TERASBANDUNG.COM - Partai Golkar Jawa Barat segera menggelar hajat besar. Rencananya, awal April 2026, partai berlambang pohon beringin ini akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda).
Seperti halnya dinamika di partai politik lain, menjelang gelaran suksesi, sejumlah nama kerap disebut-sebut bakal memperebutkan posisi ketua.
Dari beberapa nama yang mencuat, dua nama diperkirakan bakal terus menguat hingga Musda digelar digadang-gadang bakal menjadi calon Ketua Golkar Jabar ke depannya. Dua figur tersebut, adalah Daniel Mutaqien Syafiuddin dan Ahmad Hidayat.
Daniel Mutaqien Syafiuddin merupakan anggota DPR RI, dan Ahmad Hidayat adalah anggota DPRD Jawa Barat yang juga menjabat Ketua AMPI Jawa Barat.
Kedua belah pihak diyakinin terus menggalang dukungan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota. Pertarungan diprediksi bakal berjalan ketat.
Kedua kandidat memiliki latar belakang dan basis kekuatan yang berbeda. Hal inipun menambah daya tarik siapakah sosok yang akan meneruskan estafet kepemimpinan Golkar di Jawa Barat.
Ahmad Hidayat merupakan Kader Internal dengan basis struktural. Ahmad dikenal sebagai kader yang tumbuh dari struktur partai di daerah. Selain aktif di DPRD Jawa Barat, dia juga memegang peran penting dalam organisasi sayap partai.
Rekam jejak utama Ahmad Hidayat, di antaranya Anggota DPRD Jawa Barat (2019–2024, 2024–2029), Anggota Komisi IV dan Badan Anggaran, Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Jabar, Ketua DPD AMPI Jawa Barat, Ketua Pemenangan Pemilu Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung). Kekuatan Ahmad terletak pada jaringan struktural dan kedekatannya dengan DPD tingkat kabupaten/kota.
Sedangkan Daniel Mutaqien Syafiuddin merupakan politisi nasional dengan jejaring luas. Daniel dapat membawa pengalaman panjangnya di level nasional. Selain di dua politik, Daniel juga dikenal memiliki jejaring luas di sejumlah organisasi kepemudaan dan bisnis.
Rekam jejak utama Daniel, di antaranya Anggota DPR RI (2014–2019, 2019–2020, 2024–sekarang), Mantan Anggota DPRD Jawa Barat (2009–2014), Ketua DPD II Golkar Indramayu (2010–2015), Pengurus DPP Golkar (2017–2019), Ketua Depinas SOKSI, Aktif di HIPMI dan berbagai organisasi kepemudaan Modal pengalaman nasional dan jaringan organisasi menjadi kekuatan utama Daniel dalam kontestasi ini.
Sementara itu, Musda Golkar Jawa Barat kali ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menentukan arah politik partai menjelang kontestasi politik mendatang. Pertarungan antara kekuatan struktural daerah dan jaringan nasional diperkirakan akan menjadi warna utama dalam dinamika Musda.
Sementara itu, Ketua Steering Commitee (SC) Musda Partai Golkar Jabar Yod Mintaraga mengemukakan pelaksaan Musda Partai Golkar Jawa Barat masih sedang menunggu arahan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP).
“Menunggu arahan DPP (Partai Golkar),” kata Yod Mintaraga, Senin 30 Maret 2026.