TERASBANDUNG.COM - Puluhan siswa SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (21 Oktober 2026). Sekitar 80 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan sejumlah di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.
Para siswa mengalami sejumlah gejala, mulai dari mual, muntah, pusing, hingga sakit perut. Mereka dilaporkan mengalami keluhan tersebut setelah mengonsumsi makanan dari program MBG, dengan dugaan gejala muncul setelah meminum susu yang dibagikan.
Sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan kemudian mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Paru Goenawan (RSPG) Cisarua.
Sekitar 80 Siswa Dilaporkan Mengalami Gejala Keracunan
Kapolsek Cisarua AKP Budi Suratman membenarkan adanya peristiwa yang dialami para siswa SMPN 2 Cisarua tersebut.
Menurut keterangannya, jumlah siswa yang mengalami gejala diduga keracunan mencapai sekitar 80 orang. Kejadian itu dilaporkan berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB.
Keluhan kesehatan muncul setelah para siswa mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis. Berdasarkan informasi awal, gejala dilaporkan muncul setelah siswa meminum susu.
Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Belum dapat disimpulkan bahwa susu atau makanan tertentu menjadi penyebab utama sebelum hasil penyelidikan dan pemeriksaan terkait tersedia.
Siswa Mendapatkan Perawatan Medis
Munculnya gejala mual, muntah, pusing, dan sakit perut membuat sejumlah siswa harus mendapatkan penanganan medis. Para siswa yang dibawa ke IGD RSPG Cisarua menjalani pemeriksaan sesuai kondisi masing-masing.
Penanganan medis diperlukan untuk menilai tingkat keparahan gejala, mencegah dehidrasi akibat muntah, serta memastikan kondisi para siswa tetap terpantau.
Dalam kejadian yang melibatkan banyak siswa seperti ini, pendataan jumlah korban, pemeriksaan kondisi kesehatan, dan penelusuran makanan yang dikonsumsi menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebabnya.
Evaluasi Program MBG Perlu Dilakukan
Dugaan keracunan yang melibatkan puluhan siswa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Penyediaan makanan bagi siswa tidak hanya harus memperhatikan kandungan gizi, tetapi juga kebersihan bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan dan minuman.
Jika ditemukan dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan bersama, pemeriksaan terhadap sampel makanan atau minuman, apabila tersedia, serta evaluasi proses penyajian dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab.
Hasil pemeriksaan yang menyeluruh diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan kejadian serupa dapat dicegah.
Penyebab Dugaan Keracunan Masih Perlu Dipastikan
Hingga informasi awal ini disampaikan, dugaan keracunan terhadap sekitar 80 siswa SMPN 2 Cisarua menjadi perhatian karena melibatkan banyak pelajar dalam satu lingkungan sekolah.
Prioritas utama adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan yang sesuai dan kondisi mereka terus dipantau. Penyelidikan lebih lanjut juga diperlukan untuk memastikan apakah keluhan kesehatan tersebut berkaitan dengan makanan atau minuman yang dikonsumsi.
Masyarakat diharapkan menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum bukti pendukung tersedia.