Jerman Tumbang, Belanda Menyusul: Hari Kelabu Dua Raksasa Eropa

Jerman Tumbang, Belanda Menyusul: Hari Kelabu Dua Raksasa Eropa Paraguay menyingkirkan Jerman di Piala Dunia 2026 lewat drama adu penalti. (fifa.com)

TERASBANDUNG.COM - Piala Dunia 2026 menghadirkan hari pahit bagi sepak bola Eropa. Dalam rentang beberapa jam di babak 32 besar, dua raksasa Benua Biru, Jerman dan Belanda, sama-sama dipaksa angkat koper. Ironisnya, keduanya tersingkir melalui drama adu penalti.

Jerman menjadi tim besar pertama yang harus mengakhiri petualangannya. Menghadapi Paraguay di Foxborough, Der Panzer sempat tertinggal lewat gol Julio Enciso sebelum Kai Havertz menyamakan kedudukan. Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit, memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.

Di babak tos-tosan, Paraguay tampil lebih tenang. Kiper Orlando Gill menggagalkan dua tendangan pemain Jerman, sementara José Canale memastikan kemenangan 4-3 yang mengantar Paraguay ke babak 16 besar. Kekalahan itu menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 sekaligus mengakhiri langkah juara dunia empat kali tersebut.

Belum hilang kejut dari tersingkirnya Jerman, giliran Belanda mengalami nasib serupa. Berhadapan dengan Maroko di Monterrey, De Oranje sempat berada di atas angin setelah Cody Gakpo membawa timnya unggul. Namun, Issa Diop mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Tidak ada gol tambahan yang tercipta. Adu penalti pun menjadi penentu. Maroko tampil lebih efektif dan menang 3-2 untuk memastikan tiket ke babak 16 besar. Kekalahan tersebut menjadi akhir perjalanan Belanda yang sebelumnya tampil meyakinkan sepanjang fase grup.

Dua hasil tersebut menegaskan, Piala Dunia 2026 tidak lagi mengenal jaminan bagi tim-tim besar. Nama besar dan sejarah panjang ternyata tidak cukup untuk membawa sebuah negara melangkah jauh. Paraguay dan Maroko memperlihatkan, disiplin, organisasi permainan, serta ketenangan di bawah tekanan mampu meruntuhkan dominasi para raksasa. ***

Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Ginanjar

Berita Terkini