Peta rekayasa arul lalu lintas sekitaran jalan Asia Afrika ()
TERASBANDUNG.COM - Masyarakat yang akan beraktivitas di pusat Kota Bandung pada akhir pekan ini diminta memperhatikan rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan Asia Africa Festival (AAF) 2026. Pemerintah Kota Bandung bersama kepolisian akan menerapkan penutupan sejumlah ruas jalan pada 11-12 Juli 2026 untuk mendukung kelancaran festival budaya bertaraf internasional tersebut.
Rekayasa lalu lintas dilakukan karena rangkaian acara seperti Asia Africa Carnival, pertunjukan seni, hingga Asia Africa Market dipusatkan di kawasan Jalan Asia Afrika dan Braga yang diperkirakan dipadati ribuan pengunjung. Sebanyak 264 personel Polrestabes Bandung juga disiagakan untuk melakukan pengamanan sekaligus mengatur arus kendaraan selama acara berlangsung.
Penutupan Jalan Sabtu, 11 Juli 2026
Pada hari pertama festival, beberapa ruas jalan yang ditutup sementara meliputi:
- Jalan Asia Afrika (kawasan Titik Nol Kilometer hingga sekitar Hotel Grand Preanger)
- Jalan Cikapundung Barat
- Jalan Soekarno
- Jalan Braga Pendek
Sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas, Jalan Dalem Kaum diberlakukan dua arah untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di sekitar pusat kegiatan festival.
Penutupan Jalan Minggu, 12 Juli 2026
Pada hari kedua, pengaturan lalu lintas lebih difokuskan di kawasan Jalan Braga Pendek, yang menjadi lokasi Asia Africa Market dan sejumlah pertunjukan budaya.
Sementara itu, arus kendaraan dari Jalan Naripan akan diarahkan mengikuti pengaturan petugas di lapangan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Pengunjung Diimbau Gunakan Tempat Parkir Resmi
Untuk mengurangi kepadatan di sekitar lokasi festival, Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi, di antaranya:
- Balai Kota Bandung
- Taman Dewi Sartika
- Dinas Sumber Daya Air Jalan Braga
- Basement Alun-alun Bandung
- Eks Palaguna
- BJB Syariah Braga
- RS Murni Teguh Naripan
Pengunjung disarankan memarkir kendaraan di lokasi tersebut, kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawasan festival dengan berjalan kaki karena sebagian ruas jalan ditutup untuk kendaraan.