DSDABM percepat perbaikan jalan di Bandung. (Bandung.go.id)
TERASBANDUNG.COM - Upaya memperbaiki kualitas infrastruktur terus dikebut oleh Pemerintah Kota Bandung.
Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), berbagai langkah percepatan dilakukan untuk menghadirkan kondisi jalan yang lebih nyaman sekaligus memperindah wajah kota.
Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati, menyebutkan bahwa penanganan jalan di Bandung tidak bisa dilepaskan dari pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota. Meski demikian, koordinasi tetap dijalankan secara fleksibel demi kepentingan masyarakat.
“Kalau memang kondisinya berdampak fatal, kami tetap bantu penanganannya. Karena bagi masyarakat, semua jalan di Bandung itu satu kesatuan layanan,” ujarnya dalam sebuah dialog, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga : KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Lebih dari Rp1,1 Miliar di 2025
Ia menegaskan, pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama, tanpa terhambat batas administratif. Arahan dari pimpinan daerah, menurutnya, mendorong seluruh jajaran untuk lebih responsif terhadap kebutuhan warga.
Dalam pelaksanaan proyek, DSDABM memastikan setiap pekerjaan diawasi secara ketat. Pengawasan melibatkan konsultan profesional hingga lembaga audit untuk menjamin kualitas hasil pekerjaan.
“Setiap pekerjaan ada pengawasnya. Setelah selesai pun tetap diperiksa oleh inspektorat hingga BPK. Jadi tidak ada pekerjaan yang dibiarkan tanpa evaluasi,” jelasnya.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, sanksi akan diberlakukan sesuai aturan yang berlaku. Hal ini dilakukan agar standar kualitas tetap terjaga.
Dini juga menyoroti faktor utama yang sering menyebabkan kerusakan jalan, yakni sistem drainase yang belum optimal. Ia menjelaskan, genangan air dapat merusak struktur jalan meskipun usia aspal belum lama.
“Kalau jalan cepat rusak, biasanya bukan hanya karena usia, tapi juga karena drainase yang belum optimal. Air yang menggenang bisa merusak struktur jalan dari bawah,” ucapnya.
Baca Juga : Dari Kremlin ke Paris, Presiden Prabowo Tancap Gas Diplomasi
Karena itu, perbaikan tidak hanya difokuskan pada permukaan jalan, tetapi juga menyasar sistem drainase secara menyeluruh agar kerusakan tidak terus berulang.
Berdasarkan data terbaru, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, pemeliharaan rutin tetap menjadi perhatian agar kualitas tersebut dapat dipertahankan.
Selain peran pemerintah, masyarakat juga diajak untuk ikut menjaga fasilitas publik. Infrastruktur yang telah dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan sekaligus dirawat bersama.
“Program beautifikasi ini dari kita untuk kita. Mari kita jaga bersama. Karena yang menikmati hasilnya adalah seluruh warga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas umum dari tindakan perusakan atau pencurian, termasuk lampu jalan dan elemen penunjang estetika kota.
Baca Juga : Ketua PERBASI Jabar Tolak Musda Ulang, Siap Gugat ke Arbitrase Olahraga
Ke depan, DSDABM berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mendukung keindahan kota.
“Perubahan memang tidak selalu instan, tapi langkah nyata terus kami lakukan. Harapannya, Bandung bisa semakin nyaman, indah, dan membanggakan,” tutupnya.***
Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto