TERASBANDUNG.COM - Persib Bandung akan memaksimalkan pengamanan pertandingan kandang di kompetisi Liga 1 2023/2024. Pengamanan ketat tersebut dilakukan demi meminimalisir masalah yang kerap terjadi, soal flare.

Hal itu dilakukan demi mewujudkan kenyamanan dan keselamatan setiap pertandingan kandang Liga 1.

Persib akan melakoni laga perdananya di Liga 1 2023/2024 pada Minggu 2 Juli 2023, melawan Madura United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage Kota Bandung.

Koordinasipun telah dilakukan pihak Persib dengan Polrestabes. Pihak panpel pun mendapatkan banyak masukan dari pihak kepolisian untuk menciptakan situasi kondusif di pertandingan Persib.

Safety and Security Officer (SSO) Persib, Rinto Aria Sanjaya mengatakan, di laga kontra Madura United nanti, pihaknya akan menyiapkan 713 personel steward. Ratusan personel pengamanan itu disebar di sejumlah titik, termasuk area tribun.

Baca Juga : Intip Yuk Rahasia Mengolah Sate yang Pas untuk Sajian di Hari Raya Kurban, Dijamin Tak Kering dan Keras

Di pintu masuk, akan lebih ketat. Pengamanan ketat ini meliputi pemeriksaan tubuh untuk mebghindari penyelundupan flare yang bisa ditempel dalam anggota tubuh.

Rinto menegaskan pihaknya akan langsung mengambil tindakan tegas bila menemukan penonton yang membawa flare. Tindakan tegas itu berupa pemblokiran akun pemilik tiket hingga diserahkan kepada pihak kepolisian.

"Apabila ditemukan flare itu akan dipisahkan langsung, tiket gelang akan kami sita, tidak boleh menonton, dan akan langsung diserahkan ke polisi. Diblokir. Hari itu juga akan langsung," kata Rinto disadur dari REPUBLIKBOBOTOH.COM.

Pemblokiran akun tersebut sudah pernah dilakukan Persib di musim lalu, tepatnya pada pertandingan terakhir kontra Persikabo. Pada saat bersamaan akun pemilik flare akan diblokir.

"Gak bisa. Sudah ada contoh yang kemarin, pada pertandingan (terakhir) lawan Persikabo itu sudah kita data, dan dia tidak akan bisa nonton untuk pertandingan minggu besok," tutup Rinto.

Selain itu, Persib tengah mempertimbangkan untuk melarang penonton membawa makanan. Menurut pria yang akrab disapa Is itu, flare bisa diselundupkan melalui makanan yang dibawa penonton.

Baca Juga : Bus KPK Bakal Mampir ke Kota Bandung pada 2 Juli 2023, Ada Apa?

"Ya ini memang satu proses yang gak bisa berhenti dan harus terus menerus kita gaungkan, anti flare ini. Kalau prosesnya, body checking-nya akan lebih ketat."

"Yang kedua kita sedang pertimbangkan melarang bawa masuk makanan, nasi bungkus, snack, karena terjadi tak hanya di laga terakhir katena penyelundupan itu bisa terjadi dalam nasi bungkus," jelas Is.

Denda Flare 4 Miliar

Sementara itu, Deputi CEO PT PBB, Teddy Tjahjono menambahkan masalah flare memang mendapatkan atensi besar dari banyak pihak.

Sehingga Persib ingin memaksimalkan pengamanan demi menciptakan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan.

"Ini bukan hal baru dari beberapa tahun lalu tapi makin kesini makin banyak mendapatkanlan atensi baik dari PSSI, LIB, dan Kepolisisan, apalagi sepak bola Indonesia lagi dimonitor," kata Teddy Tjahjono.

Kata Teddy Tjahjono, Persib sudah dijatuhi denda miliyaran rupiah selama beberapa musim ke belakang akibat flare.

Menurutnya denda rupiah tak memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran.

Baca Juga : Akhirnya Program Bebas Bea Balik Nama dan Diskon Pajak Kendaraan 2023 di Jawa Barat Hadir Lagi

Wacana sanksi pengurangan poin di Liga 1 akibat flare juga disambut baik oleh Teddy Tjahjono. Ia berharap ada kepastian wacana sanksi tersebut bisa segera ditetapkan demi memberi efek jera.

"Seperti yang kita baca bahwa ada wacana penambahan sanksi lain, kita denda karena flare sudah 3-4 M, sanksi yang sia-sia dan itu tidak pernah belajar dari situ dan tetap dilakukan."

"Kita pengurus klub uang segitu buat bayar denda sayang amat. Ada wacana pengurangan poin terhadap suporter yang menyalakan flare, kita tunggu saja dan karena harus ada regulasi untuk memberikan efek jera, karena sanksi rupiah tidak memberikan efek jera," jelas teddy Tjahjono

Teddy menilai, kesadaran penonton menjadi fokus terbesar bagi Persib. Ia menghimbau agar Bobotoh bisa berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pertandingan yang kondusif dengan mematuhi setiap aturan.

"Tapi pada akhirnya apapun cara meminimalkan ya harus kembali ke niat dan kesadaran masing masing suporter. Regulasi ada dan aturan jelas, ya kalau ada niat menyalakan flare pasti ditempuh. Kami menghimbau semua bisa menjaga nama baik Persib dan Bobotoh katena pada akhirnya yang dirugikan klub yang kita cintai ini," tutup Teddy.**

*