TERASBANDUNG.COM - Gelombang laut tinggi menerjang kawasan pesisir selatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sejak Senin (10/8/2026). Kondisi tersebut membuat aktivitas nelayan dan warga di sekitar pantai terganggu.
Gelombang tinggi dilaporkan mencapai sekitar 3,3 meter, disertai angin dengan kecepatan sekitar 8–14 knot. Besarnya ombak membuat air laut merangsek hingga kawasan penambatan perahu nelayan.
Ratusan perahu yang berada di sekitar dermaga dilaporkan terombang-ambing dan beberapa di antaranya saling berbenturan akibat kuatnya gelombang.
Baca Juga : Cuaca Bandung Terasa Panas, Sampai Kapan? BMKG Ungkap Perkiraan Musim Kemarau 2026
Air Laut Limpas hingga Warung dan Saung
Tak hanya mengganggu aktivitas nelayan, limpasan air laut juga sempat mencapai sejumlah saung dan warung yang berada di pinggir pantai.
Kondisi tersebut membuat petugas gabungan meningkatkan kewaspadaan dan melakukan sterilisasi di sekitar kawasan pesisir yang dinilai rawan terdampak gelombang tinggi.
Warga dan wisatawan juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai, khususnya hingga radius 50 meter dari bibir laut.
Nelayan Diminta Tunda Melaut
Petugas juga meminta para nelayan untuk sementara menunda aktivitas melaut demi menghindari risiko kecelakaan akibat kondisi gelombang yang masih tinggi.
Imbauan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi mengingat cuaca dan kondisi laut dapat berubah sewaktu-waktu.
Hingga Selasa (11/8/2026) sore, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan berat akibat gelombang tinggi tersebut.
Petugas gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang susulan.
Warga dan Wisatawan Diminta Waspada
Masyarakat yang berada di kawasan Pesisir Selatan Cipatujah diminta tetap mengikuti arahan petugas dan tidak mendekati bibir pantai selama kondisi gelombang masih berpotensi membahayakan.
Wisatawan juga diimbau tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di laut maupun di sekitar pantai sampai kondisi dinyatakan aman.