TERASBANDUNG.COM - Institut Teknologi Bandung (ITB) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai bagian dari Program EQUITY Community Development, ITB menyelenggarakan program "Pemetaan dan Diseminasi SDGs Berbasis STEAM melalui Pameran dan Majalah Populer untuk Generasi Z" yang bertujuan membangun sistem komunikasi SDGs yang lebih terintegrasi, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya Generasi Z.

Program yang dilaksanakan pada periode Oktober hingga Desember 2025 di lingkungan ITB ini dipimpin oleh Deny Willy Junaidy, Ph.D., dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, Kelompok Keahlian (KK) Manusia dan Ruang Interior, sebagai Person in Charge (PIC) kegiatan, R. Raditya Ardianto Taepoer, S.Ds., M.Ds., Ph.D. dosen KK Manusia dan Desain Produk Industri dan Linda Mawali, M.Ds. Asisten Dosen Prodi Desain Interior.

Dalam pelaksanaannya, tim melibatkan dosen dan mahasiswa FSRD ITB serta bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai mitra akademik.

Kegiatan diawali dengan proses pengumpulan data penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen ITB sepanjang tahun 2025. Data tersebut diperoleh dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Keberlanjutan (DPMK) ITB sebagai dasar pemetaan kontribusi ITB terhadap 17 tujuan SDGs.

Selanjutnya, tim melakukan proses screening, klasifikasi, dan kurasi terhadap seluruh data berdasarkan kategori SDGs serta relevansinya dengan karakteristik Generasi Z.

Melalui tahapan tersebut, diperoleh hasil bahwa SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 15 (Life on Land) merupakan tiga tujuan pembangunan berkelanjutan dengan kontribusi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbanyak di ITB selama tahun 2025.

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, tim mengembangkan tiga edisi majalah populer (zine) yang diterbitkan dalam format digital maupun cetak.

Masing-masing edisi mengangkat tema SDG 9, SDG 4, dan SDG 15 dengan menyajikan artikel populer, infografis, dokumentasi penelitian, inovasi, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikemas menggunakan pendekatan visual yang komunikatif dan sesuai dengan karakteristik Generasi Z.

Selain penerbitan zine, program juga menghasilkan identitas visual SDG ITB yang meliputi pengembangan logo resmi SDG ITB, rebranding maskot GOGO, penyusunan pedoman identitas visual, serta pembuatan boneka maskot GOGO sebagai media edukasi dan promosi.

Pengembangan identitas visual ini diharapkan mampu memperkuat citra SDGs ITB sekaligus menciptakan komunikasi yang lebih konsisten pada berbagai media publikasi.

Sebagai bagian dari strategi komunikasi digital, tim juga mengembangkan akun Instagram SDG ITB lengkap dengan konsep komunikasi, desain feed, template konten, serta materi publikasi yang digunakan untuk menyebarluaskan informasi mengenai hasil penelitian, inovasi, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung pencapaian SDGs.

Kehadiran media sosial ini menjadi sarana penting untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat, terutama Generasi Z.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, ITB berhasil membangun sebuah ekosistem komunikasi SDGs yang terintegrasi, mulai dari pemetaan data, kurasi konten, pengembangan identitas visual, produksi media cetak dan digital, hingga pengelolaan media sosial sebagai platform diseminasi yang berkelanjutan.

Menurut Deny Willy Junaidy, Ph.D., pendekatan komunikasi yang kreatif dan berbasis STEAM menjadi salah satu kunci untuk menjembatani hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi dengan masyarakat luas.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis ITB dalam memperkuat diseminasi hasil tridarma perguruan tinggi serta meningkatkan literasi keberlanjutan melalui media komunikasi yang inovatif, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta karakteristik generasi muda.***