TERASBANDUNG.COM - Memiliki gigi putih dan bersih menjadi salah satu bagian dari penampilan yang diinginkan banyak orang. Tak sedikit cara alami yang kemudian dipercaya dapat membantu mencerahkan warna gigi, termasuk mengonsumsi buah-buahan tertentu.
Stroberi, nanas, pepaya hingga pisang kerap disebut-sebut sebagai buah yang dapat membantu memutihkan gigi. Namun, apakah benar buah-buahan tersebut mampu membuat gigi menjadi lebih putih?
Jawabannya perlu dilihat lebih hati-hati. Buah memang dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan gigi dan mulut, tetapi tidak ada buah yang terbukti dapat menggantikan proses pemutihan gigi secara klinis.
American Dental Association (ADA) menjelaskan bahwa metode pemutihan alami atau DIY menggunakan buah masih memiliki bukti yang terbatas. Bahkan, penelitian terhadap campuran stroberi dan baking soda tidak menemukan peningkatan pemutihan gigi yang dapat diukur.
1. Stroberi
Stroberi menjadi salah satu buah yang paling sering dikaitkan dengan cara alami memutihkan gigi.
Buah ini mengandung vitamin C dan berbagai senyawa tanaman. Namun, anggapan bahwa stroberi dapat digunakan sebagai bahan pemutih gigi masih belum memiliki bukti klinis yang kuat.
ADA mencatat penelitian mengenai campuran stroberi dan baking soda tidak menemukan perubahan pemutihan gigi yang terukur. Karena itu, menggosokkan stroberi ke permukaan gigi tidak dapat dianggap sebagai metode pemutihan gigi yang terbukti efektif.
Selain itu, buah-buahan yang bersifat asam sebaiknya tidak digunakan secara berlebihan atau digosokkan langsung ke gigi karena paparan asam yang terlalu sering dapat berkontribusi terhadap erosi enamel.
2. Nanas
Nanas juga sering masuk dalam daftar buah yang dipercaya bisa membantu membuat gigi terlihat lebih cerah.
Alasannya adalah kandungan bromelain, yaitu kelompok enzim yang terdapat dalam nanas. Bromelain menjadi perhatian peneliti karena berpotensi membantu proses penghilangan noda pada permukaan gigi.
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2024 menguji ekstrak nanas, pepaya dan kiwi pada gigi manusia yang telah diberi noda teh. Penelitian tersebut menemukan bahwa kombinasi hidrogen peroksida dengan ekstrak nanas menunjukkan efektivitas pemutihan paling tinggi dibandingkan kombinasi dengan ekstrak buah lainnya.
Namun, ada catatan penting: penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa makan nanas atau menggosokkan nanas langsung ke gigi dapat memutihkan gigi seperti bleaching.
Penelitian lain pada 2025 membandingkan nanas, kulit pisang dan karbamid peroksida. Hasilnya menunjukkan karbamid peroksida tetap menghasilkan perubahan warna yang lebih besar, meskipun nanas menunjukkan potensi tertentu sebagai bahan alami. Penelitian tersebut dilakukan pada model gigi di laboratorium, sehingga hasilnya tidak bisa langsung disamakan dengan kondisi penggunaan sehari-hari.
3. Pepaya
Pepaya juga menarik perhatian karena mengandung papain, yaitu enzim proteolitik.
Sejumlah penelitian mengenai bahan pemutih gigi berbasis enzim meneliti papain dan bromelain karena kemampuannya memecah protein tertentu. Kajian ilmiah terbaru menyebut kedua enzim tersebut berpotensi digunakan dalam formulasi pemutih gigi, tetapi penelitian mengenai efektivitas dan keamanan penggunaannya masih terus berkembang.
Penelitian laboratorium yang menguji ekstrak pepaya, nanas dan kiwi juga menemukan potensi ekstrak buah tersebut ketika dikombinasikan dengan hidrogen peroksida.
Jadi, pepaya lebih tepat disebut memiliki kandungan yang sedang diteliti untuk aplikasi pemutihan gigi, bukan sebagai buah yang terbukti dapat memutihkan gigi jika dikonsumsi secara rutin.
4. Pisang
Pisang juga sering digunakan dalam berbagai tips pemutihan gigi alami, terutama bagian kulitnya.
Namun, bukti mengenai efektivitasnya masih terbatas.
Penelitian yang diterbitkan pada 2025 membandingkan penggunaan inti nanas dan kulit pisang dengan bahan pemutih gigi berbasis 10 persen karbamid peroksida. Hasil penelitian menunjukkan nanas memiliki efek perubahan warna tertentu, sedangkan karbamid peroksida memberikan efek pemutihan lebih besar secara keseluruhan.
Artinya, belum cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa menggosokkan kulit pisang pada gigi merupakan cara efektif untuk memutihkan gigi.
5. Apel
Apel kerap dianggap sebagai "sikat gigi alami" karena teksturnya renyah dan membutuhkan proses mengunyah.
Meski mengonsumsi buah seperti apel dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, bukan berarti apel dapat memutihkan warna gigi.
Warna gigi dipengaruhi berbagai faktor. American Dental Association membedakan noda gigi menjadi noda eksternal yang berada di permukaan dan perubahan warna internal yang berasal dari struktur gigi. Noda permukaan dapat dikurangi dengan tindakan mekanis tertentu, tetapi perubahan warna dari dalam gigi membutuhkan pendekatan berbeda.
Karena itu, mengunyah apel tidak bisa disamakan dengan tindakan bleaching.
6. Jeruk
Jeruk kaya vitamin C dan dapat menjadi bagian dari pola makan yang baik untuk kesehatan secara umum. Namun, jeruk bukan bahan pemutih gigi yang direkomendasikan.
Jeruk dan buah sitrus lainnya bersifat asam. American Dental Association menyebut konsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam secara sering berkaitan dengan peningkatan risiko erosi gigi.
Erosi dapat mengikis enamel, lapisan keras yang melindungi gigi. Ketika enamel semakin tipis, lapisan dentin yang berwarna lebih kekuningan dapat semakin terlihat.
Karena itu, menggunakan air perasan jeruk untuk menggosok atau berkumur dengan tujuan memutihkan gigi justru bukan pilihan yang baik.
Buah Bisa Membantu Kesehatan Gigi, tetapi Bukan Pengganti Bleaching
Kesalahpahaman yang sering terjadi adalah menganggap makanan yang baik untuk kesehatan gigi otomatis bisa memutihkan gigi.
Padahal, keduanya merupakan hal berbeda.
Pola makan sehat dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi, tetapi perubahan warna gigi memiliki banyak penyebab. Menurut ADA, noda permukaan dapat berasal dari makanan dan minuman berpigmen seperti kopi, teh, anggur merah serta kebiasaan merokok. Sementara itu, perubahan warna dari dalam gigi memiliki penyebab yang berbeda.
Karena itu, menjaga pola makan tetap penting, tetapi tidak perlu berharap buah tertentu akan memberikan efek bleaching.
Hati-Hati Menggosok Gigi dengan Buah Asam
Tips di media sosial seperti menggosokkan stroberi, lemon atau nanas langsung ke gigi perlu disikapi dengan hati-hati.
Makanan yang mengandung asam, jika terlalu sering bersentuhan dengan gigi, dapat meningkatkan risiko erosi enamel. ADA juga menegaskan bahwa erosi gigi akibat asam bersifat permanen.
Jadi, jangan menggunakan buah asam sebagai pengganti pasta gigi dan jangan menggosokkannya berulang kali ke permukaan gigi demi mendapatkan warna lebih putih.
Lalu Bagaimana Cara Menjaga Gigi Tetap Putih?
Ada beberapa kebiasaan yang lebih masuk akal untuk menjaga gigi tetap bersih dan mengurangi noda permukaan.
1. Sikat Gigi Secara Rutin
Menyikat gigi membantu menghilangkan plak dan sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi.
2. Kurangi kebiasaan yang menyebabkan noda
Kopi, teh, rokok dan sejumlah makanan atau minuman berpigmen dapat menyebabkan noda pada permukaan gigi.
3. Tetap konsumsi buah
Buah tetap baik untuk menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, konsumsilah buah untuk mendapatkan zat gizi, bukan semata-mata sebagai bahan pemutih gigi.
4. Jangan mencoba metode pemutih ekstrem
Menggosok gigi dengan bahan asam, abrasif atau campuran rumahan tertentu dapat berisiko merusak permukaan gigi.
5. Konsultasikan jika ingin gigi lebih putih
Jika tujuan utamanya adalah memutihkan warna gigi, dokter gigi dapat membantu menentukan penyebab perubahan warna dan metode yang sesuai.
NHS menyebut pemutihan gigi yang dilakukan melalui dokter gigi atau menggunakan kit dari dokter gigi sebagai pilihan yang paling aman.
Buah Mana yang Paling Berpotensi untuk Gigi Tampak Lebih Cerah?
Jika berdasarkan penelitian yang tersedia, nanas dan pepaya termasuk buah yang menarik perhatian karena kandungan enzim bromelain dan papain.
Namun, penting membedakan antara potensi bahan aktif dalam penelitian dengan efek mengonsumsi buah secara langsung.
Penelitian laboratorium memang menunjukkan bahwa ekstrak nanas atau enzim tertentu dapat berperan dalam formulasi pemutihan gigi. Akan tetapi, bukti tersebut belum cukup untuk menyatakan bahwa seseorang cukup makan nanas atau mengoleskan nanas dan pepaya pada gigi untuk mendapatkan efek pemutihan yang sama.
Kesimpulan
Beberapa buah seperti nanas, pepaya dan stroberi memang sering dikaitkan dengan pemutihan gigi karena kandungan enzim atau senyawa tertentu.
Namun, hingga saat ini belum ada bukti kuat bahwa mengonsumsi atau menggosokkan buah secara langsung ke gigi dapat memutihkan gigi secara signifikan seperti prosedur bleaching. ADA bahkan menyebut bukti mengenai metode pemutihan alami berbasis buah masih terbatas.
Buah tetap penting dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat. Tetapi jika ingin mendapatkan gigi lebih putih, cara yang lebih aman adalah menjaga kebersihan gigi, mengurangi faktor penyebab noda dan berkonsultasi dengan dokter gigi jika membutuhkan prosedur pemutihan.
Penulis: Ginevara | Editor: Ginevara