Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Bandung.go.id)
TERASBANDUNG.COM - Pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Bandung berlangsung dalam suasana aman dan terkendali. Pemerintah Kota Bandung memastikan seluruh rangkaian perayaan berjalan lancar melalui pemantauan langsung ke sejumlah titik krusial yang menjadi pusat mobilitas dan keramaian warga.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung ke lapangan dengan berkeliling menggunakan kendaraan roda dua.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, kelancaran arus aktivitas warga, serta kondisi keamanan di berbagai lokasi strategis.
Baca Juga : Tanpa Kembang Api, Perayaan Malam Tahun Baru di Kota Bandung Tetap Meriah dan Tertib
Monitoring dilakukan di sejumlah titik penting, mulai dari Pos Pengamanan Stasiun Bandung, kawasan Paskal 23, Pos Pengamanan Terpadu Soekarno, hingga Balai Kota Bandung.
Dalam peninjauan ini, Farhan didampingi jajaran lengkap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung, termasuk Kapolres, Dandim, Denpom, Kejaksaan, TNI AL (Lanal), Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, kepala perangkat daerah, serta tim gabungan lintas instansi.
Hasil pantauan menunjukkan lonjakan mobilitas warga sejak periode libur akhir Desember. Salah satu titik paling padat adalah Stasiun Kereta Api Bandung yang mencatat pergerakan penumpang cukup tinggi.
“Memang padat, tapi alhamdulillah kondusif. Hal terpenting, tim kesehatan standby di stasiun karena setelah perjalanan jauh biasanya ada warga yang mengalami gangguan kesehatan,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu, 31 Desember 2025.
Selain stasiun, pemantauan juga menyasar terminal besar serta kawasan hiburan dan wisata, termasuk Jalan Asia Afrika yang menjadi magnet utama warga pada malam pergantian tahun.
18 Pos Pam Disiagakan, Perayaan Ditutup Dini
Untuk memastikan keamanan, Pemerintah Kota Bandung bersama TNI dan Polri menyiagakan 18 Pos Pengamanan yang tersebar di berbagai sudut kota. Seluruh unsur pengamanan, mulai dari TNI, Polri, Koramil, Polsek, hingga Forkopimda, berada dalam status siaga penuh sepanjang malam.
“Alhamdulillah tidak ada kejadian menonjol atau hal-hal yang aneh. Suasana meriah, warga menikmati malam pergantian tahun dengan tertib,” kata Farhan.
Pengawasan juga diperluas ke wilayah timur Kota Bandung, termasuk kawasan Gedebage, guna memastikan tidak ada titik yang luput dari pemantauan.
Pemkot Bandung menargetkan rangkaian pengamanan dan aktivitas publik selesai pada pukul 01.00 WIB. Setelah itu, dilakukan pembersihan area publik untuk mencegah kerumunan berkepanjangan.
Baca Juga : Menutup 2025, Bandung Satukan Doa Lintas Agama Sambut Tahun Baru
“Kita jaga, bukan begadang. Jam satu malam kita mulai bersihkan area supaya tidak ada kumpul-kumpul terlalu lama,” tegas Farhan.
Refleksi 2025 dan Arah Bandung di Tahun 2026
Dalam refleksi akhir tahun, Farhan menyebut 2025 sebagai fase pembelajaran penting di awal masa kepemimpinannya. Berbagai tantangan, mulai dari bencana, isu keamanan, hingga persoalan hukum, menjadi pengalaman berharga bagi Pemerintah Kota Bandung.
“Alhamdulillah semua bisa dilalui dengan dukungan Forkopimda, TNI-Polri, kejaksaan, pengadilan, hingga BIN yang sangat solid,” ujarnya.
Memasuki 2026, Pemkot Bandung akan memfokuskan program pembangunan pada pembenahan permukiman dan kewilayahan melalui Program Prakarsa, penguatan deteksi dini dan mitigasi bencana bersama Forkopimcam, serta percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya pada 17 ruas jalan utama.
Selain itu, sektor pariwisata akan terus diperkuat melalui pengembangan MICE dan sport tourism, dengan mengedepankan kolaborasi lintas daerah dan institusi.
“Pelajaran terpenting, kita tidak bisa berjalan sendiri. Kerja sama Forkopimda, bahkan hingga level provinsi, harus terus dijaga dan ditingkatkan,” pungkas Farhan.***
Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto