TERASBANDUNG.COM - Banyak pengendara motor yang langsung mencuci kendaraan setelah digunakan, terutama usai menempuh perjalanan jauh. Namun, ada satu kebiasaan yang sebaiknya dihindari, yaitu menyiram piringan cakram dengan air saat kondisinya masih sangat panas.

Perubahan suhu yang terjadi secara mendadak dapat memberikan tekanan pada material logam cakram. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menyebabkan piringan mengalami perubahan bentuk atau warping, sehingga permukaannya tidak lagi rata.

Baca Juga : Rem Cakram Motor Sering Berbunyi? Ini Penyebab Utama dan Cara Mengatasinya Sebelum Makin Parah

Jika cakram mulai melengkung, gejalanya bisa terasa saat berkendara. Pengendara mungkin akan merasakan getaran pada tuas atau pedal rem ketika melakukan pengereman. Selain mengurangi kenyamanan, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi performa pengereman.

Selain piringan cakram, komponen lain seperti kampas rem dan kaliper juga bekerja pada suhu tinggi setelah motor digunakan. Menyiram air saat seluruh sistem pengereman masih panas dapat mempercepat perubahan suhu secara drastis yang tidak ideal bagi komponen tersebut.

Tips Merawat Piringan Cakram

Agar sistem pengereman tetap awet dan bekerja optimal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Biarkan motor beristirahat selama 15–30 menit setelah digunakan sebelum dicuci.

  • Hindari menyemprot air bertekanan tinggi langsung ke area cakram yang masih panas.

  • Bersihkan cakram menggunakan cairan pembersih rem (brake cleaner) jika terdapat debu atau kotoran membandel.

  • Lakukan pemeriksaan rutin pada ketebalan kampas rem dan kondisi permukaan cakram.

  • Jika muncul getaran atau suara tidak normal saat mengerem, segera lakukan pengecekan di bengkel.