TERASBANDUNG.COM - Trotoar di kawasan Gasibu Field, Kota Bandung, yang sebelumnya dikeluhkan karena memiliki ketinggian cukup ekstrem akhirnya mendapat perhatian pemerintah. Keluhan pejalan kaki mengenai akses trotoar yang terlalu tinggi langsung ditindaklanjuti dengan evaluasi dan rencana perbaikan.
Persoalan tersebut menjadi sorotan setelah sejumlah warga mengeluhkan akses menuju trotoar di kawasan Gasibu, khususnya dari arah Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat menuju Gasibu. Trotoar yang baru ditata dinilai cukup tinggi sehingga menyulitkan warga ketika hendak naik maupun turun dari jalur pedestrian.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kemudian mengakui bahwa kondisi trotoar di lokasi tersebut memang terlalu tinggi. Ia meminta Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat segera melakukan evaluasi.
Baca Juga : Trotoar di Kawasan Gasibu Bandung Disorot, Tingginya Sampai Lutut Orang Dewasa
Trotoar Gasibu Akan Dibuat Undakan
Salah satu solusi yang disiapkan pemerintah adalah membuat undakan atau trap pada akses menuju trotoar.
Dengan adanya undakan tersebut, pejalan kaki tidak lagi harus menaiki trotoar secara langsung dari permukaan jalan yang memiliki perbedaan ketinggian cukup besar.
"Dengan begitu, naik ke trotoar ada trapnya, tidak langsung dari jalan raya ke trotoar," ujar Dedi Mulyadi.
Perbaikan tersebut diharapkan membuat akses trotoar lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan jalur pedestrian.
Dikeluhkan Lansia dan Perempuan
Sebelumnya, ketinggian trotoar Gasibu menuai keluhan dari sejumlah pejalan kaki. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya menyulitkan warga yang memiliki keterbatasan mobilitas, tetapi juga lansia dan perempuan.
Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di sekitar zebra cross dari arah Monumen Perjuangan menuju kawasan Gasibu. Pemberitaan detikJabar menyebut ketinggian trotoar di titik tersebut diperkirakan lebih dari 25 sentimeter sehingga warga yang baru menyeberang jalan harus menghadapi pijakan tinggi sebelum dapat masuk ke jalur pedestrian.
Keluhan serupa juga disampaikan warga yang setiap hari melintas di kawasan tersebut. Mereka berharap akses trotoar dibuat lebih rata dan mudah digunakan, terutama ketika kawasan Gasibu sedang ramai oleh masyarakat.
Tak Hanya Undakan, Jalur Disabilitas Juga Diminta
Perbaikan trotoar Gasibu tidak hanya berkaitan dengan ketinggian. Pemerintah juga meminta agar aspek aksesibilitas penyandang disabilitas diperhatikan.
Dedi Mulyadi meminta agar trotoar tersebut dilengkapi dengan ubin pemandu sehingga lebih ramah bagi penyandang disabilitas, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan.
Langkah tersebut menjadi penting karena trotoar merupakan fasilitas publik yang seharusnya dapat digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat.
Trotoar Gasibu Harus Kembali Jadi Hak Pejalan Kaki
Selain memperbaiki desain fisik, Dedi Mulyadi juga mengingatkan mengenai fungsi utama trotoar.
Menurutnya, jalur pedestrian harus digunakan sebagaimana peruntukannya, yakni sebagai ruang bagi pejalan kaki. Trotoar tidak seharusnya digunakan oleh pedagang, pengendara sepeda motor maupun pesepeda.
Penegasan tersebut menjadi bagian penting dalam penataan kawasan Gasibu. Sebab, trotoar yang sudah dibangun dengan baik akan kehilangan fungsinya apabila kemudian digunakan untuk aktivitas lain yang membuat pejalan kaki harus turun ke badan jalan.
Gasibu Ditutup hingga Awal 2027
Perbaikan trotoar ini berlangsung di tengah penataan besar kawasan Gasibu.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menutup kawasan Gasibu pada 1 September 2026. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses penataan dan optimalisasi kawasan, termasuk perbaikan fasilitas publik serta penataan area jogging track. Pemerintah memperkirakan proses tersebut berlangsung hingga awal 2027.
Dengan penataan tersebut, kawasan Gasibu diharapkan dapat menjadi ruang publik yang lebih tertata, aman, nyaman dan fungsional bagi masyarakat.
Trotoar Gasibu Diharapkan Lebih Ramah Pejalan Kaki
Persoalan trotoar yang terlalu tinggi menjadi pelajaran penting dalam pembangunan fasilitas publik. Tampilan trotoar yang lebar dan rapi tetap harus diikuti dengan akses yang mudah digunakan.
Perbaikan berupa undakan dan penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas diharapkan dapat menjawab keluhan masyarakat.
Kini, perhatian publik tertuju pada proses penataan selanjutnya. Akankah trotoar Gasibu benar-benar menjadi lebih nyaman dan aman setelah diperbaiki?
Yang jelas, keluhan warga telah mendapat respons dan pemerintah telah meminta perbaikan agar jalur pedestrian di kawasan ikonik Bandung tersebut lebih ramah bagi seluruh pejalan kaki.
Kata kunci SEO: trotoar Gasibu, trotoar Gasibu terlalu tinggi, trotoar Gasibu diperbaiki, Gasibu Bandung, Dedi Mulyadi trotoar Gasibu, trotoar Bandung, perbaikan trotoar Gasibu, kawasan Gasibu Bandung, jalur pedestrian Gasibu, berita Bandung terbaru.
Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara