Dari Jengkol hingga Coconut Coffee, Ini Daya Tarik Kuliner Manika Bandung. (Ist)
TERASBANDUNG.COM - Menikmati masakan rumahan sekaligus bersantai di tengah kota kini bisa menjadi pilihan di Manika, Kota Bandung. Tempat kuliner ini memadukan sajian rumahan dengan ruang berkumpul yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas.
Founder Manika, Ilona Annisa Ristiani, mengatakan nama Manika terinspirasi dari filosofi manik-manik yang memiliki nilai lebih ketika dirangkai menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Manik-manik itu memang cantik. Tapi kalau tidak diuntai menjadi sesuatu, hanya bisa dilihat. Ketika dirangkai menjadi gelang, kalung dan sebagainya, manik-manik menjadi lebih bermanfaat dan bermakna,” kata Ilona di Manika, Kamis 8 Oktober 2026.
Manika memiliki dua lantai dengan fungsi berbeda. Lantai pertama menjadi area makan dan display hidangan, sedangkan lantai dua difungsikan sebagai community hub untuk membaca, bermain PlayStation, menonton bersama, hingga bermain musik.
“Jadi kita menghadirkan konsep rumah ini dalam satu tempat. Kita berada di tengah Kota Bandung. Kalau merindukan suasana rumah seperti ke kampung halaman tapi jauh, datang saja ke sini, sudah seperti di rumah,” ujarnya.
Daya tarik lainnya adalah pilihan menu yang berganti setiap hari. Beragam hidangan tersedia, mulai dari ayam suwir, ayam woku, pepes, ikan acar, pesmol, rendang, gepuk, hingga aneka sayuran.
“Pokoknya semua masakan rumahan kita bikin beda-beda supaya orang tidak jenuh. Seperti kita kalau pulang ke rumah, mama masak itu-itu saja kadang bosan. Jadi kita hadirkan berbeda-beda supaya setiap harinya ada pengalaman yang berbeda,” jelas Ilona.
Ikan acar, jengkol, dan asin cumi sambal hijau menjadi beberapa menu favorit pelanggan. Paket makan rumahan ditawarkan mulai Rp30 ribu, lengkap dengan lauk, gorengan, tumisan, dan minuman.
Untuk minuman, tersedia Coconut Coffee Manika dengan taburan kelapa sangrai, Berry Manika, aneka kopi, jus, serta teh free flow.
Pengunjung juga dapat memilih dessert seperti cheesecake, tiramisu, cookies, dan berbagai produk makanan ringan serta oleh-oleh.
Ke depan, Manika berencana menghadirkan agenda kegiatan bulanan di lantai dua, termasuk workshop membatik, fotografi, dan aktivitas kreatif lainnya.
“Kita terbuka untuk siapapun yang mau mengadakan workshop di sini. Bisa datang ke Manika kemudian kita create event-nya bersama,” ujarnya.
Baca Juga : Dinkes Bandung Temukan Masalah Higiene Restoran, 24 Kasus Dugaan Keracunan Dilaporkan
Manika buka setiap hari pukul 07.00–22.00 WIB. Menu sarapan berupa lontong kari khas Manika tersedia pukul 07.00–10.00 WIB.
Ilona berharap Manika dapat menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku kuliner lokal, khususnya UMKM, untuk memperluas jangkauan dan memperkenalkan produk mereka.
“Harapannya kuliner Kota Bandung yang sangat beragam ini bisa terus berkolaborasi. Manika tidak ingin berdiri sendiri, tetapi bisa berkolaborasi dengan berbagai jenis kuliner khususnya UMKM,” tuturnya.***
Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto