Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi. (Ist)
TERASBANDUNG.COM - Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi, menyampaikan sejumlah program strategis pembinaan atlet sekaligus apresiasi dari pemerintah kepada atlet berprestasi Kota Bandung.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang lebih kuat, aman, dan berkelanjutan.
Nuryadi menjelaskan, setelah pelaksanaan tes fisik atlet di Kampus Padjadjaran bersama pemerintah, KONI Kota Bandung langsung menindaklanjuti dengan beberapa program prioritas.
Salah satunya adalah pemberian dana operasional pembinaan kepada seluruh cabang olahraga.
Selain itu, KONI juga memberikan insentif tunjangan prestasi bagi atlet calon peraih medali emas, latihan khusus bagi atlet calon peraih medali perak dan perunggu, hingga tunjangan prestasi untuk cabang olahraga beregu.
“Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam mempersiapkan atlet-atlet Kota Bandung agar mampu meraih prestasi terbaik,” ujar Nuryadi Aula KONI Kota Bandung, Jl. Jakarta, Selasa (26/5/2025).
Tidak hanya fokus pada prestasi, KONI Kota Bandung juga memperhatikan perlindungan bagi atlet dan pelatih melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui kerja sama tersebut, atlet penerima tunjangan prestasi dan peserta latihan khusus kini telah mendapatkan perlindungan asuransi.
Menurut Nuryadi, langkah ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap para atlet sebagai bagian dari tenaga kerja profesional di bidang olahraga.
“Dengan adanya perlindungan ini, atlet merasa lebih aman saat berlatih, bertanding, maupun dalam perjalanan setelah kegiatan olahraga,” katanya.
Dalam mendukung pembinaan atlet, KONI Kota Bandung juga melakukan berbagai inovasi melalui kerja sama dengan sejumlah fasilitas kesehatan.
Untuk penanganan cedera dan kondisi darurat atlet, kerja sama dilakukan dengan beberapa rumah sakit di berbagai wilayah Kota Bandung.
Di wilayah Bandung Timur, kerja sama dijalin dengan Rumah Sakit Hermina. Sementara untuk wilayah selatan bekerja sama dengan Rumah Sakit Mayapada, dan di pusat kota dengan Rumah Sakit Murni Teguh yang berada di kawasan Naripan.
“Semua ini merupakan upaya pemerintah dan KONI untuk memastikan pembinaan atlet berjalan baik sekaligus memperhatikan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.
Di bidang pendidikan, KONI Kota Bandung juga tengah memperluas kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi agar atlet berprestasi tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
Nuryadi menegaskan, pihaknya ingin memastikan atlet-atlet Kota Bandung tidak mengalami putus sekolah setelah lulus SMA. Karena itu, beberapa perguruan tinggi telah menyiapkan program beasiswa penuh bagi atlet berprestasi.
Salah satu lembaga pendidikan yang telah memberikan dukungan penuh adalah Taruna Bakti. Bahkan, kuota penerimaan atlet berprestasi disebut akan kembali ditambah pada tahun ajaran baru mendatang.
Selain itu, KONI Kota Bandung juga tengah menjajaki kerja sama dengan Universitas Widyatama dan Universitas Jenderal Achmad Yani.
Kedua perguruan tinggi tersebut disebut tertarik menjadikan atlet-atlet berprestasi level nasional hingga internasional sebagai bagian dari institusinya.
Nuryadi berharap seluruh program yang dijalankan mampu menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang semakin solid dengan dukungan penuh dari pemerintah dan berbagai pihak.
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah juga telah memberikan kadeudeuh kepada atlet-atlet berprestasi level junior yang tampil di ajang Popda, Popnas, Paperda, dan Papernas.
“Semoga apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat besar bagi masa depan atlet Kota Bandung,” pungkas Nuryadi.***