Upacara Penyerahan Penghargaan Campus League Futsal Regional Bandung 2026 selesai terselenggara pada Jumat (6/11). Tim putra dan putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jadi juara sekaligus melangkah ke fase The Nationals. (Ist)
TERASBANDUNG.COM - Tim futsal putra dan putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung berhasil mengawinkan gelar juara Campus League Futsal Regional Bandung 2026.
Pada pertandingan final yang berlangsung di GOR ITB Sports Center, Jatinangor, Jumat (6/11/2026), tim putra UPI berhasil mengalahkan STKIP Pasundan dengan skor 2-1.
Sementara itu, tim putri UPI memastikan posisi puncak klasemen dengan raihan 18 poin dalam kompetisi yang menggunakan sistem double round robin.
Head of Competition Campus League, Dave Leopold, menilai keberhasilan UPI menjadi juara regional Bandung tahun ini menunjukkan adanya perubahan peta kekuatan antarkampus. Menurutnya, dinamika tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Campus League selalu menarik untuk diikuti setiap musimnya.
Dave menjelaskan, konsistensi sebuah kampus dalam mempertahankan posisi elite di tingkat regional maupun nasional sangat bergantung pada keberhasilan regenerasi student-athlete.
"Jadi yang menarik di Campus League itu peta kekuatan timnya setiap tahun pasti berbeda karena akan selalu ada pemain baru yang muncul karena ada pemain yang lulus. Jadi gold moment masing-masing tim berbeda. Di Bandung, UIN SGD sebagai juara nasional 2025, tahun ini kalah di semifinal regional dan melaju ke The Nationals sebagai juara ketiga Bandung, itu karena skuadnya tidak sama. Jadi uniknya main di Campus League itu adalah kalau timnya tidak bisa me-manage perekrutan pemain, maka tim itu akan mulai dari nol lagi," ujarnya.
Karena itu, Dave menekankan pentingnya setiap tim kampus melakukan talent scouting sejak tingkat sekolah menengah atas (SMA) agar mampu mempertahankan daya saing di level tertinggi. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan digelarnya kompetisi antarsekolah di sela-sela penyelenggaraan Campus League Futsal di setiap regional.
"Kami melihat bahwa perlunya regenerasi. Makanya kami coba kasih pilihan sekolah yang terbaik dari masing-masing regional untuk pelatih-pelatih tim kampus melakukan talent scouting, kami sediakan semua datanya. Sementara untuk para pelajar, kami ingin mereka melanjutkan kuliah setelah lulus SMA. Dengan mereka berprestasi di futsal, membuka kans mendapat beasiswa. Kami juga bisa membantu cari kampus yang memang buka jalur beasiswa dari olahraga seperti futsal ini," jelasnya.
Sementara itu, pertandingan final sektor putra yang mempertemukan UPI dan STKIP Pasundan berlangsung dengan tensi tinggi. Kedua tim tampil penuh determinasi demi mengamankan gelar juara.
STKIP Pasundan langsung mengejutkan lawannya ketika pertandingan baru berjalan satu menit. Kapten tim, Muhammad Yusup Muharam, berhasil memotong serangan UPI sebelum membangun serangan balik cepat.
Umpan yang mengarah kepada Muhammad Sutan Kemas berhasil dikonversi menjadi gol karena ia berdiri bebas di depan gawang.
Gol cepat tersebut membuat UPI meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi belum mampu mengubah kedudukan.
Usaha UPI akhirnya membuahkan hasil beberapa detik sebelum babak pertama berakhir. Fachry Tiftazani Taufik yang beroperasi di sisi kanan berhasil melepaskan sepakan mendatar yang gagal diantisipasi kiper STKIP Pasundan. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, UPI masih lebih banyak melancarkan serangan ke arah gawang STKIP Pasundan yang dikawal Faiz Fadhlur Rahman.
Keunggulan UPI akhirnya tercipta pada menit ke-27. Bermula dari pelanggaran yang berujung kartu merah untuk Muhammad Yusup Muharam, UPI mendapatkan keuntungan jumlah pemain.
Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik. Melalui permainan kolektif dan operan cepat antarpemain, UPI berhasil menciptakan peluang matang di depan gawang yang kemudian diselesaikan Ilham Maulana Shalman menjadi gol.
Pada sisa pertandingan, UPI terus berusaha menambah keunggulan. Di sisi lain, STKIP Pasundan mencoba berbagai cara untuk menyamakan kedudukan, termasuk menerapkan strategi power play pada dua menit terakhir.
Namun, skema flying keeper yang diterapkan STKIP Pasundan belum mampu menghasilkan gol penyeimbang. Beberapa peluang sempat tercipta, termasuk satu situasi kemelut yang membahayakan gawang UPI. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan UPI.
Berdasarkan catatan statistik, STKIP Pasundan sebenarnya lebih unggul dalam jumlah tembakan. Mereka menghasilkan 19 percobaan, dengan 11 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu, UPI mencatatkan 18 tembakan dengan delapan di antaranya tepat sasaran.
Meski demikian, UPI mampu mengendalikan permainan melalui penguasaan bola sebesar 61 persen. Kolektivitas tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan mereka meraih gelar juara.
Pelatih kepala tim putra UPI, Fachmy, mengapresiasi mentalitas para pemainnya yang mampu mengatasi tekanan dalam pertandingan final. Terlebih, timnya sempat tertinggal pada menit awal yang berpotensi memengaruhi kepercayaan diri pemain.
Namun, Muhamad Al Fadli dan kawan-kawan mampu menunjukkan semangat pantang menyerah melalui permainan kolektif hingga akhirnya membalikkan keadaan.
“Saya percaya dengan kualitas para pemain meski kecolongan gol di menit awal pertandingan. Pemain memperlihatkan mental yang sangat luar biasa, berani memegang kendali permainan dengan ball possession, dan akhirnya kami bisa mencetak gol kemenangan. Untuk The Nationals, kami harap tidak ada lagi masalah fokus pertandingan. Dengan lawan yang pastinya lebih kompetitif, kami tidak boleh seri atau kalah,” ungkap Fachmy.
Di sisi lain, Fachry Tiftazani Taufik yang mencetak gol penyama kedudukan sekaligus dinobatkan sebagai Player of the Match dalam laga final mengaku bersyukur bisa membantu tim meraih kemenangan.
Sebagai student-athlete semester pertama di UPI, ia merasa mendapatkan kepercayaan untuk tampil dalam pertandingan bergengsi bersama para pemain senior merupakan kesempatan yang sangat berharga.
Ia pun bertekad untuk terus belajar dan ikut menjaga keberlanjutan regenerasi pemain di tim futsal kampusnya.
“Alhamdulillah diberi kesempatan bermain dengan teman-teman senior saya di laga final dan membantu mencetak gol untuk kemenangan tim. Menurut saya regenerasi pemain di tim itu sangat penting dan saya ingin meneruskan perjuangan para senior untuk membawa nama besar kampus terus harum di olahraga futsal. Saya akan terus belajar dan berlatih untuk mencapai titik yang lebih tinggi lagi ke depannya,” ucap pemain bernomor punggung 3 tersebut.
Di sektor putri, UPI juga tampil dominan dengan catatan sempurna sepanjang kompetisi regional. Dari enam pertandingan yang dimainkan, mereka berhasil mengumpulkan 18 poin tanpa mengalami kekalahan.
Produktivitas gol tim putri UPI juga sangat mengesankan. Mereka berhasil mencetak 51 gol dan hanya satu kali kebobolan.
Pada pertandingan terakhir, Jumat (6/11/2026), UPI berhasil mengalahkan STKIP Pasundan dengan skor 1-0. Gol tunggal Najwa Nabila Qurrotun Aini pada menit keenam menjadi penentu kemenangan. Sepanjang pertandingan, UPI relatif mampu mengendalikan permainan dan menciptakan sejumlah peluang.
Meski berhasil tampil dominan, pelatih tim putri UPI, Asep Sumpena, menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi persaingan di The Nationals pada akhir November mendatang.
Selain evaluasi permainan, UPI juga berpeluang mendapatkan tambahan kekuatan dari beberapa pemain yang sebelumnya memperkuat daerah masing-masing dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.
