<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0">
  <channel>
    <title>Teras Bandung - sport</title>
    <link>https://terasbandung.com/</link>
    <description>News And Service</description>
    <atom:link rel="self" type="application/rss+xml"/>
    <language>id-ID</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <copyright>Copyright 2026, Teras Bandung</copyright>
    <pubDate>Mon, 19 Oct 2026 14:08:27 +0700</pubDate>
    <lastBuildDate>Mon, 19 Oct 2026 14:08:27 +0700</lastBuildDate>
    <ttl>60</ttl>
    <item>
      <title>Telkomsel dan FITA Berikan Penawaran Khusus bagi 1.000 Peserta Perempuan Berlari Vol.3</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/19/telkomsel-dan-fita-berikan-penawaran-khusus-bagi-1000-peserta-perempuan-berlari-vol3</link>
      <pubDate>Mon, 19 Oct 2026 13:05:21 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/19/telkomsel-dan-fita-berikan-penawaran-khusus-bagi-1000-peserta-perempuan-berlari-vol3</guid>
      <category>telkomsel</category>
      <description>Telkomsel melalui inisiatif JawaraFIT bersama platform kesehatan digital FITA terus mendorong masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat</description>
      <content:encoded><![CDATA[<span style="font-size: 0.9375rem;"><b>TERASBANDUNG.COM</b></span><span style="font-size: 0.9375rem; font-weight: initial;"> – Telkomsel melalui inisiatif JawaraFIT bersama platform&nbsp;kesehatan digital FITA terus mendorong masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat melalui pemanfaatan teknologi digital.</span>

Salah satu upaya tersebut diwujudkanmelalui dukungan terhadap ajang Perempuan Berlari Vol.3 yang digelar pada Minggu 18 Oktober 2026 di Bumi Hejo, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kegiatan ini, Telkomsel memberikan penawaran khusus kepada 1.000 pelanggan untuk mengikuti kategori lari 5 kilometer melalui pembelian Paket Combo Fit x Perempuan Berlari.

General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Barat Telkomsel, Anandoz Bangsawan, mengatakan dukungan Telkomsel melalui JawaraFIT dan FITA pada Perempuan Berlari Vol.3 merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan ekosistem digital yang mendukung gaya hidup sehat masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menjaga kesehatan dan tetap aktif. Melalui berbagai solusi yang relevan, kami ingin terus memberikan manfaat nyata bagi pelanggan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati," katanya.

Selain memberikan penawaran harga khusus untuk pendaftaran Perempuan Berlari Vol.3 kategori 5 kilometer, Paket ComboFit x Perempuan Berlari juga menawarkan manfaat berupa kuota internet dan akses layanan kesehatan digital.

Dengan harga Rp55.000, pelanggan akan mendapatkan kuota data sebesar 5 GB dengan masa aktif tujuh hari serta akes FITA Exercise Plan selama 30 hari. Layanan ini menyediakan program latihan yang telah disusun dan dijadwalkan untuk membantu pengguna berolahraga secara lebih terarah.

Melalui FITA Exercise Plan, pelanggan dapat mengikuti panduan latihan harian yang dirancang untuk membantu mencapai target aktivitas fisik dan tujuan kesehatan sesuai kebutuhan masing-masing.

JawaraFIT merupakan inisiatif Telkomsel Area Jabotabek Jabar yang berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk mendukung pengembangan ekosistem kesehatan digital di masyarakat.

Sebelumnya, JawaraFIT juga hadir dalam berbagai kegiatan olahraga dan gaya hidup sehat, antara lain JawaraFit Running Road to Merdeka Run di Blok M, Jakarta Selatan (9/8), serta JawaraFIT Klub Lari Saker Vol.11 di Jakarta (13/9).

“Melalui JawaraFIT, kami menggabungkan kekuatan konektivitas digital Telkomsel, layanan kesehatan dari FITA, serta semangat komunitas Perempuan Berlari. Bersama para mitra dan pemangku kepentingan di ekosistem kesehatan, kami akan terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat ekosistem digital kesehatan di Indonesia,” papar Anandoz.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/20261019-130250-0000-37a2_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Cuaca Bandung Semakin Panas, BMKG Ungkap Penyebabnya, Matahari Terik hingga Minim Awan</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/19/cuaca-bandung-semakin-panas-bmkg-ungkap-penyebabnya-matahari-terik-hingga-minim-awan</link>
      <pubDate>Mon, 19 Oct 2026 11:23:03 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/19/cuaca-bandung-semakin-panas-bmkg-ungkap-penyebabnya-matahari-terik-hingga-minim-awan</guid>
      <category>cuaca Bandung</category>
      <category>bandung panas</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Cuaca di Bandung Raya terasa semakin panas dan gerah pada siang hari. Kondisi ini menjadi perhatian warga yang beraktivitas di luar ruangan. Badan Meteor</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Cuaca di Bandung Raya terasa semakin panas dan gerah pada siang hari. Kondisi ini menjadi perhatian warga yang beraktivitas di luar ruangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, cuaca terik tersebut dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer, mulai dari posisi semu Matahari hingga minimnya tutupan awan.

