Pasokan Daging Sapi Bandung Dipantau Ketat Usai Libur Dagang Pedagang

Pasokan Daging Sapi Bandung Dipantau Ketat Usai Libur Dagang Pedagang Pemkot Bandung Turun Tangan Usai Pedagang Daging Kompak Berhenti. (Bandung.go.id)i

TERASBANDUNG.COM - Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah sigap dengan memperketat pengawasan terhadap distribusi serta aktivitas jual beli daging sapi.

Langkah ini dilakukan menyusul adanya seruan “Libur Dagang Bersama” yang diinisiasi oleh Apresiasi Nusantara (Asosiasi Peternak dan Pedagang Daging Sapi Nusantara) pada pertengahan Mei 2026.

Upaya pemantauan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta Perumda Pasar Juara.

Dari hasil pengawasan di berbagai pasar tradisional, terungkap bahwa sebagian pedagang memilih untuk menghentikan sementara aktivitas jual beli pada awal pekan ini.

Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada terbatasnya ketersediaan daging sapi di sejumlah titik perdagangan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengungkapkan bahwa sejumlah pasar besar mengalami penurunan aktivitas penjualan.

“Sedangkan di beberapa pasar lainnya seperti Pasar Baru, Cihapit, dan Pasar Ujungberung, pedagang masih berjualan dengan stok yang terbatas,” ujar Ronny, Senin, 18 Mei 2026.

Di sisi lain, harga daging sapi di pasar tradisional saat ini masih berada dalam rentang Rp130.000 hingga Rp160.000 per kilogram, bergantung pada kualitas, jenis potongan, serta lokasi penjualan.

Meski terjadi gangguan distribusi, Pemerintah Kota Bandung memastikan operasional Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom tetap berjalan normal guna memenuhi kebutuhan pemotongan hewan.

Menyikapi situasi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Warga juga diminta berbelanja sesuai kebutuhan, mempertimbangkan alternatif sumber protein lain, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Pemerintah Kota Bandung juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pelaku usaha, pengelola pasar, dan asosiasi pedagang untuk menjaga kestabilan pasokan serta harga pangan.

Pemantauan akan terus dilakukan secara berkala, disertai penyampaian informasi resmi kepada masyarakat. Pemkot berharap kondisi distribusi daging sapi dapat segera pulih sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar.***

Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Ely Kurniawati

Berita Terkini