TERASBANDUNG.COM - Kartini mungkin merangkai kata tentang harapan, tetapi Oneng Nani Hadian Supriatna 'menuliskannya' lewat tindakan. Dia datang sebagai penggerak senyap yang menjaga denyut pelayanan masyarakat tetap hidup.

Dari posyandu, kelompok wanita tani, hingga ruang-ruang kecil tempat warga menggantungkan kebutuhan dasarnya, Oneng Nani hadir tanpa sorotan. Tak selalu muncul di barisan depan, di tengah geliat pembangunan Desa Cibiru Wetan.

Pegiat Perempuan dan Ketua Pemuda Kolaborasi Audinie Notohadinegoro menyebut Oneng Nani sebagai sosok yang tidak mencari cahaya, tapi menjadi cahaya itu sendiri. Bagi Audinie, kekuatan Oneng Nani terletak pada kesunyian kerja yang dijalani setiap hari.

“Beliau ini seperti Kartini dalam bentuk yang berbeda. Tidak banyak bicara, tapi memastikan semua program benar-benar sampai ke warga,” ujar Audinie dalam sebuah percakapan.

Oneng Nani Hadian Supriatna adalah ibu rumah tangga yang memilih hadir penuh dalam kerja-kerja desa. Dia mendampingi Kepala Desa Cibiru Wetan melalui perannya sebagai Ketua TP-PKK, sekaligus menggerakkan berbagai layanan sosial yang menjadi nadi kehidupan masyarakat.

Setiap hari, dia berinteraksi dengan kader PKK, mendampingi posyandu, menyambangi kelompok wanita tani, hingga memastikan layanan PAUD, Kampung KB, dan kelompok disabilitas berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas itu ia jalani tanpa banyak sorotan, tetapi dengan konsistensi yang terus terjaga.

“Saya bersyukur tidak menjadi wanita karier. Waktu dan tenaga saya bisa saya dedikasikan untuk desa,” kata Oneng dalam sebuah obrolan ringan.

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun di lapangan, menjelma menjadi rangkaian kerja yang tidak pernah berhenti. Kehadirannya menjadi penghubung antara program dan warga, antara kebijakan dan kebutuhan yang nyata.

Desa Cibiru Wetan pun mencatat berbagai capaian. Di antaranya Juara 2 Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten Bandung tahun 2022, Juara 2 Hatinya PKK tahun 2025, serta sejumlah penghargaan di tingkat PKK Kabupaten Bandung. Sebelumnya, dia juga pernah masuk dalam 10 Kader Keamanan Pangan Terbaik Tingkat Nasional tahun 2021.

Namun bagi Oneng Nani, semua itu bukan tujuan akhir. “Ini kerja bersama,” ujarnya merendah. “Saya hanya bagian kecil dari banyak orang yang bergerak.”

Audinie menyebutnya sebagai sosok yang menghidupkan kerja-kerja desa dari sisi yang kerap tak terlihat. “Kalau Kartini memperjuangkan gagasan lewat tulisan, Bu Oneng memperjuangkannya lewat kehadiran,” katanya.

Di Cibiru Wetan, pengabdian itu tidak selalu terdengar. Dia terasa, dalam aktivitas posyandu, gerak kader, dan layanan dasar yang sampai ke warga tanpa putus.

Seperti Kartini yang menyalakan cahaya dari ruang sunyi, Oneng Nani Hadian Supriatna menyalakan kehidupan desa dengan langkah-langkah kecil yang konsisten. Tanpa banyak gema, tetapi cukup untuk menjaga nyala itu tetap ada.