<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan keterangan BMKG Bandung yang dikutip detikJabar pada Jumat, 16 Oktober 2026, posisi gerak semu Matahari yang berada di atas atau dekat wilayah Jawa pada periode September hingga Oktober membuat intensitas radiasi Matahari yang diterima permukaan bumi menjadi lebih optimal.

<p class="isSelectedEnd">Akibatnya, sinar Matahari terasa lebih menyengat, terutama ketika cuaca cerah pada siang hari. Kondisi tersebut dapat membuat suhu udara terasa lebih panas dibandingkan saat tutupan awan lebih tebal.

<p class="isSelectedEnd"><b>BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas di Bandung</b>

<p class="isSelectedEnd">Ada beberapa faktor yang menyebabkan cuaca Bandung dan sekitarnya terasa semakin terik.

<p class="isSelectedEnd">1. Posisi semu Matahari

<p class="isSelectedEnd">BMKG menjelaskan, pada periode tertentu, khususnya September hingga Oktober, posisi semu Matahari dapat berada tepat di atas atau dekat wilayah Jawa. Kondisi ini membuat radiasi Matahari yang mencapai permukaan bumi menjadi lebih maksimal.

<p class="isSelectedEnd">2. Tutupan awan yang minim

<p class="isSelectedEnd">Minimnya pertumbuhan awan konvektif pada siang hari membuat sinar Matahari dapat mencapai permukaan bumi tanpa banyak penghalang. Akibatnya, paparan sinar ultraviolet juga dapat terasa lebih menyengat.

<p class="isSelectedEnd">3. Suhu dan kelembapan udara

<p class="isSelectedEnd">Kombinasi temperatur udara yang tinggi dan kelembapan yang bervariasi dapat menimbulkan sensasi gerah. Kondisi seperti ini dapat terjadi menjelang peralihan musim atau saat musim kemarau masih berlangsung.

<p class="isSelectedEnd">4. Tren kenaikan suhu jangka panjang

<p class="isSelectedEnd">BMKG Bandung juga menyinggung tren kenaikan rata-rata suhu udara tahunan di Bandung. Dinamika iklim global serta perkembangan kawasan perkotaan, termasuk permukiman dan emisi kendaraan, menjadi faktor yang turut diperhatikan dalam perubahan kondisi suhu tersebut.

<p class="isSelectedEnd"><b>BMKG Catat Kondisi Panas dan Kering di Sejumlah Wilayah</b>

<p class="isSelectedEnd">Dalam prakiraan cuaca sepekan periode 16–22 Oktober 2026, BMKG menyebut kondisi panas dan kering masih terjadi di sebagian wilayah Indonesia. El Niño dengan intensitas sangat kuat dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut mengurangi potensi pembentukan awan hujan secara luas.

<p class="isSelectedEnd">BMKG juga mencatat suhu maksimum di atas 37 derajat Celsius di sejumlah wilayah pada 12–13 Oktober 2026, termasuk Jawa Barat. Namun, angka tersebut merupakan catatan wilayah provinsi dan tidak bisa langsung dianggap sebagai suhu di seluruh Kota Bandung.

<p class="isSelectedEnd">Meski kondisi atmosfer cenderung kering, hujan lokal masih berpeluang terjadi. BMKG memasukkan Jawa Barat dalam wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan sedang maupun potensi angin kencang pada periode prakiraan tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Informasi ini menunjukkan bahwa cuaca panas tidak berarti hujan sama sekali tidak mungkin turun. Kondisi cuaca dapat berbeda antardaerah dan berubah dalam waktu singkat.

<p class="isSelectedEnd"><b>Tips Menghadapi Cuaca Panas di Bandung</b>

<p class="isSelectedEnd">Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau melakukan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi dampak cuaca panas.

