Wow! Bandara Husein Disulap Jadi Surga Modifikasi, Puluhan Mobil Keren Serbu W3st Side AK.SA.RA

Wow! Bandara Husein Disulap Jadi Surga Modifikasi, Puluhan Mobil Keren Serbu W3st Side AK.SA.RA Kilauan modifikasi ekstrem memanaskan suasana Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026). (Ist)

TERASBANDUNG. COM - Kilauan modifikasi ekstrem memanaskan suasana Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026).

Puluhan mobil keren dari berbagai daerah tampil memukau dalam ajang W3st Side AK.SA.RA-Car Modification Contest, sebuah festival otomotif yang langsung mencuri perhatian di tahun perdananya.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 60 mobil modifikasi ikut ambil bagian dalam event ini.

Para peserta datang dari berbagai kota, mulai dari Jabodetabek, Yogyakarta, hingga sejumlah daerah di Jawa Barat seperti Garut dan Tasikmalaya.

Founder W3st Side, Zikri Zime, mengaku bangga melihat antusiasme para peserta yang begitu besar meski acara ini baru pertama kali digelar.

“Kalau total keseluruhan ada sekitar 60 mobil. Pesertanya datang dari Jabodetabek, Yogyakarta, dan kota-kota satelit Bandung juga hampir semuanya ikut meramaikan,” ujarnya.

Menurut Zikri, kehadiran peserta dari luar kota menjadi bukti bahwa W3st Side langsung mendapat tempat di hati pecinta otomotif.

“Ini tahun pertama, tapi menurut saya kami sudah bisa berdiri cukup kuat karena berhasil menghadirkan teman-teman dari luar kota untuk ikut di event ini,” katanya.

Tak hanya menghadirkan kontes modifikasi dengan puluhan kategori, festival ini juga diramaikan dengan kompetisi diecast skala 1:64 hingga berbagai special performance yang membuat suasana semakin hidup.

Nama “W3st Side” sendiri ternyata punya filosofi khusus. Zikri menjelaskan bahwa konsep tersebut mewakili wilayah Indonesia bagian barat atau WIB, yang diharapkan memiliki event otomotif dengan identitas baru dan berbeda dari yang lain.

“Kami ingin wilayah WIB atau West Side punya event otomotif dengan rasa baru. Karena itu saya berkolaborasi dengan Pak Fahmi untuk menghadirkan konsep yang fresh,” jelasnya.

Menariknya, acara ini juga dirancang ramah keluarga dan anak-anak. Panitia menyediakan area playground, bahkan anak usia 0 hingga 7 tahun bisa masuk gratis. Tujuannya tak lain untuk mengenalkan dunia otomotif sejak usia dini.

“Kami ingin ada regenerasi. Anak-anak bisa mengenal otomotif dari kecil, melihat mobil-mobil keren dan memahami seperti apa event otomotif yang bagus,” tambahnya.

Sementara itu, Project Manager W3st Side, Fahmi Damarjati, mengungkapkan bahwa pemilihan Bandara Husein Sastranegara sebagai venue merupakan bagian dari konsep besar untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar berbeda.

“Dari awal brainstorming, kami memang ingin membuat terobosan baru. Setahu saya belum pernah ada car exhibition yang benar-benar digelar di dalam gedung bandara,” katanya.

Menurut Fahmi, lokasi pameran yang berada langsung di area bandara menjadi pembeda paling mencolok dibanding event otomotif lainnya.

“Mobil-mobil dipamerkan dekat area loket, bahkan sampai lantai dua gedung bandara. Ini jadi identitas yang sangat kuat dan sulit ditiru,” ungkapnya.

Namun di balik kemegahan acara tersebut, ada proses panjang yang harus dilalui, terutama soal perizinan dan keamanan venue.

“Kami harus meyakinkan pihak Angkasa Pura bahwa acara ini bisa berjalan aman dengan berbagai skema yang sudah disiapkan. Itu menjadi tantangan yang luar biasa,” jelas Fahmi.

Ia pun berharap kesuksesan event ini bisa menjadi sejarah baru di dunia otomotif Indonesia.

“Kalau ini sukses, nantinya akan jadi cerita bahwa pernah ada event mobil yang digelar langsung di dalam gedung bandara,” ujarnya.

Ke depan, Zikri dan Fahmi berharap W3st Side bisa menjadi agenda rutin tahunan sekaligus tumbuh menjadi salah satu festival otomotif terbesar di Indonesia bagian barat.***

Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini