RAGAM NUSANTARA - Barcelona dan Real Madrid Kamis dini hari nanti, 13 Januari 2022, waktu Indonesia akan bentrok di laga semifinal Supercopa de Espana 2022 atau Piala Super Spanyol.

Duel el clasico kali ini digelar di King Fahd International Stadium, kota Riyadh, Arab Saudi. Kick-off pertandingan rencananya dilaksanakan pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis dini hari pukul 02.00 WIB.

Barcelona dan Real Madrid bertemu di semifinal Piala Super Spanyol 2022, di mana Blaugrana hadir sebagai juara Copa Del Rey 2021 dan Los Blancos sebagai runner up LaLiga musim 2020-2021.

Pertandingan semifinal lainnya di Piala Super Spanyol 2022 mempertemukan juara LaLiga musim 2020-2021, Atletico Madrid menghadapi Athletic Bilbao yang merupakan runner up Copa Del Rey 2021.

Laga el clasico selalu menarik dinanti cerita sebelum, saat dan sesudah permainan. Rivalitas dibalut sejarah politik masa lalu menjadi duel klasik Barcelona vs Real Madrid selalu panas.

Pengalaman itu dirasakan oleh kiper legandaris Polandia, Jerzy Dudek yang sempat membela Real Madrid. Pengalaman Dudek tentunya akan 'berpihak' pada mantan klubnya tersebut.

Terlepas dari benar atau tidaknya, tapi pahlawan Liverpool di final Liga Champions Eropa 2005 itu, memiliki pengalaman yang mungkin akan membuat publik terkejut soal Lionel Messi dan Barcelona.

Messi yang saat ini membela Paris Saint Germain (PSG), masih lekat dengan Barcelona. Meski sudah tidak berseragam Blaugrana tetapi Messi lebih identik dengan Barcelona ketimbang PSG.

Messi adalah legenda hidup dan nyata Camp Nou, dicintai oleh jutaan penggemar Barcelona sejak dia masih remaja hingga saat ini.

Citra Messi di lapangan adalah hebat dengan skill mumpuni dan kemampuan mencetak gol yang tiada duanya, attitude-nya juga bagus, digambarkan sebagai bintang yang santun.

Tetapi bagi Dudek sosok Messi yang dicitrakan pendiam dan anak baik tidak berlaku. Dudek mengaku, Messi tidak sesopan yang dianggap banyak orang.

Dikutip dari Marca, Dudek lewat buku autobiografinya mengungkap sosok Messi yang dinilainya sebagai sosok yang menipu banyak orang karena baginya, dia merupakan sosol yang kasar, licik dan provokatif.

"Dia (Messi) sebenarnya adalah penipu dan provakatif. Sama seperti Barcelona dan Pep Guardiola," tulis Dudek yang membela Real Madrid dari 2007 hingga 2011.

"Mereka (Barcelona), selalu siap memprovokasi dan mereka bisa melakukannya dengan sempurna. Itu cukup melukai Jose Mourinho (pelatih Madrid kala itu) dan semua anggota tim."

"Saya pernah melihat Messi mengucapkan kata-kata kasar kepada Pepe dan Ramos, yang tidak akan pernah Anda bayangkan dari orang yang (dianggap) pendiam dan terlihat baik," ujar Dudek.***