<ul data-spread="false"><li>Perbanyak minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.</li><li>Gunakan pelindung dari sinar Matahari, seperti topi, payung, dan tabir surya.</li><li>Batasi aktivitas berat saat terik, terutama jika harus berada di bawah sinar Matahari dalam waktu lama.</li><li>Cari tempat teduh atau ruangan yang lebih sejuk ketika suhu terasa menyengat.</li><li>Pantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG, karena kondisi dapat berubah sewaktu-waktu.</li></ul><p class="isSelectedEnd">BMKG mengingatkan masyarakat agar menjaga kecukupan cairan tubuh dan mengantisipasi dampak udara yang lebih kering, terutama bagi mereka yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Dengan memahami penyebab cuaca panas dan mengikuti informasi resmi BMKG, warga Bandung diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas serta menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca yang terasa semakin terik.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/cuaca-bandung-1c24_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Kenapa Setiap Bongkar Motor Selalu Ada Baut yang Lebih atau Kurang? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/19/kenapa-setiap-bongkar-motor-selalu-ada-baut-yang-lebih-atau-kurang-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya</link>
      <pubDate>Mon, 19 Oct 2026 09:35:51 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/19/kenapa-setiap-bongkar-motor-selalu-ada-baut-yang-lebih-atau-kurang-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya</guid>
      <category>kenapa baut motor tersisa setelah dibongkar</category>
      <category> baut motor lebih setelah bongkar pasang</category>
      <category> baut motor kurang</category>
      <category> cara bongkar pasang motor yang benar</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Pernah mengalami motor selesai dibongkar dan dipasang kembali tetapi tiba tiba ada baut yang tersisa Bahkan tidak jarang pemilik motor justru menemukan b</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pernah mengalami motor selesai dibongkar dan dipasang kembali, tetapi tiba-tiba ada baut yang tersisa? Bahkan, tidak jarang pemilik motor justru menemukan baut yang kurang setelah semua bodi terpasang.

<p class="isSelectedEnd">Kejadian ini cukup sering dialami orang yang melakukan perawatan atau membongkar bodi motor sendiri di rumah. Sekilas terlihat sepele, tetapi baut yang tersisa atau tidak terpasang bisa menjadi tanda adanya kesalahan saat proses perakitan.

<p class="isSelectedEnd">Baut pada sepeda motor memiliki ukuran, panjang, dan fungsi yang berbeda-beda. Karena itu, memasang baut secara asal atau menganggap baut sisa tidak diperlukan justru berisiko menimbulkan masalah pada kendaraan.

<p class="isSelectedEnd">Lantas, kenapa setiap bongkar motor terkadang selalu ada baut yang lebih atau kurang? Bagaimana cara mengatasinya agar semua komponen kembali terpasang dengan benar?

<p class="isSelectedEnd"><b>1. Lupa Posisi Asal Baut</b>

<p class="isSelectedEnd">Penyebab paling umum adalah lupa posisi awal baut ketika proses pembongkaran dilakukan.

<p class="isSelectedEnd">Saat melepas bodi, penutup mesin, atau komponen lainnya, pemilik motor biasanya mengumpulkan semua baut di satu tempat. Ketika waktunya memasang kembali, baut-baut tersebut terlihat serupa sehingga sulit membedakan posisi masing-masing.

<p class="isSelectedEnd">Akibatnya, ada lubang baut yang terlewat, sementara baut lain sudah terpasang di tempat yang dianggap benar.

<p class="isSelectedEnd">Fenomena baut dan mur tersisa setelah bongkar pasang bodi motor juga pernah dibahas oleh media otomotif Aripitstop. Kebiasaan mengandalkan ingatan tanpa mencatat posisi baut menjadi salah satu penyebab masalah tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Cara mengatasinya: sebelum membongkar, ambil foto setiap bagian motor. Simpan baut berdasarkan lokasi asalnya, misalnya baut bodi depan, bodi samping, bagian bawah, dan penutup mesin. Cara ini membantu mengurangi risiko baut tertukar atau tertinggal.

<p class="isSelectedEnd"><b>2. Baut Memiliki Ukuran dan Panjang Berbeda</b>

<p class="isSelectedEnd">Baut motor tidak semuanya sama. Ada baut pendek, panjang, berdiameter berbeda, serta memiliki bentuk kepala yang disesuaikan dengan kebutuhan pemasangan.

<p class="isSelectedEnd">Meski terlihat mirip, perbedaan panjang baut dapat menentukan apakah baut tersebut cocok untuk satu lapisan panel atau beberapa lapisan komponen sekaligus.

<p class="isSelectedEnd">Jika baut yang terlalu panjang dipasang pada tempat yang salah, baut dapat menekan atau merusak bagian di baliknya. Sebaliknya, baut yang terlalu pendek mungkin tidak mengikat komponen dengan kuat.

<p class="isSelectedEnd">Cara mengatasinya: kelompokkan baut berdasarkan panjang, diameter, dan bentuknya. Jangan hanya mengandalkan tampilan kepala baut. Cocokkan dengan lubang asal dan gunakan buku manual servis jika tersedia.

<p class="isSelectedEnd"><b>3. Ada Baut yang Tidak Sengaja Terlewat</b>

<p class="isSelectedEnd">Ketika membongkar banyak bagian sekaligus, perhatian bisa teralihkan. Pemilik motor mungkin melepas baut dari satu bagian, lalu beralih ke bagian lain sebelum menyelesaikan pemasangan kembali.

<p class="isSelectedEnd">Akibatnya, beberapa baut tidak terpasang karena terlupakan. Dalam kondisi lain, baut yang seharusnya dipasang pada bagian tersembunyi justru tertinggal di wadah perkakas.

<p class="isSelectedEnd">Masalah ini perlu diperhatikan karena baut tertentu berfungsi menahan komponen agar tidak bergeser atau bergetar ketika motor digunakan.

<p class="isSelectedEnd">Cara mengatasinya: lakukan pembongkaran secara bertahap. Selesaikan satu bagian terlebih dahulu sebelum berpindah ke bagian berikutnya. Setelah terpasang, periksa kembali setiap titik pengikat dan cocokkan dengan foto sebelum pembongkaran.

<p class="isSelectedEnd"><b>4. Salah memasang Baut di Lubang yang Berbeda</b>

<p class="isSelectedEnd">Baut yang tertukar posisi bisa membuat jumlah baut terlihat sesuai, tetapi pemasangannya belum tentu benar.

<p class="isSelectedEnd">Sebagai contoh, baut yang seharusnya digunakan untuk panel samping dipasang pada bagian lain yang memiliki lubang serupa. Akibatnya, satu bagian tampak selesai, tetapi bagian lain masih menyisakan lubang kosong.

<p class="isSelectedEnd">Kesalahan seperti ini juga dapat membuat panel bodi tidak rapat, timbul suara bergetar, atau dudukan komponen mengalami kerusakan.

<p class="isSelectedEnd">Cara mengatasinya: jangan memasang baut hanya berdasarkan kecocokan awal. Pastikan bentuk, panjang, dan posisi duduknya sesuai. Jika baut terasa sulit masuk, jangan dipaksa karena ulir atau dudukan bisa rusak.

<p class="isSelectedEnd"><b>5. Baut Sisa Belum Tentu Berarti Ada Baut Tambahan</b>

<p class="isSelectedEnd">Ketika menemukan baut tersisa setelah motor dirakit, jangan langsung menyimpulkan bahwa baut tersebut tidak dibutuhkan.

<p class="isSelectedEnd">Bisa jadi baut itu memang terlewat, berasal dari komponen yang belum dipasang, atau seharusnya berada di bagian yang tidak terlihat dari luar.

<p class="isSelectedEnd">Pada pekerjaan yang melibatkan komponen mesin, kelistrikan, rem, suspensi, atau kemudi, baut yang tertinggal dapat berpengaruh terhadap keamanan dan fungsi kendaraan.

<p class="isSelectedEnd">Cara mengatasinya: telusuri kembali tahapan pembongkaran dan cocokkan jumlah baut dengan setiap komponen yang dilepas. Jika tidak dapat memastikan asal baut, sebaiknya jangan menggunakan motor sebelum bagian terkait diperiksa oleh mekanik.

<p class="isSelectedEnd"><b>Cara Agar Baut Tidak Lebih atau Kurang Saat Bongkar motor</b>

<p class="isSelectedEnd">Supaya proses bongkar pasang lebih rapi dan tidak berakhir dengan baut sisa, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan.

<p class="isSelectedEnd"><b>1. Siapkan Wadah Baut Terpisah</b>

<p class="isSelectedEnd">Gunakan beberapa wadah kecil untuk menampung baut dari bagian yang berbeda. Beri label sesuai lokasi, seperti bodi depan, bodi belakang, bagian samping, atau penutup mesin.

<p class="isSelectedEnd">Dengan begitu, baut tidak tercampur menjadi satu tumpukan.

<p class="isSelectedEnd"><b>2. Gunakan Metode Foto Sebelum Membongkat</b>

<p class="isSelectedEnd">Foto setiap bagian sebelum melepas baut. Jika perlu, ambil gambar dari beberapa sudut agar posisi baut dan susunan komponen terlihat jelas.

<p class="isSelectedEnd">Saat pemasangan kembali, gunakan foto tersebut sebagai panduan.

<p class="isSelectedEnd"><b>3. Pasang Kembali Baut Secara Bertahap</b>

<p class="isSelectedEnd">Hindari membongkar seluruh motor sekaligus jika tidak diperlukan. Kerjakan satu bagian, bersihkan atau periksa komponennya, lalu pasang kembali sebelum melanjutkan ke bagian lain.

<p class="isSelectedEnd">Metode ini lebih mudah diikuti, terutama bagi pemula.

<p class="isSelectedEnd"><b>4. Gunakan Buku Manual Service</b>

<p class="isSelectedEnd">Buku manual servis dapat membantu mengetahui urutan pemasangan, jenis baut yang digunakan, serta tingkat kekencangan yang disyaratkan untuk komponen tertentu.

<p class="isSelectedEnd">Untuk baut pada mesin, suspensi, sistem rem, dan kemudi, ikuti spesifikasi pabrikan. Jangan mengencangkan baut hanya berdasarkan perkiraan.

<p class="isSelectedEnd"><b>5. Periksa Ulang Sebelum Motor Digunakan</b>

<p class="isSelectedEnd">Setelah selesai merakit, lakukan pemeriksaan menyeluruh. Pastikan tidak ada lubang pengikat yang terlewat, panel tidak longgar, dan tidak ada baut tersisa yang belum diketahui asalnya.

<p class="isSelectedEnd">Jika pekerjaan menyangkut komponen keselamatan atau baut yang tidak jelas posisinya, mintalah mekanik melakukan pemeriksaan sebelum motor kembali digunakan.

<p class="isSelectedEnd"><b>Jangan Anggap Sepele Baut yang Kurang</b>

<p class="isSelectedEnd">Baut yang tersisa memang tidak selalu berarti motor mengalami kerusakan serius. Namun, baut yang tidak terpasang pada posisi semestinya dapat menyebabkan komponen longgar, menimbulkan suara berisik, atau bahkan terlepas ketika kendaraan digunakan.

<p class="isSelectedEnd">Suzuki Indonesia juga mengingatkan bahwa kesalahan bongkar pasang tanpa prosedur dan alat yang sesuai berisiko menyebabkan kerusakan, termasuk ulir baut yang aus dan pemasangan komponen yang tidak presisi.

<p class="isSelectedEnd">Karena itu, jangan pernah membuang baut sisa hanya karena semua bagian motor terlihat sudah terpasang.

<p class="isSelectedEnd">Kesimpulan: penyebab utama baut lebih atau kurang setelah bongkar motor adalah lupa posisi asal, baut tertukar, dan tidak melakukan pemeriksaan akhir. Solusinya adalah memisahkan baut berdasarkan lokasi, mendokumentasikan proses pembongkaran, mengikuti manual servis, serta memastikan semua baut terpasang sesuai fungsinya.

<p class="isSelectedEnd">Jika ada baut yang masih tersisa dan asalnya tidak diketahui, lebih baik telusuri kembali atau konsultasikan dengan mekanik daripada mengambil risiko saat berkendara.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/cropped-image1750737020058-0757_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Kapan Waktunya Membongkar dan Membersihkan Motor agar Terhindar dari Karat? Ini Tanda yang Perlu Diketahui</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/19/kapan-waktunya-membongkar-dan-membersihkan-motor-agar-terhindar-dari-karat-ini-tanda-yang-perlu-diketahui</link>
      <pubDate>Mon, 19 Oct 2026 08:38:37 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Ginevara]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/19/kapan-waktunya-membongkar-dan-membersihkan-motor-agar-terhindar-dari-karat-ini-tanda-yang-perlu-diketahui</guid>
      <category>kapan membongkar bodi motor</category>
      <category> cara membersihkan motor agar tidak berkarat</category>
      <category> cara mencegah karat motor</category>
      <description>TERASBANDUNG.COM Merawat sepeda motor tidak cukup hanya dengan mencuci bagian bodi agar terlihat bersih dan mengilap. Pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan bagian ba</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><b>TERASBANDUNG.COM - </b>Merawat sepeda motor tidak cukup hanya dengan mencuci bagian bodi agar terlihat bersih dan mengilap. Pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan bagian bawah bodi, rangka, sambungan logam, hingga area tersembunyi yang berpotensi menjadi tempat menumpuknya kotoran dan kelembapan.

<p class="isSelectedEnd">Salah satu perawatan yang terkadang diperlukan adalah membongkar sebagian bodi motor untuk membersihkan area yang sulit dijangkau. Langkah ini dapat membantu pemilik kendaraan mendeteksi karat sejak dini sebelum kerusakan semakin meluas.

