TERASBANDUNG.COM - Banyak orang mengira rasa lelah yang muncul sejak bangun pagi disebabkan oleh padatnya aktivitas. Padahal, penyebabnya bisa berasal dari kebiasaan yang dilakukan beberapa menit sebelum tidur.

Sejumlah pakar kesehatan menyebut kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu beristirahat, tetapi juga oleh rutinitas sebelum tidur atau yang dikenal sebagai sleep hygiene. Kebiasaan yang terlihat sepele ternyata dapat mengganggu proses pemulihan tubuh sehingga seseorang tetap merasa lemas meski telah tidur selama 7 hingga 8 jam.

Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan adalah bermain ponsel atau menatap layar gadget hingga menjelang tidur. Cahaya biru (blue light) dari layar dapat menekan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Akibatnya, seseorang lebih sulit tertidur dan kualitas tidurnya menurun.

Selain penggunaan gadget, mengonsumsi kopi, teh berkafein, minuman berenergi, maupun merokok pada malam hari juga dapat membuat tubuh tetap terjaga lebih lama. Kafein bahkan dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam sehingga efeknya masih terasa ketika waktu tidur tiba.

Kebiasaan makan dalam porsi besar sesaat sebelum tidur juga tidak dianjurkan. Sistem pencernaan akan tetap bekerja keras saat tubuh seharusnya memasuki fase istirahat. Kondisi ini dapat memicu rasa tidak nyaman, gangguan asam lambung, hingga membuat tidur menjadi tidak nyenyak.

Tak sedikit orang memilih bekerja hingga larut malam atau terus memikirkan pekerjaan sebelum tidur. Aktivitas mental yang berlebihan membuat otak sulit rileks sehingga fase tidur dalam (deep sleep) berkurang. Padahal fase ini sangat penting untuk memperbaiki jaringan tubuh, memperkuat daya tahan tubuh, dan mengembalikan energi.

Konsumsi alkohol juga bukan solusi agar cepat tertidur. Meski dapat membuat seseorang mengantuk, alkohol justru mengurangi kualitas tidur, terutama fase REM (Rapid Eye Movement) yang berperan penting dalam proses pemulihan otak. Akibatnya, tubuh tetap terasa lelah saat bangun di pagi hari.

Para ahli kesehatan menyarankan menerapkan kebiasaan tidur yang sehat dengan menghindari layar gadget setidaknya satu jam sebelum tidur, menjaga jadwal tidur yang konsisten, membatasi konsumsi kafein pada sore hingga malam hari, menghindari makan berat menjelang tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dan tenang.

Tidur yang berkualitas merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan kecil sebelum tidur, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk melakukan proses pemulihan secara optimal. Hasilnya, tubuh terasa lebih segar saat bangun, konsentrasi meningkat, dan risiko kelelahan sepanjang hari dapat berkurang.