TERASBANDUNG.COM - Sebanyak 1.181 atlet dari berbagai cabang olahraga Kota Bandung mengikuti tes kebugaran berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (sport science) di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI, Cicaheum, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur kesiapan atlet menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI tahun 2026.

Porprov 2026 sendiri akan digelar di tiga kota, yakni Bogor, Bekasi, dan Depok. Kota Bandung tak hanya berpartisipasi sebagai kontingen, tetapi juga berperan sebagai tuan rumah pendamping untuk sejumlah cabang olahraga.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Hendy Maulana Yusuf, menegaskan bahwa pelaksanaan tes sport science ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan atlet secara objektif dan terukur.

“Alhamdulillah, hari ini Dispora bersama KONI Kota Bandung melaksanakan kegiatan sport science sebagai alat ukur kesiapan atlet yang akan bertanding di Porprov 2026. Harapannya, atlet Kota Bandung mampu memberikan kontribusi maksimal dan mengharumkan nama daerah,” ujar Hendy disela-sela acara.

Ia juga menjelaskan bahwa Kota Bandung akan menjadi tuan rumah pendamping untuk lima cabang olahraga, yakni softball, baseball, tenis, soft tennis, dan woodball, serta satu cabang eksibisi yaitu lari trail yang berada di bawah naungan Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI).

Lebih lanjut, Hendy menyebut hasil tes ini akan menjadi bahan evaluasi awal bagi Dispora dan KONI untuk menentukan kesiapan atlet unggulan.

Dengan waktu persiapan sekitar enam hingga tujuh bulan ke depan, para atlet diharapkan mampu meningkatkan performa demi meraih hasil maksimal.

“Mudah-mudahan di awal atau akhir Mei kita sudah mendapatkan gambaran yang jelas terkait kondisi atlet,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi, menuturkan bahwa tes ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik atlet, khususnya mereka yang tergabung dalam program Tunjangan Prestasi (Tupres) dan Latihan Cabang Khusus (Latcabkhus), yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.

“Tes awal ini penting untuk memastikan apakah para atlet benar-benar menjalani latihan secara konsisten di masing-masing cabang olahraga,” kata Nuryadi.

“Selain itu, ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pelatih untuk melihat sejauh mana kondisi fisik atlet, apakah masih kurang, cukup, atau sudah maksimal,” tambah Nuryadi.

Ia menambahkan, hasil tes juga akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh, termasuk kemungkinan penerapan sistem promosi dan degradasi bagi atlet.

Hal ini dinilai penting agar bantuan dan pembinaan dapat tepat sasaran, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Saat ini, total atlet Kota Bandung mencapai 1.898 orang, namun yang mengikuti tes baru 1.181 atlet. Sisanya akan diverifikasi berdasarkan potensi dan peluang meraih medali.

“Data Porprov sebelumnya menunjukkan ada 375 atlet yang tidak meraih medali. Ini menjadi bahan evaluasi penting agar ke depan kita lebih selektif dan fokus pada atlet yang berpotensi menyumbang prestasi,” ungkapnya.

Tak hanya untuk Porprov, hasil pembinaan atlet ini juga diarahkan sebagai langkah lanjutan menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON). Kota Bandung pun ditargetkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kontingen Jawa Barat.

“Kita menargetkan minimal 21,1 persen kontribusi atlet untuk Jawa Barat. Artinya, atlet Kota Bandung harus mampu menjadi bagian dari kekuatan inti provinsi,” tegas Nuryadi.***