<p class="isSelectedEnd">Namun, kapan waktu yang tepat untuk membongkar dan membersihkan motor? Apakah perawatan ini perlu dilakukan secara rutin atau hanya ketika muncul tanda-tanda tertentu?

<p class="isSelectedEnd">Dikutip dari panduan perawatan Suzuki Indonesia dan Yamaha Indonesia, pembongkaran bodi motor dapat dipertimbangkan ketika kendaraan sudah lama tidak dibersihkan, terkena banjir, atau menunjukkan tanda-tanda karat pada bagian yang sulit terlihat. Prosesnya sebaiknya dilakukan oleh tenaga ahli agar komponen tidak rusak saat dibongkar.

<p class="isSelectedEnd"><b>1. Setelah Motor Terendam Banjir</b>

<p class="isSelectedEnd">Motor yang pernah terendam banjir perlu mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, terutama jika air masuk ke bagian bawah bodi dan celah rangka.

<p class="isSelectedEnd">Air yang bercampur lumpur dapat meninggalkan kotoran di area tersembunyi. Jika kelembapan terperangkap terlalu lama, risiko korosi pada komponen logam juga meningkat.

<p class="isSelectedEnd">Pada kondisi ini, membersihkan bagian luar saja belum tentu cukup. Mekanik dapat memeriksa apakah diperlukan pembongkaran sebagian bodi untuk menjangkau rangka dan bagian lain yang sulit dibersihkan.

<p class="isSelectedEnd">Jika air banjir mencapai komponen kelistrikan, mesin, atau sistem pelumasan, pemeriksaan bengkel juga diperlukan sebelum motor kembali digunakan.

<p class="isSelectedEnd"><b>2. Motor Sering Digunakan Saat Hujan</b>

<p class="isSelectedEnd">Pengendara yang setiap hari melewati jalan basah perlu memberikan perhatian ekstra pada kebersihan motor.

<p class="isSelectedEnd">Air hujan dan kotoran jalan dapat menempel pada rantai, baut, sambungan rangka, serta bagian bawah kendaraan. Jika dibiarkan berhari-hari, kondisi tersebut bisa memicu karat pada komponen yang perlindungannya sudah menurun.

<p class="isSelectedEnd">Mengutip saran pemilik bengkel Scooter VIP, Dennil Sagita, yang menyarankan motor yang kehujanan segera dibersihkan dan tidak membiarkan air hujan mengendap terlalu lama. Jika belum sempat mencuci secara menyeluruh, motor setidaknya dapat dibilas menggunakan air bersih dan dikeringkan dengan kain microfiber.

<p class="isSelectedEnd">Karena itu, pembongkaran bodi tidak harus dilakukan setiap kali motor kehujanan. Yang lebih penting adalah membersihkan dan mengeringkan motor sesegera mungkin, lalu memeriksa bagian tersembunyi jika ada indikasi kotoran atau karat yang menetap.

<p class="isSelectedEnd"><b>3. Ketika Muncul Bercak Karat pada Rangka</b>

<p class="isSelectedEnd">Tanda berikutnya adalah munculnya bercak berwarna cokelat kemerahan pada rangka, kepala baut, sambungan logam, atau bagian bawah motor.

<p class="isSelectedEnd">Jangan langsung mengabaikan bercak tersebut, terutama jika muncul di area rangka yang menjadi struktur utama kendaraan.

<p class="isSelectedEnd">Pemilik motor dapat meminta mekanik memeriksa kondisi bagian tersebut dan menentukan apakah karat masih berada di permukaan atau sudah menyebabkan kerusakan lebih dalam.

<p class="isSelectedEnd">Suzuki Indonesia menjelaskan bahwa pembongkaran bodi dapat membantu pemeriksaan ketika karat sudah cukup banyak atau bagian rangka yang perlu diperiksa tidak terlihat dari luar.

<p class="isSelectedEnd">Jika ditemukan karat yang meluas, lapisan cat terkelupas, atau bagian logam mulai keropos, penanganan sebaiknya dilakukan oleh bengkel yang kompeten. Kerusakan struktural pada rangka tidak cukup ditangani hanya dengan membersihkan permukaan.

<p class="isSelectedEnd"><b>4. Motor Lama Tidak Pernah Dibersihkan Secara Menyeluruh</b>

<p class="isSelectedEnd">Motor yang rutin dicuci belum tentu seluruh bagiannya bebas dari kotoran.

<p class="isSelectedEnd">Area di balik panel bodi, sambungan rangka, bagian bawah mesin, serta celah di sekitar dudukan komponen bisa luput dari pembersihan sehari-hari.

<p class="isSelectedEnd">Jika motor sudah lama tidak mendapat pemeriksaan menyeluruh, pemilik dapat meminta bengkel mengevaluasi kondisi bagian-bagian tersebut.

<p class="isSelectedEnd">Pembongkaran sebagian bodi dilakukan jika memang diperlukan untuk menjangkau kotoran yang menumpuk atau memeriksa kemungkinan korosi. Tidak semua motor harus dibongkar total karena kebutuhan perawatannya bergantung pada kondisi kendaraan dan desain bodi masing-masing.

<p class="isSelectedEnd"><b>5. Apakah Membongkar Bodi Motor Harus Dilakukan Setiap Tahun?</b>

<p class="isSelectedEnd">Tidak ada satu jadwal pembongkaran bodi yang berlaku untuk semua jenis dan penggunaan sepeda motor.

<p class="isSelectedEnd">Motor yang sering melewati jalan berlumpur, digunakan saat hujan, disimpan di lingkungan lembap, atau pernah terendam banjir mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih intensif dibandingkan motor yang digunakan di kondisi jalan kering dan dirawat secara rutin.

<p class="isSelectedEnd">Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti jadwal servis pada buku manual dan meminta mekanik memeriksa bagian yang berisiko ketika diperlukan.

<p class="isSelectedEnd">Pembongkaran bodi juga bukan pengganti pencucian rutin. Perawatan sehari-hari tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi penumpukan kotoran dan mencegah kelembapan bertahan terlalu lama.

<p class="isSelectedEnd"><b>Cara Membersihkan Motor agar Tidak Mudah Berkarat</b>

<p class="isSelectedEnd">Selain mengetahui kapan motor perlu diperiksa secara menyeluruh, pemilik kendaraan dapat melakukan beberapa langkah pencegahan berikut:

<p class="isSelectedEnd">1. Bersihkan motor setelah terkena hujan atau lumpur. Bilas kotoran dengan air bersih agar tidak menempel terlalu lama.

<p class="isSelectedEnd">2. Keringkan bagian yang mudah menyimpan air. Gunakan kain bersih untuk mengeringkan celah bodi, baut, sambungan logam, dan bagian lain yang dapat dijangkau.

<p class="isSelectedEnd">3. Periksa rantai dan komponen logam. Untuk motor yang menggunakan rantai terbuka, bersihkan serta lumasi menggunakan produk yang sesuai dengan petunjuk pabrikan.

<p class="isSelectedEnd">4. Hindari menyemprot air bertekanan tinggi ke area sensitif. Soket kelistrikan, panel instrumen, laher, dan area CVT perlu diperlakukan sesuai petunjuk perawatan motor.

<p class="isSelectedEnd">5. Segera tangani cat yang terkelupas. Bagian logam yang kehilangan lapisan pelindung lebih rentan mengalami korosi.

<p class="isSelectedEnd">6. Gunakan pelindung antikarat sesuai kebutuhan. Pastikan produk cocok untuk material dan area yang akan dilindungi. Hindari mengoleskan pelumas atau bahan antikarat pada permukaan rem, ban, dan bagian lain yang harus tetap memiliki daya cengkeram.

<p class="isSelectedEnd">Langkah-langkah tersebut sejalan dengan panduan perawatan motor dari Yamaha Indonesia, yang menekankan pentingnya membersihkan kotoran, mengeringkan bagian tersembunyi, serta menjaga perlindungan pada bagian logam yang rentan terhadap korosi.

<p class="isSelectedEnd"><b>Jangan Sembarangan Membongkar Bodi Motor Sendiri</b>

<p class="isSelectedEnd">Membongkar bodi motor memang dapat membantu pemeriksaan, tetapi pekerjaan ini perlu dilakukan dengan hati-hati.

<p class="isSelectedEnd">Setiap tipe motor memiliki susunan pengunci panel, baut, kabel, dan komponen yang berbeda. Kesalahan saat melepas atau memasang kembali bagian tersebut dapat merusak klip bodi, membuat panel longgar, atau mengganggu komponen lain.

<p class="isSelectedEnd">Jika tidak memiliki pengalaman, pemilik motor sebaiknya menyerahkan pekerjaan kepada mekanik yang memahami tipe kendaraannya.

<p class="isSelectedEnd">Apabila ditemukan karat pada rangka, terutama di bagian yang menopang beban atau berkaitan dengan keselamatan, mintalah pemeriksaan lebih lanjut sebelum motor terus digunakan.

