Bandung Bersiap Masuki Era AI, Farhan: Pelayanan Publik Harus Lebih Cerdas

Bandung Bersiap Masuki Era AI, Farhan: Pelayanan Publik Harus Lebih Cerdas Wai Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri Bandung Marketing Week 2025 di Aula Barat ITB, Rabu (20/8/2025). (Foto: Humas Kota Bandung)

TERASBANDUNG.COM - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin menjadi perhatian berbagai daerah di Indonesia.

Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, Kota Bandung mulai mempersiapkan langkah-langkah strategis agar mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri forum NGULIK (Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi dan Komunikasi Data dan Statistik), Kamis 4 Juni 2026.

Menurut Farhan, pembahasan mengenai arah pengembangan AI nasional menjadi fondasi penting bagi daerah untuk menentukan strategi implementasi yang tepat dan berkelanjutan.

“Saya merasa sangat bahagia karena pada pagi hari ini kita membahas pemahaman arah peta jalan AI nasional. Ini sangat penting agar kita bisa bersama-sama menentukan implementasi strategis di lingkungan pemerintahan Kota Bandung dan warga Kota Bandung,” kata Farhan.

Ia menilai Bandung memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah yang berada di garis depan dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

SDM dan Keamanan Data Jadi Tantangan

Di balik berbagai peluang yang ditawarkan AI, Farhan mengingatkan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satu aspek yang dinilai paling krusial adalah kesiapan sumber daya manusia.

Menurutnya, transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan teknologi canggih. Aparatur pemerintah maupun masyarakat perlu memiliki kompetensi yang memadai agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara efektif dan bertanggung jawab.

Selain kesiapan SDM, isu perlindungan data pribadi juga menjadi perhatian serius. Farhan menegaskan penggunaan AI yang semakin luas harus dibarengi dengan sistem keamanan yang kuat untuk mencegah penyalahgunaan informasi masyarakat.

“Jangan sampai perlindungan data pribadi diabaikan sehingga data masyarakat bisa dikuasai, disimpan dan diolah dengan cara yang salah,” ujarnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Sukses

Farhan menilai keberhasilan implementasi AI tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak mulai dari perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas teknologi, media, masyarakat hingga pemerintah pusat.

Karena itu, ia menyambut baik dukungan yang diberikan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam upaya membangun ekosistem kecerdasan buatan yang lebih kuat di Indonesia.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi faktor penting agar pengembangan teknologi tidak berjalan sendiri-sendiri dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Bandung berharap penerapan AI ke depan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, proses birokrasi yang lebih efisien, serta pengambilan kebijakan yang semakin akurat berbasis data.

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Namun Farhan menegaskan bahwa kecanggihan teknologi tidak boleh menghilangkan aspek kemanusiaan yang menjadi inti pelayanan publik.

“AI tidak bisa menggantikan rasa empati. Sentuhan kemanusiaan tetap menjadi hal yang sangat penting dalam pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kota Bandung untuk terus membuka diri terhadap inovasi dan berani beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

“Saatnya sekarang kita menyelesaikan the last mile of digital transformation. Mari bersama-sama membangun Bandung yang lebih maju melalui pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab dan berpihak kepada masyarakat,” tuturnya.***

Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini