TERASBANDUNG.COM - Lonjakan arus balik Lebaran di jalur Nagreg mulai terlihat dan diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir masa libur bersama.

Jalur ini menjadi titik utama pergerakan kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Bandung.

Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mencatat peningkatan volume kendaraan sudah terjadi sejak pagi hari. Kepadatan ini diprediksi tidak hanya terjadi sekali, tetapi dalam dua gelombang.

Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menyebutkan puncak awal terjadi bertepatan dengan hari terakhir cuti bersama.

“Puncak pertama diperkirakan terjadi hari ini, bertepatan dengan hari terakhir libur sebelum masuk kerja,” ujarnya seperti dikutip dari Idntimes.

Selain itu, lonjakan kedua diperkirakan muncul pada akhir pekan mendatang, seiring masih adanya masyarakat yang memilih kembali lebih fleksibel.

“Hal ini karena masih ada masyarakat yang tidak terikat jadwal kerja dan memilih untuk mudik pada akhir pekan nanti,” katanya.

Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Mengantisipasi kepadatan, Polda Jawa Barat menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa one way terbatas di jalur selatan.

Direktur Binmas Polda Jabar, Wadi Sa’bani, menjelaskan sistem ini akan diterapkan secara situasional di titik rawan kemacetan.

“Kita lakukan one way sepenggal ketika terjadi perlambatan agar arus kendaraan tetap mengalir,” ujarnya.

Pengaturan ini juga mencakup penarikan arus kendaraan jika antrean memanjang hingga wilayah Gentong atau mengarah ke Limbangan dan Malangbong.

"Kita menarik ruas atau menarik kendaraan atau antrian kendaraan yang mengular atau misalnya memanjang ke arah Tasikmalaya," katanya.

Antisipasi Dampak Kepadatan

Sementara itu, Rudi Setiawan mengingatkan agar penerapan rekayasa lalu lintas dilakukan secara seimbang agar tidak menimbulkan antrean panjang di satu titik.

“Kita harus memperhatikan masyarakat yang sudah menunggu lama akibat one way, sehingga perlu adanya keseimbangan dalam pengaturan arus lalu lintas,” ungkapnya.

Polisi juga menyiapkan kantong parkir di sejumlah titik sebagai langkah antisipasi saat rekayasa lalu lintas diberlakukan.

Imbauan untuk Pemudik

Masyarakat diimbau untuk mengatur jadwal perjalanan guna menghindari puncak kepadatan. Pemanfaatan kebijakan kerja fleksibel pada 26–28 Maret 2026 menjadi salah satu alternatif.

"Warga dapat memilih kembali pada tanggal 26 atau 27 agar perjalanan lebih lancar dan nyaman,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan arus balik di jalur selatan Jawa Barat dapat berjalan lebih lancar, aman, dan terkendali.***