Wisatawan di Jalan Braga, Kota Bandung. (Terasbandung.com)
TERASBANDUNG.COM - Pada hari kedua setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H, geliat pariwisata di Kota Bandung menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Sejumlah destinasi populer dipenuhi pengunjung, namun kondisi lalu lintas tetap terjaga dengan baik.
Kawasan Jalan Asia Afrika menjadi salah satu titik paling ramai. Wisatawan tampak memadati area tersebut untuk menikmati suasana kota sekaligus mengabadikan momen di lokasi bersejarah.
Baca Juga : Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026
Kepadatan terlihat jelas di area pedestrian, meskipun tidak sampai menghambat arus kendaraan yang melintas.
Hal serupa juga terjadi di Jalan Braga. Area yang dikenal dengan nuansa heritage ini dipenuhi wisatawan yang berjalan santai dan berburu kuliner.
Kehadiran petugas di lapangan dinilai mampu menjaga kelancaran lalu lintas meski jumlah pengunjung meningkat.
Seorang wisatawan bernama Agung membagikan pengalamannya saat berkunjung ke kawasan tersebut.
“Ramai, tapi enak. Jalanan tidak macet, jadi tetap nyaman. Suasananya juga hidup, banyak orang jalan-jalan,” ujarnya seperti dinukil melalui siaran pers Humas Kota Bandung.
Baca Juga : Kisah Perjalanan Panjang Pemudik Jalan Kaki dari Cilacap ke Pemalang
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di kawasan Jalan Dago. Meski tetap ramai dikunjungi, tingkat kepadatan di area ini relatif lebih rendah dibandingkan Asia Afrika dan Braga.
Situasi ini justru memberikan pengalaman wisata yang lebih santai bagi pengunjung. Aktivitas tetap berjalan di berbagai titik kuliner dan ruang publik tanpa kesan berdesakan.
“Di Dago tidak terlalu ramai, tapi tetap ada suasana. Jadi lebih leluasa kalau mau jalan atau mampir ke tempat makan,” kata salah seorang pengunjung.
Secara keseluruhan, suasana wisata Bandung pada H+1 Lebaran berlangsung kondusif. Tingginya jumlah wisatawan tidak berdampak pada kemacetan, berkat pengaturan lalu lintas yang baik serta kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban.
Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Dadi Mulyanto