Kisah Inspiratif 27 Tahun Jadi Linmas, Darno Tak Menyangka Pengabdiannya Berbuah Tiket Umrah

Kisah Inspiratif 27 Tahun Jadi Linmas, Darno Tak Menyangka Pengabdiannya Berbuah Tiket Umrah Darno dari Caringin Dapat Kesempatan Umrah Berkat Warga. (Bandung.go.id)

TERASBANDUNG.COM - Puluhan tahun menghabiskan waktu untuk melayani masyarakat menjadi perjalanan panjang bagi Darno, anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kelurahan Caringin, Kota Bandung.

Di usianya yang kini menginjak 63 tahun, Darno masih aktif menjalankan tugas sebagai Linmas. Pengabdiannya bahkan telah berlangsung selama sekitar 27 tahun, sejak pertama kali dipercaya menjadi Linmas di tingkat RW pada 1999.

Darno kemudian mendapat kepercayaan untuk membantu tugas di tingkat kelurahan. Sekitar 2004 atau 2005, ia diajak oleh lurah untuk bergabung dalam kegiatan Linmas Kelurahan Caringin.

Sejak saat itu, ia terus menjalankan tugas menjaga keamanan dan membantu masyarakat hingga sekarang.

Salah satu rutinitas Darno bersama anggota Linmas lainnya adalah melakukan pemantauan lingkungan pada malam hari. Mereka berkeliling dari satu RW ke RW lainnya untuk memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif.

Baca Juga : Satpol PP Tertibkan 58 Bangunan di Jalan Rajawali, Trotoar Dikembalikan untuk Pejalan Kaki

“Kalau meronda, misalnya kita kontrol di RW. Di keluarga kita itu ada berapa RW, misalnya enam. RW 1 sampai 6 itu kita kontrol tiap malam,” ujar Darno.

Usia yang tak lagi muda ternyata tidak membuatnya berhenti mengabdi. Bagi Darno, menjalankan tugas sebagai Linmas bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari kehidupan yang selama ini ia jalani dengan penuh tanggung jawab.

Namun, ada pengalaman istimewa yang kemudian hadir setelah bertahun-tahun Darno memberikan waktunya untuk masyarakat. Ia mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah berkat dukungan warga Kelurahan Caringin.

Dana keberangkatan tersebut dikumpulkan secara sukarela oleh masyarakat. Darno pun mengaku tidak pernah merencanakan atau membayangkan bisa mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci.

“Tidak ada merasa mau ke sana, mau ke sini. Karena ada program, dikerjakan dari Allah. Mungkin kita langsung dipanggil saja,” ungkapnya.

Tak hanya biaya perjalanan, sejumlah kebutuhan keberangkatan Darno juga turut dibantu. Persiapan seperti perlengkapan perjalanan hingga pengurusan paspor dilakukan agar dirinya dapat berangkat tanpa harus memikirkan berbagai keperluan tersebut seorang diri.

Momen ketika dirinya diberi tahu mengenai keberangkatan umrah pun masih dikenang Darno.

“Katanya, Pak, Bapak sudah berangkat saja. Terima kasih banyak, gitu saja,” tuturnya.

Baca Juga : Pemkot Bandung dan PNM Perkuat UMKM Perempuan Naik Kelas dan Berdaya Saing

Darno menjalani perjalanan umrah selama sekitar 10 hari. Bagi dirinya, perjalanan tersebut bukan hanya menjadi kesempatan menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi pengalaman berharga setelah puluhan tahun mengabdikan diri kepada warga.

Ia pun memandang kesempatan tersebut sebagai bentuk rezeki sekaligus rasa syukur atas perjalanan hidup yang telah dilaluinya.

Meski telah memperoleh pengalaman berharga tersebut, Darno belum memilih berhenti dari aktivitasnya sebagai Linmas.

Pada usia 63 tahun, ia masih menjalankan tugas di Kelurahan Caringin dan tetap berupaya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Kisah Darno menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat tumbuh dari hal-hal sederhana. Selama puluhan tahun, ia memilih tetap hadir, membantu menjaga lingkungan, serta menjalankan tanggung jawab tanpa banyak menuntut balasan.

Kesempatan beribadah ke Tanah Suci yang datang setelah perjalanan panjang tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah pengabdiannya.

Bagi Darno, manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan keikhlasan dalam menjalankan tugas menjadi hal yang jauh lebih penting.***

Penulis: Tim Teras Bandung | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini