25 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Longsor, BPBD Keluarkan Peringatan Dini

25 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Longsor, BPBD Keluarkan Peringatan Dini Sebanyak 25 kecamatan di Kabupaten Bandung berpotensi mengalami gerakan tanah. (Ist)

TERASBANDUNG.COM - Warga Kabupaten Bandung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tanah longsor dan gerakan tanah.

Berdasarkan peta prakiraan November 2026 yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terdapat 25 kecamatan di Kabupaten Bandung yang masuk kategori potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyebarkan surat peringatan dini kepada wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak.

Surat tersebut juga disampaikan kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD), disertai peta prakiraan potensi gerakan tanah di Jawa Barat untuk November 2026.

Baca Juga : Ardelia Calluella Wakili Bandung Jadi Duta Batik Jabar 2026

Kepala PVMBG, Siti Sumilah Rita Susilawati, menjelaskan bahwa peta tersebut dapat menjadi acuan bagi pemangku kebijakan untuk menyusun langkah mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Pemetaan potensi bencana diperbarui setiap bulan karena dipengaruhi oleh prakiraan curah hujan.

"Peta prakiraan potensi terjadi gerakan tanah itu merupakan hasil overlay atau tumpang susun antara peta zona kerentanan gera­kan tanah dari Badan Geo­logi dengan peta prakiraan ­curah hujan bulanan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Selain itu, di­leng­kapi dengan tabel wilayah potensi terjadi gerakan ta­nah," ucap Siti Sumilah Rita Susilawati melalui keterang­an tertulis, Jumat 23 Oktober 2026.

Mengacu pada peta tersebut, 25 kecamatan yang masuk kategori menengah hingga tinggi meliputi Arjasari, Baleendah, Banjaran, Cangkuang, Cicalengka, Cikancung, Cilengkrang, Cileunyi, Cimaung, Cimenyan, Ciparay, Ciwidey, Ibun, Kertasari, Kutawaringin, Majalaya, Margaasih, Nagreg, Pacet, Pemeungpeuk, Pangalengan, Paseh, Pasirjambu, Rancabali, dan Soreang.

Ancaman di sejumlah kawasan tersebut tidak hanya berupa gerakan tanah. Sebelas wilayah, yakni Arjasari, Banjaran, Cangkuang, Cimaung, Cimenyan, Ibun, Kertasari, Majalaya, Pasirjambu, Rancabali, dan Soreang, juga disebut memiliki potensi banjir bandang maupun aliran bahan rombakan.

Baca Juga : Bangunan Liar di Trotoar dan Drainase Dibongkar, Ini Total Penertiban di Bandung Sepanjang 2026

PVMBG mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama ketika hujan deras turun atau berlangsung dalam waktu lama.

Warga yang tinggal di kawasan perbukitan, lereng curam, dan kaki gunung perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah.

Upaya pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari pemotongan lereng yang terlalu tegak serta tidak beraktivitas di bawah atau pada lereng curam yang berpotensi mengalami longsor.

Masyarakat diminta mengenali tanda-tanda awal bencana agar dapat mengambil tindakan sebelum kondisi memburuk.

"Bentuk kesiapsiagaan lainnya, mewaspadai tanda-tanda awal terjadi gerakan tanah, di antaranya, mun­culnya mata air baru atau mata air menjadi keruh secara tiba-tiba, pembendung­an alami sungai karena longsoran, munculnya retakan pada tanah tiang listrik atau pohon miring ke arah lereng. Apabila melihat tanda tanda gerakan tanah tersebut, se­gera berkoordinasi dengan instansi terkait," ucap dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, mengatakan pihaknya secara rutin menerbitkan imbauan dan peringatan dini setiap bulan.

Informasi tersebut disebarkan kepada wilayah terkait dengan melampirkan peta prakiraan potensi gerakan tanah sebagai bahan kewaspadaan.

Diki mengingatkan warga yang tinggal di dekat tebing, perbukitan, lereng, kaki gunung, maupun bantaran sungai agar meningkatkan kesiapsiagaan ketika hujan lebat berlangsung lama.

Ia menegaskan bahwa peran BPBD dalam pencegahan pada tahap ini mencakup penyampaian imbauan dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat.

"Dalam hal pencegahan, sesuai kewenangan BPBD, hanya menyerukan imbauan kewaspadaan dan memba­ngun kesiapsiagaan," ucap dia.

Baca Juga : Kuliner Viral Bandung Hadir di Blok M Jakarta, Ada Batagor Kahuripan hingga Kartika Sari

Sejumlah desa turut menjadi perhatian karena memiliki kerawanan terhadap longsor maupun banjir bandang. Lokasi yang disebutkan antara lain Desa Panenjoan di Kecamatan Cicalengka, Nanjungmekar di Kecamatan Rancaekek, Cikalong di Kecamatan Cimaung, Pasirmulya di Kecamatan Banjaran, serta Buninagara di Kecamatan Kutawaringin.

Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, juga menjadi salah satu titik prioritas sosialisasi. Masyarakat di wilayah tersebut diharapkan terus memantau kondisi lingkungan dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.***

Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Dadi Mulyanto

Memuat Terkini...