TERASBANDUNG.COM - Gaung duel klasik Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada lanjutan Super League, Minggu 11 Januari 2026, tidak hanya terasa di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Atmosfer panas laga penuh gengsi ini menjalar hingga ke lingkungan warga di berbagai penjuru Kota Bandung.

Untuk meredam euforia sekaligus menyalurkan antusiasme bobotoh secara aman, Pemerintah Kota Bandung memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) serentak di 30 kecamatan.

Kebijakan ini dirancang sebagai ruang alternatif bagi pendukung Persib yang tidak dapat menyaksikan langsung pertandingan di stadion.

Persiapan Kilat, Antusiasme Warga Tinggi

Di Kecamatan Cibeunying Kidul, geliat persiapan nobar sudah terlihat sejak sehari sebelum pertandingan. Meski informasi diterima secara mendadak, jajaran kewilayahan bergerak cepat menyiapkan sarana pendukung.

“Persiapannya memang singkat, baru disiapkan semalam karena informasinya juga mendadak dari media sosial. Tapi alhamdulillah sekarang sudah siap, tinggal menunggu warga datang,” ujar operator komputer kecamatan, Kiki.

Antusiasme bobotoh tampak dari berbagai pertanyaan yang bermunculan di media sosial, mulai dari jadwal pelaksanaan hingga waktu berkumpul. Panitia pun mengimbau warga untuk hadir lebih awal demi menjaga ketertiban.

“Untuk warga yang tidak punya tiket, jangan memaksakan ke stadion. Lebih baik nobar di wilayah masing-masing saja, lebih aman dan kondusif,” tegasnya.

Sebagai bobotoh, Kiki mengaku memahami keinginan menyaksikan langsung laga di stadion. Namun ia juga menyoroti persoalan klasik yang kerap dikeluhkan suporter.

“Kalau bisa ke depan tiketnya lebih dipermudah, akses ke stadion juga diperbaiki. Soal calo ini sudah gila, ada yang sampai Rp2,5 juta per tiket,” keluhnya.

Nobar Jadi Solusi Aman di Tingkat Kelurahan

Suasana serupa juga terasa di Kelurahan Braga. Operator komputer kelurahan, Andri, menyebut sosialisasi nobar dilakukan sejak sehari sebelumnya melalui berbagai kanal komunikasi.

“Sejak kemarin kita sudah sebar informasi. Alhamdulillah persiapan lancar dan warga siap mendukung Persib,” kata Andri.

Respons warga disebut sangat positif. Bahkan, sejumlah RW memilih menggelar nobar mandiri di lingkungan masing-masing.

“Di RW 6 Jalan Kejaksaan juga ada nobar. Jadi warga bisa nonton dekat rumah, tidak harus ke stadion,” ujarnya.

Menurut Andri, kebijakan nobar serentak merupakan langkah tepat, mengingat laga Persib kontra Persija selalu menyedot perhatian dan emosi publik.

“Ini pertandingan krusial, laga klasik. Nobar ini jadi wadah menyalurkan animo bobotoh dengan cara yang lebih aman dan tertib,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar dukungan tetap dibingkai dengan kedewasaan.

“Dukung Persib dengan tertib. Jangan berlebihan dulu. Kita belum juara. Kalau sudah juara, baru silakan euforia,” katanya sambil tersenyum.

Melalui nobar serentak ini, Pemkot Bandung berharap dukungan terhadap Persib dapat terus berjalan seiring dengan komitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersamaan warga kota.***