TERASBANDUNG.COM - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti penyalahgunaan pos keamanan lingkungan (poskamling) di kawasan Braga yang justru dijadikan tempat konsumsi minuman beralkohol ilegal.

Ia mengaku malu atas kejadian tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk memberantas peredaran minuman keras ilegal di wilayahnya.

“Ini sangat memalukan. Poskamling yang seharusnya digunakan untuk menjaga keamanan lingkungan malah dipakai untuk mabuk-mabukan. Kejadiannya ada di wilayah Braga,” ujar Farhan, Senin (27/7/2026).

Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa para pemuda yang terlibat bukan merupakan warga setempat. Meski demikian, Farhan menilai kejadian ini tetap menjadi pukulan serius bagi citra keamanan lingkungan di Kota Bandung.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan mengambil langkah tegas dengan membongkar jaringan peredaran minuman beralkohol ilegal yang dinilai menjadi salah satu pemicu kejadian tersebut.

Selain itu, Pemkot Bandung juga telah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung dan BNN Provinsi Jawa Barat untuk menekan peredaran narkotika serta obat-obatan keras. Upaya ini dilakukan melalui operasi gabungan yang saat ini tengah berjalan.

Farhan mengungkapkan bahwa pola peredaran narkoba kini semakin kompleks. Para pelaku menggunakan berbagai modus untuk menghindari penegakan hukum, salah satunya dengan sistem transaksi tanpa tatap muka.

“Ada modus baru, di mana pembeli tidak bertemu langsung dengan penjual. Mereka janjian di lokasi tertentu seperti taman, barang ditempel di titik tertentu, lalu pembeli tinggal mengambil setelah melakukan transfer,” jelasnya.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan lembaga terkait dapat berjalan efektif dalam menekan angka peredaran narkoba dan minuman keras ilegal di Kota Bandung.

Lebih lanjut, Farhan kembali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Menurutnya, siskamling merupakan garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga masyarakat. Mulai dari Linmas, kepolisian, TNI, hingga pengurus wilayah harus bersinergi,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, khususnya saat berada di luar rumah. Komunikasi yang baik dalam keluarga dinilai penting untuk mencegah keterlibatan generasi muda dalam aktivitas negatif.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Bandung berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman serta menekan peredaran minuman keras ilegal dan narkoba yang kian meresahkan masyarakat.***