TERASBANDUNG.COM - Rencana pembangunan Gedung Baru RSUD Kota Bandung mulai memasuki tahap pembahasan yang lebih mendalam.

Sebelum regulasi terkait proyek tersebut dibahas lebih lanjut, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bandung melakukan peninjauan langsung ke RSUD Kota Bandung pada Kamis, 11 Juni 2026.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari persiapan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Pembangunan Gedung Inspektorat Daerah dan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung melalui skema penganggaran tahun jamak atau multiyears.

Dalam kesempatan itu, Ketua Bapemperda DPRD Kota Bandung, Dudy Himawan, menegaskan bahwa pembangunan gedung baru RSUD memiliki arti penting bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di masa mendatang.

“Pembangunan Gedung Baru RSUD Kota Bandung merupakan proyek strategis daerah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan publik.

Dukungan harus disertai penguatan tata kelola, kepastian hukum, dan jaminan keberlangsungan pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dudy, pembangunan fasilitas kesehatan berskala besar tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik semata.

Yang tak kalah penting adalah memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama proses konstruksi berlangsung.

Ia menilai pemerintah harus menyiapkan strategi transisi yang matang agar aktivitas pelayanan medis tidak terganggu.

Dengan demikian, masyarakat tetap dapat memperoleh layanan kesehatan secara aman dan nyaman meskipun pembangunan sedang berjalan.

Karena itu, Bapemperda menekankan perlunya perencanaan transisi layanan yang terukur guna mengantisipasi kemungkinan berkurangnya kapasitas pelayanan selama masa pembangunan.

Selain melakukan pengawasan terhadap proses penyusunan regulasi, DPRD Kota Bandung juga menyampaikan sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Salah satu fokus utama adalah menjaga keberlangsungan pelayanan publik agar tetap berjalan normal dan dapat diakses masyarakat tanpa hambatan.

Di saat yang sama, aspek keselamatan pasien juga harus menjadi prioritas dengan memastikan seluruh layanan klinis tetap berlangsung secara aman selama proses pembangunan.

Tidak hanya itu, Bapemperda juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap seluruh ketentuan hukum dan perizinan yang berlaku. Menurut DPRD, kelengkapan aspek legal menjadi faktor penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai aturan dan terhindar dari persoalan hukum di kemudian hari.

Aspek lain yang mendapat perhatian adalah pengelolaan anggaran proyek. DPRD menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran agar setiap tahapan pembangunan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik.

Dudy menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak semata-mata diukur dari berdirinya bangunan baru yang lebih modern.

Lebih dari itu, keberhasilan harus tercermin dari terjaganya kualitas pelayanan kesehatan, kepastian hukum, serta tata kelola anggaran yang baik selama proses pembangunan berlangsung.

"Pembangunan Gedung Baru RSUD Kota Bandung merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Bandung. Karena itu, seluruh proses pembangunan harus dilaksanakan dengan pengawasan yang ketat agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara optimal," ujarnya.

Melalui pengawasan yang berkelanjutan dan dukungan regulasi yang kuat, DPRD berharap pembangunan Gedung Baru RSUD Kota Bandung dapat menjadi fondasi bagi peningkatan layanan kesehatan yang lebih modern, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan.***