Layanan Psikolog di 12 Puskesmas Kota Bandung Tanpa Rujukan, Konsultasi Mulai Rp15 Ribu

Layanan Psikolog di 12 Puskesmas Kota Bandung Tanpa Rujukan, Konsultasi Mulai Rp15 Ribu Ilustrasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan 7 puskesmas yang akan buka 24 jam Selama perayaan Idulfitri 1445 Hijriah. (Bandung.go.id)

TERASBANDUNG.COM - Akses layanan kesehatan mental di Kota Bandung kini semakin mudah. Masyarakat tidak lagi diwajibkan membawa surat rujukan untuk berkonsultasi dengan psikolog klinis di puskesmas yang telah menyediakan layanan tersebut.

Warga cukup datang langsung ke puskesmas penyelenggara atau memanfaatkan layanan hotline yang tersedia di beberapa lokasi.

Informasi tersebut disampaikan Psikolog Klinis PKM Kota Bandung, Adelia Octavia Siswoyo, S.Psi., M.Psi., dalam Talkshow Sonata bertajuk Tak Hanya Sehat Fisik: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Bersama Psikolog Klinis di Puskesmas, Rabu (1/7/2026).

Saat ini, layanan psikolog klinis telah tersedia di 12 puskesmas, yaitu Puskesmas Salam, Puter, Ibrahim Adjie, Garuda, Kopo, Pasirkaliki, Babakan Sari, Cipamokolan, Sukarasa, Cibuntu, Padasuka, dan Cipadung.

Baca Juga : Camping Makin Digandrungi Semua Usia! Ini 7 Tempat Terbaik di Bandung Raya yang Wajib Dicoba

“Semuanya bisa mendaftar langsung datang ke puskesmas. Memang ada beberapa puskesmas yang menyediakan hotline online karena jumlah pasiennya cukup banyak, tetapi pada dasarnya masyarakat bisa langsung datang untuk mendapatkan layanan,” ujarnya.

Adelia menjelaskan, peserta BPJS Kesehatan tetap dapat memanfaatkan layanan tersebut meski tidak terdaftar di puskesmas yang sama. Sementara bagi masyarakat umum, konsultasi cukup dikenakan retribusi sebesar Rp15.000.

“Kalau umum hanya membayar retribusi Rp15 ribu saja. Dengan itu masyarakat bisa mendapatkan konsultasi sekitar 30 sampai 40 menit bersama psikolog,” kata Adelia.

Durasi layanan tersebut dinilai lebih panjang dibandingkan konsultasi medis umum. Jika selama pemeriksaan ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lanjutan, psikolog di puskesmas juga akan membantu proses rujukan ke rumah sakit yang memiliki layanan kesehatan jiwa maupun psikiater.

Menurut Adelia, kemudahan akses ini diharapkan mendorong masyarakat untuk memeriksakan kondisi psikologis sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Baca Juga : OJK Jawa Barat Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Bagi Penyandang Disabilitas

Layanan psikolog di puskesmas tersedia setiap Senin hingga Sabtu. Pada Senin sampai Kamis pelayanan berlangsung pukul 07.30–12.30 WIB, sedangkan Jumat dan Sabtu pukul 07.30–11.00 WIB.

Stres Bisa Memicu Berbagai Penyakit, Jangan Abaikan Kesehatan Mental

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung yang juga dokter spesialis penyakit dalam, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp. PD., KHOM., MMRS., FINASIM., mengingatkan bahwa gangguan kesehatan mental sering kali muncul dalam bentuk keluhan fisik atau psikosomatis.

Ia mencontohkan pasien yang berulang kali mengalami nyeri lambung hingga menjalani pemeriksaan endoskopi, namun hasilnya tidak menunjukkan adanya gangguan pada organ pencernaan.

“Ternyata keluhannya lebih mengarah ke psikosomatis. Banyak kasus dispepsia atau gangguan lambung yang penyebabnya bukan kelainan organ, tetapi dipicu faktor psikis,” jelasnya.

Baca Juga : Resmi! WhatsApp Tidak Butuh Nomor HP Lagi, Ini yang Harus Kamu Tahu

Menurut Agung, sekitar 60 persen kasus dispepsia termasuk kategori dispepsia fungsional, yakni gangguan yang dipengaruhi kondisi psikologis, bukan kerusakan pada lambung.

Ia juga menambahkan bahwa stres dapat memicu kambuhnya berbagai penyakit lain, seperti GERD, sakit kepala (cefalgia), rinitis, hingga gangguan kulit karena menurunkan sistem kekebalan tubuh.

“Saat seseorang mengalami stres, sistem imun ikut menurun. Akibatnya penyakit-penyakit yang memang memiliki kecenderungan kambuh bisa muncul kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Adelia mengungkapkan bahwa persoalan relasi menjadi penyebab yang paling sering ditemui dalam layanan konsultasi psikolog di puskesmas. Konflik dengan keluarga, pasangan, teman, maupun lingkungan kerja kerap memicu kecemasan, gangguan tidur, perubahan pola makan, hingga munculnya keluhan fisik.

“Kalau ditanya yang paling umum, kebanyakan berkaitan dengan relasi. Konflik dengan keluarga, pasangan, teman, atau lingkungan kerja sangat sering menjadi pemicu gangguan psikologis,” ungkapnya.

Baca Juga : DPRD Dukung 220 Titik Pengelolaan Sampah di Bandung, Ajak Warga Ambil Peran

Ia menegaskan bahwa rasa cemas merupakan respons yang normal. Namun apabila kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, masyarakat sebaiknya segera mencari bantuan profesional.

Melalui layanan psikolog yang kini semakin mudah dijangkau di puskesmas, warga diharapkan tidak ragu untuk memeriksakan kesehatan mental sebagai bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh.***

Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini