TERASBANDUNG.COM – Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai UNESCO Creative City of Design melalui penyelenggaraan Bandung Arts Festival (BAF) #12 di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Sabtu (25/7/2026).

Festival ini menjadi ruang kolaborasi bagi seniman, komunitas, akademisi, hingga pegiat budaya dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia.

Selama festival berlangsung, masyarakat dapat menikmati beragam kegiatan secara gratis.

Mulai dari workshop batik bersama Batik Komar, workshop Tari Palembang, Tari Ngabatik, pertunjukan seni, pameran karya rupa, fotografi, hingga penampilan delegasi seni dari Malaysia yang memperkuat pertukaran budaya lintas negara.

Baca Juga : Kebakaran Hebat di Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi, 70 Rumah Ludes Terbakar dan 420 Warga Terdampak

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Tari Kolosal Ngabatik, yang memadukan unsur tari, musik, dan filosofi membatik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Panitia Divisi Perlengkapan Pameran Bandung Arts Festival, Muhammad Habibie Hidayat, mengatakan festival tahun ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat.

"Hari ini ada workshop Tari Ngabatik dan berbagai pertunjukan tari lainnya. Ada juga penampilan sanggar dari berbagai wilayah, bahkan dari Malaysia. Dilanjutkan dengan live music dan berbagai pertunjukan seni," ujarnya.

Habibie berharap festival ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya.

"Harapan saya dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih mengenal apa itu seni, karena seni itu lebih mahal daripada uang," tambahnya.

Baca Juga : 10 Tempat Cozy Buat Malam Mingguan di Bandung, View Cantik dan Cocok Buat Nongkrong

Festival ini juga mendapat sambutan positif dari para peserta. Aurora dari Sanggar Olah Seni Bhaswara Kabupaten Bekasi mengaku antusias karena dapat bertemu sekaligus belajar dari penari berbagai daerah dan mancanegara.

"Aku dan teman-teman tertarik mengikuti kegiatan ini karena mendatangkan penari-penari terkenal dari luar negeri maupun dari berbagai kota dan daerah di Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, Isna menjelaskan kelompoknya membawakan Tari Lembok Beas yang mengisahkan sosok gadis desa dengan keistimewaan.

"Kami menampilkan Tari Lembok Beas yang menceritakan tentang gadis desa yang sangat cantik dan istimewa," jelas Isna.

Pengalaman serupa juga dirasakan Falisa yang menikmati suasana festival.

Baca Juga : Kenapa Cowok Suka Ngopi? Ternyata Ini 5 Alasan yang Bikin Kopi Sulit Dipisahkan dari Aktivitas Sehari-hari

"Kegiatan hari ini seru banget karena bisa bertemu dengan penari-penari dari dalam maupun luar negeri," katanya.

Melalui kolaborasi lintas daerah dan negara, Bandung Arts Festival #12 diharapkan terus memperkuat ekosistem seni sekaligus mengukuhkan Bandung sebagai salah satu kota kreatif dunia.***