TERASBANDUNG.COM - Stres merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Pekerjaan, masalah keuangan, hubungan sosial, hingga berbagai tekanan lainnya dapat membuat seseorang merasa kewalahan. Namun, bagaimana cara mengetahui apakah tingkat stres yang dirasakan masih ringan atau sudah mulai mengganggu?

Salah satu cara sederhana adalah melakukan penilaian diri terhadap tingkat stres. American Psychological Association (APA), misalnya, menggunakan skala 1–10 untuk meminta seseorang menilai rata-rata tingkat stres yang dirasakan selama satu bulan terakhir. Skor 1 berarti hampir tidak mengalami stres, sedangkan 10 menunjukkan tingkat stres yang sangat tinggi.

Baca Juga : 7 Tips Agar Tidur Malam Lebih Nyaman dan Nyenyak, Sering Dianggap Sepele

Coba Nilai Stres dari 1 sampai 10

Luangkan waktu sejenak dan tanyakan kepada diri sendiri:

“Dalam satu bulan terakhir, seberapa besar tingkat stres yang saya rasakan?”

Kemudian berikan nilai:

  • 1–3: stres relatif rendah
  • 4–6: stres sedang dan perlu mulai diperhatikan
  • 7–10: stres tinggi dan sebaiknya tidak diabaikan

Skala tersebut merupakan cara sederhana untuk mendapatkan gambaran mengenai persepsi seseorang terhadap stres, bukan diagnosis medis.

Bisa Juga Menggunakan Perceived Stress Scale

Cara lain yang lebih terstruktur adalah Perceived Stress Scale (PSS). Instrumen ini menilai bagaimana seseorang merasakan dan menghadapi berbagai situasi dalam satu bulan terakhir.

Pertanyaannya antara lain berkaitan dengan apakah seseorang merasa mampu mengendalikan masalah, merasa gugup atau stres, mampu mengatasi berbagai kewajiban, serta merasa masalah datang bertubi-tubi. PSS menggunakan 10 pertanyaan dengan pilihan jawaban berdasarkan seberapa sering kondisi tersebut dialami.

Semakin tinggi skor PSS, semakin besar tingkat stres psikologis yang dirasakan. Namun, hasilnya tetap perlu dipahami sebagai alat skrining atau gambaran kondisi, bukan diagnosis gangguan mental.

Perhatikan Perubahan pada Diri Sendiri

Selain menggunakan kuesioner, perhatikan pula perubahan yang terjadi dalam keseharian.

Misalnya, menjadi lebih mudah marah, sulit berkonsentrasi, merasa terus-menerus kewalahan, sulit tidur, kehilangan semangat melakukan aktivitas yang biasanya disukai, atau merasa tidak mampu mengendalikan berbagai persoalan.

Mencatat perubahan suasana hati, kualitas tidur, beban pekerjaan, serta hal-hal yang memicu tekanan selama beberapa hari juga dapat membantu melihat pola stres.

Jangan Langsung Menyimpulkan dari Satu Hari

Tingkat stres dapat berubah-ubah. Hari yang sangat melelahkan belum tentu menunjukkan seseorang mengalami stres berat secara terus-menerus.

Karena itu, lebih baik melihat pola selama beberapa minggu, bukan hanya kondisi pada satu hari.

Jika stres terus berlangsung dan mulai mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan dengan orang lain, atau aktivitas sehari-hari, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Intinya, mengecek tingkat stres bukan untuk memberi label pada diri sendiri, tetapi untuk menyadari kapan tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian.