TERASBANDUNG.COM - Pemerintah Kota Bandung memastikan situasi kota tetap aman dan terkendali sepanjang momentum libur Natal dan Tahun Baru.

Aktivitas masyarakat yang meningkat tidak memicu gangguan berarti, baik dari sisi keamanan, kebersihan, maupun layanan publik.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi kota relatif kondusif.

Arus kunjungan wisatawan memang meningkat, namun masih dapat dikelola dengan baik oleh seluruh perangkat daerah.

Baca Juga : Wali Kota Bandung Pastikan Perayaan Tahun Baru 2026 Aman dan Kondusif

Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan pengelolaan libur akhir tahun terlihat dari penanganan kebersihan kota.

Proses pembersihan kawasan publik dilakukan sejak dini hari, sehingga pada pagi hari kondisi Kota Bandung sudah kembali rapi dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.

Selain itu, koordinasi lintas sektor juga menjadi kunci. Pemerintah Kota Bandung secara intens berkolaborasi dengan unsur Forkopimda, mulai dari kepolisian, TNI, hingga kejaksaan, guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas di titik-titik keramaian.

Dari sisi ekonomi daerah, Iskandar menilai performa pendapatan Kota Bandung tetap solid.

Meski data resmi kunjungan wisatawan masih menunggu laporan, capaian pajak daerah menunjukkan tren positif. Realisasi pendapatan sementara disebut telah mendekati target tahunan.

Kota Bandung, lanjut Iskandar, memang sangat bertumpu pada sektor jasa dan pariwisata. Setiap lonjakan kunjungan wisatawan berdampak langsung pada penerimaan pajak hotel, restoran, serta sektor pendukung lainnya.

Kondisi ini membantu menjaga stabilitas Pendapatan Asli Daerah (PAD), meskipun sempat ada pembatasan kegiatan pada pertengahan tahun.

Baca Juga : Tanpa Kembang Api, Perayaan Malam Tahun Baru di Kota Bandung Tetap Meriah dan Tertib

Ia mengungkapkan bahwa target pendapatan daerah terus mengalami kenaikan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya target berada di kisaran Rp2,6 triliun, maka pada tahun berikutnya melonjak hingga lebih dari Rp3 triliun, dengan realisasi yang dinilai cukup menjanjikan.

Tak hanya sektor ekonomi, kualitas pelayanan publik juga menjadi perhatian utama. Salah satu terobosan yang mendapat sorotan adalah pengembangan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung yang kini dilengkapi fasilitas balai pernikahan terintegrasi.

Inovasi tersebut dinilai mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan administrasi sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan yang lebih modern, cepat, dan efisien.

Pemkot Bandung menegaskan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik seiring dengan dinamika kebutuhan warga dan penyesuaian struktur organisasi ke depan.***