Penampilan Burgerkill dalam Supermusic United Day 9, yang digelar di Tritan Point Bandung, Minggu (8/2/2026).
TERASBANDUNG.COM - Nama Bandung kembali menguat sebagai kota yang identik dengan kreativitas dan pergerakan musik nasional.
Kota yang selama puluhan tahun melahirkan band dan komunitas musik berpengaruh ini sekali lagi membuktikan reputasinya lewat suksesnya Supermusic United Day 9, yang digelar di Tritan Point Bandung, Minggu (8/2/2026).
Festival musik tahunan ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, melainkan menjadi ruang temu lintas genre, lintas komunitas, dan lintas generasi.
Dengan mengusung tema “Unsplit & Equal”, Supermusic United Day 9 menegaskan bahwa musik dapat menjadi bahasa bersama tanpa memandang perbedaan aliran, popularitas, maupun latar belakang musisinya.
Sejak siang hingga malam hari, area Tritan Point dipenuhi lautan manusia. Ribuan penonton datang silih berganti, menciptakan atmosfer euforia yang terasa merata di seluruh area festival.
Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa Supermusic United Day telah menjelma sebagai salah satu festival musik paling dinanti di Bandung dan Jawa Barat.
Lima Panggung, Satu Identitas Besar
Konsep panggung menjadi salah satu kekuatan utama Supermusic United Day 9 Bandung. Tahun ini, penyelenggara menghadirkan lima panggung aktif yang terdiri dari tiga panggung outdoor dan dua panggung indoor.
Setiap panggung diisi secara bergantian oleh musisi nasional dan lokal, membuat suara musik nyaris tak pernah berhenti sepanjang acara.
Deretan nama besar seperti Slank, Burgerkill, The Sigit, FSTVLST, The Adams, hingga Rebellion Rose tampil berdampingan dengan band-band potensial dari berbagai daerah di Indonesia.
Komposisi ini menunjukkan upaya United Day dalam menciptakan ekosistem yang setara, di mana setiap musisi mendapatkan ruang yang sama untuk berekspresi.
Pemandangan menarik terlihat di antara jadwal penampilan. Penonton yang akrab disapa Superfriends rela berpindah dari satu panggung ke panggung lainnya demi menyaksikan band favorit mereka.
Sebagian besar datang berkelompok, sehingga pergerakan massa justru menjadi bagian dari pengalaman festival yang unik dan hidup.
15 Tahun Kolaborasi, Fondasi yang Kuat
Perwakilan Supermusic Regional Bandung, Tries Pondang, menyebut Supermusic United Day 9 sebagai hasil nyata dari perjalanan panjang kolaborasi Supermusic bersama Hellprint yang telah terjalin selama 15 tahun.
“Jadi selama 15 tahun ini, Supermusic dan Hellprint sudah berjalan bersama sebagai mitra yang sangat solid. Bagi Supermusic, perjalanan 15 tahun ini adalah sebuah kebanggaan, karena bisa berkolaborasi dalam waktu yang panjang dan konsisten.”
Menurut Tries, kerja sama tersebut tidak hanya terwujud melalui United Day, tetapi juga lewat berbagai program lain seperti Supermusic Monster of Noice, Supermusic Kecil Tapi Party, serta Supermusic NGEGIGS.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga dan menumbuhkan ekosistem musik, khususnya di Bandung dan Jawa Barat.
Ia juga menilai Hellprint selalu mampu menghadirkan terobosan baru di setiap edisi United Day.
“Mereka selalu punya ide, konsep, dan terobosan baru. Itu yang terus kami dorong dan tantang agar United Day selalu berkembang.” ujarnya.
Penonton Membludak, Status Ikonik Kian Kuat
Antrean panjang di pintu masuk, proses body checking yang padat, serta area festival yang dipenuhi penonton menjadi gambaran betapa besarnya animo masyarakat.
Tries menyebut kondisi tersebut sebagai penanda bahwa Supermusic United Day telah menjelma menjadi event ikonik, khususnya di Kota Bandung.
“Menariknya, penonton tidak hanya datang dari Jawa Barat, tetapi juga dari luar daerah, seperti Jawa Tengah. Mereka melihat United Day sebagai festival musik yang punya karakter tersendiri, terutama identitas musik rock yang kuat dan selalu mereka nantikan.”
Ia menambahkan, daya tarik United Day terbangun dari rasa aman dan nyaman yang konsisten diberikan kepada penonton sejak edisi pertama.
Pengalaman positif inilah yang membuat mereka kembali dan menunggu gelaran berikutnya.
“Selain itu, selalu ada unsur kebaruan dari hasil kolaborasi Supermusic dan Hellprint. Ada sesuatu yang ‘wah’ dan berbeda setiap tahunnya, dan itu yang dicari penonton.”
Slank Jadi Magnet, Laser Jadi Sorotan
Dari sisi promotor, Dany Kajul mengaku tak menyangka antusiasme penonton Supermusic United Day 9 melampaui target awal.
“Jujur saja, saya kaget. Karena dari awal target kami sebenarnya tidak sebanyak ini… jumlah penonton sudah di kisaran 17.000 orang dan masih terus bertambah.”
Kehadiran Slank menjadi salah satu magnet utama festival ini. Pemilihan Slank didasarkan pada tingginya permintaan penggemar, termasuk melalui pesan langsung di media sosial, serta fakta bahwa band legendaris ini masih memiliki basis penonton muda yang kuat.
Selain Slank, Burgerkill tampil dengan vokalis barunya dan berkolaborasi bersama Anime String Orchestra Bandung, menghadirkan suguhan yang jarang ditemui di festival musik.
Penyelenggara juga menghadirkan band baru hingga band era 90-an untuk menjawab kerinduan penonton lintas generasi.
Tak hanya dari sisi lineup, United Day 9 tampil berbeda lewat pemanfaatan teknologi laser.
Sekitar 120 unit laser ditembakkan sejak waktu Magrib hingga malam hari, menciptakan visual megah yang memperkuat aksi panggung—sebuah terobosan yang belum pernah digunakan di festival musik Bandung sebelumnya.
Semua Genre Punya Tempat
Sebagai band tier, Bimbim Slank mengaku senang bisa tampil di Supermusic United Day 9, meski sempat kebingungan menentukan lagu yang akan dibawakan.
“Happy ya, tiap tahun denger ada acara metal ini. Cuma agak, gua mau bawain lagu apa ya. Sampai bawain lagu ‘Anjing’ yang gak pernah dibawain sebelumnya. Thank you udah undang kesini.”
Sementara itu, The Sigit kembali merasakan sambutan hangat dari penonton yang mayoritas penikmat musik keras. Vokalis The Sigit, Rekti, mengenang awal keterlibatan bandnya bersama Hellprint dan United Day.
“Bagi kami sih festival musik Hellprint yang memang dimulai dari apa ya, Skena Underground Bandung yang mungkin notabene-nya awalnya dikenal musik keras gitu ya.”
“Ketika kami mulai diajak oleh Hellprint dan United Days, kami merasa dirangkul… jadi sangat senang.”
Penampilan The Sigit kali ini terasa semakin spesial karena menjadi momen perkenalan anggota baru mereka sekaligus membawakan aransemen lagu yang belum pernah dimainkan di panggung Hellprint.
“Mungkin salah satu yang spesial sih kita ada anggota baru ada Absar, ada Agan ada Rafael. Kemudian beberapa lagu yang aransemennya diubah gitu yang memang belum pernah dibawain di Hellprint.” tuntasnya.***