TERASBANDUNG.COM - Penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini menjadi salah satu agenda penting bagi perkembangan sepak bola Jawa Barat. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk bekerja sama dengan kepengurusan PSSI Jawa Barat yang dipimpin Buky Wibawa.

Dukungan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri pengukuhan kepengurusan PSSI Jawa Barat di Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026). Ia berharap kepengurusan baru mampu mendorong lahirnya pemain-pemain potensial sekaligus meningkatkan prestasi sepak bola di tingkat kota, kabupaten, hingga provinsi.

Farhan menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi sepak bola diperlukan agar program pembinaan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi muda.

“Pemerintah Kota Bandung memberikan dukungan sepenuhnya untuk kesuksesan kinerja PSSI Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Pak Buky,” kata Farhan.

Menurutnya, pembinaan yang terencana menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat. Selain meningkatkan kualitas pemain, upaya tersebut juga membuka kesempatan bagi talenta muda untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerahnya.

Dukungan terhadap penguatan sepak bola daerah juga disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia menekankan bahwa kemajuan sepak bola membutuhkan kebersamaan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, KONI, hingga berbagai unsur yang terlibat dalam olahraga tersebut.

“Tidak mungkin membangun sesuatu dengan perpecahan. Aklamasi bukan diartikan hal yang negatif ketika semua voter bersatu, pemerintah daerah bersatu, KONI mendukung dan semua stakeholder sepak bolanya mendukung,” ujar Erick.

Erick menilai Jawa Barat memiliki modal besar untuk mengembangkan sepak bola karena jumlah penduduknya mencapai sekitar 51,7 juta jiwa. Namun, potensi tersebut perlu didukung ketersediaan sumber daya manusia yang memadai, termasuk wasit dan pelatih berkualitas.

Ia juga mendorong agar akses pembinaan diperluas melalui kerja sama dengan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Langkah ini dinilai penting untuk mengenalkan sepak bola sejak dini sekaligus memperkuat jalur pengembangan pemain muda.

Menurut Erick, pembangunan sepak bola nasional tidak cukup hanya mengandalkan kompetisi liga dan pencapaian tim nasional. Penguatan fondasi dari daerah hingga provinsi juga harus menjadi perhatian agar perkembangan sepak bola Indonesia berlangsung berkelanjutan.

“Untuk membangun sepak bola Indonesia harus dari tingkat daerah dan provinsi agar fondasi sepak bola Nasional bisa semakin kuat,” tuturnya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, PSSI, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperluas kesempatan berlatih bagi pemain muda, meningkatkan kualitas pembinaan, serta mendorong lahirnya pesepak bola potensial dari Jawa Barat untuk bersaing di tingkat nasional.***