TERASBANDUNG.COM - Kondisi Kawah Putih di Ciwidey, Kabupaten Bandung, menjadi perhatian setelah video yang memperlihatkan permukaan air danau menyusut beredar di media sosial. Dalam unggahan seorang pengguna Threads, air danau tampak tersisa di bagian tengah, sedangkan area tepian yang sebelumnya tergenang kini terlihat kering hingga memperlihatkan dasar danau.
Fenomena ini terjadi di tengah kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut. Berkurangnya air membuat lanskap Kawah Putih terlihat berbeda dari kondisi yang biasa dijumpai wisatawan, ketika air danau memenuhi area di sekitar tepian.
Kondisi penyusutan tersebut juga telah terlihat dalam dokumentasi pada awal September 2026. Saat itu, air danau dilaporkan mundur hingga sekitar 70 meter dari garis tepian. Pada perkembangan terbaru, pengelola memperkirakan debit air menyusut sekitar 40 persen.
Air Kawah Putih Menyusut Akibat Kemarau Panjang
Penyusutan air Kawah Putih berkaitan dengan sumber air danau yang sangat bergantung pada curah hujan. Ketika hujan jarang turun dalam waktu panjang, pasokan air berkurang sehingga permukaan danau mengalami penurunan.
Akibatnya, bagian tepi danau yang sebelumnya tertutup air kini berubah menjadi hamparan daratan dan batuan yang tampak mengering. Sementara itu, genangan air masih terlihat di bagian tengah danau.
Perubahan ini menjadi gambaran bagaimana kondisi cuaca dapat memengaruhi lanskap kawasan wisata alam. Meski terlihat menarik dalam foto dan video, penyusutan air juga menjadi pengingat pentingnya memperhatikan perubahan lingkungan selama musim kemarau.
Pengunjung Masih Berdatangan ke Kawah Putih
Meski debit air menyusut, aktivitas wisata di Kawah Putih dilaporkan masih berlangsung. Perubahan garis tepian bahkan membuat sejumlah area yang sebelumnya tertutup air kini dapat terlihat lebih luas.
Namun, pengunjung tetap perlu mematuhi arahan pengelola dan tidak sembarangan memasuki bagian danau yang mengering. Permukaan tanah atau batuan yang terlihat kering belum tentu aman untuk dipijak, terlebih di kawasan danau kawah yang memiliki karakteristik lingkungan berbeda dari pantai atau danau biasa.
Wisatawan juga disarankan tetap berada di area yang diizinkan, tidak menyentuh atau meminum air danau, serta memperhatikan rambu keselamatan selama berkunjung.
Mengapa Air Danau Bisa Kembali Naik?
Pengelola menjelaskan bahwa ketinggian air Kawah Putih dipengaruhi oleh curah hujan. Karena itu, debit air berpotensi meningkat kembali ketika musim hujan tiba, meskipun waktu pemulihannya tidak dapat dipastikan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan musim dapat memengaruhi kondisi destinasi wisata alam. Pemantauan berkala diperlukan untuk memastikan kawasan tetap aman dan nyaman bagi wisatawan.
Kawah Putih sendiri tetap menjadi salah satu destinasi unggulan di Ciwidey. Wisatawan yang berencana berkunjung sebaiknya memeriksa informasi terbaru dari pengelola, terutama terkait kondisi danau, akses wisata, dan batas area yang aman.