"Sebetulnya di matchday awal kami masih menganalisa pertandingan lawan, melihat kekurangan dan kelebihan masing-masing tim, baru kami terapkan strategi tertentu. Alhamdulillah kami bisa menang tahun ini. Menuju The Nationals, persaingannya pasti lebih seru. Dari hasil di regional kami harus tetap evaluasi terutama dalam hal finishing dan ketenangan di depan gawang. Karena di The Nationals itu sudah best of the best timnya, tidak ada yang lemah, jadi kami harus siap. Kalau tahun lalu UPI peringkat ketiga, tahun ini harus jadi yang pertama," ujarnya.
Walaupun berhasil mengoleksi 51 gol selama kompetisi regional Bandung, Asep mengakui penyelesaian akhir masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dibenahi menjelang The Nationals.
“Menghadapi The Nationals nanti finishing yang menjadi salah satu yang harus kita evaluasi,” tegasnya.
Sementara itu, Indah Aulia Ardana menjadi salah satu pemain paling menonjol di sektor putri. Pemain yang berposisi sebagai flank tersebut berhasil menyabet gelar top scorer setelah mencetak 15 gol.
Indah menilai keberhasilan UPI menjadi juara regional Bandung merupakan hasil kerja keras dan kekompakan seluruh anggota tim. Ia berharap produktivitasnya bisa terus berlanjut ketika menghadapi persaingan di tingkat nasional.
“Dari aku pribadi memang menargetkan untuk selalu mencetak gol setidaknya satu di setiap pertandingan. Alhamdulillah di Campus League kali ini, kami tampil luar biasa, kompak dan saya bisa menjadi top scorer. Semoga itu bisa berlanjut ke The Nationals yang pasti lebih kompetitif. Kami ingin fokus sama tim kami dulu, yang penting kami sudah siap untuk menghadapi tim manapun dan memenuhi target juara di Campus League tahun ini,” ujar Indah.
Keseruan Campus League Futsal Regional Bandung 2026 juga tersaji dalam pertandingan perebutan posisi ketiga sektor putra yang mempertemukan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) melawan Universitas Winaya Mukti (UNWIM).
Pertandingan tersebut menjadi penentu satu tiket terakhir bagi wakil regional Bandung untuk tampil di The Nationals. Kedua tim menyajikan permainan cepat dan agresif dengan terciptanya lima gol sepanjang babak pertama.
UIN SGD membuka keunggulan melalui gol Rafi Saepul Rohmat pada menit keenam. Muhammad Revaldo Alkeisya kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-12.
UNWIM sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui gol Amir Saepuloh pada menit ke-13. Namun, Muhammad Iksan Ikhwansyah kembali membawa UIN SGD menjauh lewat gol pada menit ke-16.
Sebelum babak pertama berakhir, Ikbar Suprizal mencetak gol untuk UNWIM sehingga skor berubah menjadi 3-2.
Memasuki babak kedua, UIN SGD mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Muhammad Iksan Ikhwansyah kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui dua gol pada menit ke-38 dan 39.
Kemenangan 5-2 tersebut memastikan UIN SGD menempati peringkat ketiga sekaligus mengamankan tiket menuju The Nationals yang akan berlangsung di Yogyakarta.
Setelah menyelesaikan regional Bandung, Campus League Futsal 2026 akan berlanjut ke Jabodetabek pada 10-17 November. Sementara itu, fase The Nationals dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada 25 November hingga 2 Desember 2026.
Pada babak nasional tersebut, sebanyak 10 tim putra dan 10 tim putri terbaik akan bersaing mewakili regional masing-masing.
Yogyakarta sebagai tuan rumah mengirimkan tiga tim putra dan tiga tim putri. Bandung diwakili tiga tim putra dan dua tim putri, sedangkan Jabodetabek mengirimkan dua tim putra dan tiga tim putri. Adapun Surabaya memiliki dua wakil di masing-masing kategori.
Daftar pemenang Campus League Futsal Regional Bandung 2026:
Tim Futsal Putra
• Champion : Universitas Pendidikan Indonesia
• Runner-up : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan
• 3rd Place : Universitas Islam Negeri Gunung Djati
Tim Futsal Putri
• Champion : Universitas Pendidikan Indonesia
• Runner-up : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan
• 3rd Place : Universitas Siliwangi
Top Scorer
• Putra : Muhammad Ihsan Ikhwansyah (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati) - 9 gol
• Putri : Indah Aulia Ardana (Universitas Pendidikan Indonesia) - 15 gol.