TERASBANDUNG.COM - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran campak.

Edukasi terus digencarkan agar warga mampu mengenali gejala sejak dini dan segera mengambil langkah penanganan yang tepat.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, menjelaskan bahwa tanda awal penyakit ini umumnya ditandai dengan demam tinggi.

Baca Juga : Sampah Bandung Tembus 208 Ton Saat Lebaran, Kini Mulai Terkendali

“Biasanya diikuti gejala tambahan seperti batuk, pilek, dan mata merah. Kalau ada gejala ini, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya deteksi dini, bahkan sebelum ruam khas campak muncul di kulit.

“Kalau demam, langsung saja ke puskesmas. Nanti petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Selain pemeriksaan medis, langkah penting lainnya adalah melakukan isolasi mandiri bagi pasien yang diduga terinfeksi. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penularan di lingkungan sekitar.

“Jangan dibawa keluar rumah. Gunakan masker karena penularannya melalui udara,” ujarnya.

Dadan juga mengingatkan bahwa virus campak memiliki tingkat penularan tinggi karena mampu bertahan di udara hingga dua jam.

Baca Juga : BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabar, Bandung Aktifkan Siaga Bencana, Warga Diminta Waspada

Untuk mencegah penyebaran lebih luas, masyarakat diimbau tidak hanya mengandalkan imunisasi, tetapi juga menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga daya tahan tubuh.

“Pencegahan harus dilakukan bersama, mulai dari imunisasi, penggunaan masker, hingga pola hidup sehat,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan potensi penularan campak dapat ditekan dan kesehatan warga tetap terjaga.***