TERASBANDUNG.COM - Ancaman bencana hidrometeorologi menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Menghadapi potensi banjir dan tanah longsor, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta seluruh camat dan lurah meningkatkan kesiapan di wilayah masing-masing.

Instruksi tersebut disampaikan Farhan saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (2/11/2026).

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan aparat kewilayahan mengingat sejumlah kawasan di Kota Bandung memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana.

Menurut Farhan, kejadian yang pernah berlangsung di kawasan Cikalintu dan Sekeloa harus menjadi bahan evaluasi bersama.

Baca Juga : Tim Prabu 1 Amankan 3 Orang Bawa Sajam di Bojongloa Kidul Bandung, Diduga Hendak Serang Warga

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kesiapan lintas instansi, bukan hanya mengandalkan camat, lurah, maupun aparat di tingkat wilayah.

“Apa yang terjadi di Cikalintu dan Sekeloa menjadi contoh bagaimana kesiapan kita bersama dalam menghadapi masalah tersebut harus juga didukung oleh OPD, Dinas Sosial, BPBD, dan juga dinas terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan lain-lain,” ujarnya saat Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 2 November 2026

Farhan menilai, koordinasi ant organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu kunci dalam mengantisipasi maupun menangani dampak bencana.

Dukungan BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan hingga Satpol PP diperlukan agar respons pemerintah bisa berjalan cepat ketika kondisi darurat terjadi.

Di sisi lain, camat dan lurah diminta lebih aktif memetakan potensi bahaya di lingkungan masing-masing. Kedekatan mereka dengan masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk mendeteksi persoalan lebih awal sekaligus memastikan warga mendapatkan informasi mengenai risiko bencana.

Farhan juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Pemerintah dan masyarakat perlu membangun kebiasaan antisipasi agar mampu menghadapi perubahan cuaca ekstrem serta berbagai kemungkinan bencana hidrometeorologi.

“Pada saat bersamaan, ini menunjukkan bahwa kita harus menjadi kota dengan warga yang siaga bencana dan tangguh bencana,” tutur Farhan.

Baca Juga : Menuju HPN 2027 Lampung, PWI Half Marathon 2026 Siap Menggebrak Bandar Lampung

Ia berharap pengalaman menghadapi berbagai kejadian bencana dapat membentuk masyarakat Kota Bandung yang lebih siap dan memiliki kemampuan untuk mengurangi risiko ketika situasi darurat muncul.

Farhan turut memberikan apresiasi kepada camat dan lurah yang selama ini telah berupaya menangani berbagai persoalan di wilayahnya.

Ia meminta kesiapan tersebut terus dipertahankan dan diperkuat melalui komunikasi serta koordinasi dengan seluruh instansi terkait.

Pemkot Bandung pun diharapkan mampu memperkuat sistem kesiapsiagaan dari tingkat kewilayahan hingga perangkat daerah, sehingga ancaman banjir dan longsor dapat diantisipasi lebih baik serta keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.***