Len Industri dan BSSN Selaraskan Strategi Keamanan Siber Nasional

Len Industri dan BSSN Selaraskan Strategi Keamanan Siber Nasional

TERASBANDUNG.COM - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai otoritas nasional keamanan siber memperkuat strategi keamanan siber nasional melalui kolaborasi dengan PT Len Industri.

Sinergi ini menjadi bagian dari upaya negara menjaga kedaulatan teknologi sekaligus meningkatkan ketahanan sistem digital strategis di tengah dinamika ancaman siber yang kian kompleks.

Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi bersama jajaran melakukan pertemuan dengan Direktur Teknologi & Manajemen Risiko Len Amalia Maya Fitri untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun kemandirian dan kedaulatan teknologi keamanan siber nasional.

Fokus kerja sama diarahkan pada dukungan terhadap sektor pertahanan dan industri strategis.

Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menegaskan penguatan keamanan siber nasional tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan orkestrasi yang kuat antar lembaga negara serta dukungan industri nasional.

Menurut dia, keamanan siber nasional menuntut sinergi strategis yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“BSSN memandang kolaborasi dengan industri strategis nasional seperti Len sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan siber nasional yang kokoh,” katanya.

Lebih lanjut, Nugroho menekankan pentingnya penguasaan teknologi siber dalam negeri sebagai fondasi utama kedaulatan digital Indonesia. Dia menyebut kemandirian dan kedaulatan teknologi siber sebagai prasyarat dalam menjaga kedaulatan negara.

“Indonesia harus mampu mengembangkan, mengoperasikan, dan mengamankan teknologi sibernya secara mandiri dengan melibatkan ekosistem nasional,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Teknologi & Manajemen Risiko Len, Amalia Maya Fitri menyampaikan bahwa Len siap menjadi mitra strategis BSSN dalam membangun ekosistem keamanan siber nasional.

“Keamanan siber nasional pada akhirnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi yang erat dan berkelanjutan antar seluruh pemangku kepentingan mencakup pemerintah, TNI, BSSN sebagai otoritas sektor keamanan siber, industri pertahanan, akademisi, hingga komunitas siber nasional,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan industri nasional, kedua pihak membahas peluang sinergi teknis untuk mendorong pengembangan industri keamanan siber dalam negeri, mencakup pemanfaatan solusi lokal, penguatan ekosistem sertifikasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang selaras dengan kebijakan nasional.

Penyelarasan strategi ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, meningkatkan daya saing industri nasional, dan menciptakan nilai tambah ekonomi di sektor pertahanan serta industri strategis.

Kolaborasi BSSN dan Len turut mendorong terbentuknya ekosistem keamanan siber pertahanan yang terintegrasi, meliputi aspek teknologi, tata kelola, regulasi, kesiapan SDM, hingga penguatan budaya keamanan siber yang berkelanjutan.

Penulis: Sirojul Mutaqien | Editor: Sirojul Mutaqien

Berita Terkini