TERASBANDUNG.COM - Nasib kompetisi Liga 1 masih belum menentu setelah untuk sementara dibekukan oleh pemerintah Indonesia.

Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan tersebut usai terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 suporter Arema FC.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan terjadi usai laga Arema FC yang menjamu Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 lalu.

Walau nasib kompetisi kasta tertinggi masih belum menentu kelanjutannya, skuad Persebaya Surabaya kembali berlatih.

Baca Juga: Ini Tanggapan Marc Klok dan Backham Putra Soal Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Dilansir dari Liga Indonesia Baru, pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso memang sempat meliburkan anak asuhnya selama tiga hari terhitung sejak Jumat (7/10) hingga Ahad (9/10) lalu.

Menurut Aji Santoso, tidak ada masalah untuk meliburkan pemain lebih lama dari biasanya karena kompetisi memang sedang libur.

“Jadi tim sempat libur tiga hari di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Kebetulan kan kompetisi juga masih libur. Tapi mulai Senin ini sudah mulai fokus latihan lagi untuk menatap kompetisi selanjutnya,” ujar Aji Santoso.

Pelatih berlisensi AFC pro itu secara jujur belum mengetahui kapan Liga 1 2022/2023 akan dilanjutkan.

Baca Juga: Kompetisi Liga 1 Ditunda Dua Pekan, Luis Milla Jaga Motivasi Skuad Persib Bandung

"Tapi saya minta ke anak-anak untuk fokus latihan saja untuk pertandingan berikutnya," tegasnya.

Soal tim-tim yang menyikapi penundaan kompetisi secara berbeda, Aji Santoso tidak ambil pusing.

Dia menghargai setiap keputusan yang diambil tim karena masing-masing punya programnya tersendiri termasuk Persebaya.

Oleh sebab itu, ketika tim lain ada yang memilih rehat sejenak dari aktivitas sepak bola, Persebaya tidak demikian.

"Setiap tim kan punya program tersendiri. Jadi kalau ada tim yang libur, ya itu tidak masalah, silakan saja. Tapi kalau saya tidak libur. Ya libur pun tiga hari itu, setelahnya fokus lagi," tandasnya.**