuk mendukung pelaksanaannya, setiap sekolah didorong membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Baznas juga akan terlibat dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai zakat, infak, dan sedekah melalui kegiatan literasi di lingkungan sekolah.
Farhan menilai, pendidikan tentang zakat sejak usia dini dapat membentuk karakter generasi muda yang terbiasa menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama. Pada saat bersamaan, keberadaan program tersebut diharapkan memudahkan pemerintah mengenali siswa yang berisiko tidak dapat meneruskan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
“Program zakat masuk ke sekolah tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan pendidikan awal kepada anak-anak kita untuk menyisihkan uang jajan bagi zakat, infak, dan sedekah,” katanya.
Ketua Baznas Kota Bandung Momon Ahmad Imron menuturkan, pelaksanaan Baznas Goes to School dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kota Bandung. Sasaran edukasinya tidak terbatas pada siswa, tetapi juga mencakup guru, tenaga kependidikan, dan orang tua.
Menurut Momon, penguatan pemahaman tentang zakat perlu diikuti dengan pembentukan UPZ di sekolah. Dengan begitu, penghimpunan dan pengelolaan dana zakat dapat berjalan lebih terorganisasi sekaligus memperluas jangkauan penerima manfaat.
Momon pun mengapresiasi dukungan Pemkot Bandung terhadap program tersebut. Salah satu bentuk dukungan itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Bandung Nomor 154 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Baznas Goes to School di lingkungan satuan pendidikan Kota Bandung. ***
Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Ginanjar