<h2>
</h2><p class="isSelectedEnd">Waktu yang tepat untuk membongkar dan membersihkan motor adalah ketika pemeriksaan menunjukkan adanya kotoran yang sulit dijangkau, motor pernah terendam banjir, atau terdapat indikasi karat pada bagian tersembunyi. Tidak ada keharusan membongkar bodi secara total setiap tahun untuk semua motor.

<p class="isSelectedEnd">Pencegahan tetap dimulai dari kebiasaan sederhana, yaitu segera membersihkan motor setelah terkena hujan atau lumpur, mengeringkan bagian yang basah, memeriksa komponen logam, serta melakukan servis sesuai rekomendasi pabrikan.

<p class="isSelectedEnd">Dengan perawatan yang tepat, pemilik motor dapat mendeteksi karat lebih dini dan mengurangi risiko kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan lebih besar.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/bongkar-6e11_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Super Chess National Tournament Series 4 2026 Sukses Digelar, Peserta Mahasiswa Meningkat</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/19/super-chess-national-tournament-series-4-2026-sukses-digelar-peserta-mahasiswa-meningkat</link>
      <pubDate>Mon, 19 Oct 2026 08:01:49 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/19/super-chess-national-tournament-series-4-2026-sukses-digelar-peserta-mahasiswa-meningkat</guid>
      <category>Super Chess 2026</category>
      <category>Turnamen catur Bandung</category>
      <category>Superchallange Super Chess</category>
      <category>Kejuaraan catur nasional</category>
      <category>Hasil Super Chess 2026</category>
      <description>Super Chess 2026 di Bandung diikuti 520 pecatur dari 18 provinsi. Peserta mahasiswa meningkat, dengan hadiah Rp150 juta dan persaingan grandmaster.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Superchallange Super Chess National Tournament Series 4 2026 kembali sukses digelar di Bandung. 

Turnamen catur yang berlangsung di Piset Square, Jalan Pelajar Pejuang, Bandung, pada 17–18 Oktober 2026 ini diikuti sekitar 520 pecatur dari 18 provinsi di Indonesia.

Jumlah peserta tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 400 orang. Peningkatan paling menonjol terlihat pada kategori mahasiswa, baik nomor perorangan maupun beregu antarkampus.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa olahraga catur masih memiliki daya tarik di kalangan generasi muda. Turnamen hasil kolaborasi Superchallange dan Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jawa Barat ini juga memperebutkan total hadiah senilai Rp150 juta.

Ketua Panitia Pelaksana Super Chess National Tournament Series 4, H. Soleh Subari, menjelaskan bahwa jumlah peserta mahasiswa mengalami peningkatan signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

“Pada penyelenggaraan Superchallange Super Chess 4 ini jumlahnya pesertanya jelas meningkat signifikan, terutama dari kalangan mahasiswa. Dulu pesertnya dibawah 30, sekarang bisa sampai 78. Di kategori beregu, dulu 23 sekarang mencapai 26 regu,” ujar H. Soleh kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).

Menurut Soleh, turnamen tahun ini tidak hanya diikuti pecatur dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, tetapi juga peserta dari Malaysia dan Singapura. Selain itu, terdapat pula International Master (IM) asal Uzbekistan.

Pada kategori Open, panitia berhasil menghadirkan lima Grandmaster (GM), termasuk Susanto Megaranto dan Novendra Priasmoro. Sejumlah pecatur bergelar Woman Grandmaster (WGM), International Master (IM), FIDE Master (FM), Woman FIDE Master (WFM), serta National Master turut meramaikan persaingan.

“Nah, untuk yang umum open itu kita bisa menghadirkan lima grandmaster. Satu grandmaster Susanto Megaranto, lalu ada GM Novendra Priasmoro. Kemudian ada dua Woman Grand Master (WGM) salah satunya Laysa Latifah. Kalau IM itu banyak lebih dari 10. Kemudian di bawahnya ada Fide Master (FM) dan Woman Fide Master (WFM). Ke bawahnya ada National Master dan Woman National Master serta para pecatur. Bagi saya ini membuktikan kalua Superchallange Super Chess ini sudah diburu oleh para pecatur,” bebernya.

Sementara itu, Perwakilan Superchallange Regional Bandung, Emanuel Kristian Aditiyanto, mengaku senang melihat peningkatan jumlah peserta, khususnya dari kalangan mahasiswa.

Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa catur tidak hanya diminati kelompok usia dewasa, tetapi juga memiliki tempat di kalangan anak muda.

“Jadi, ada peningkatan tidak hanya dalam segi jumlah peserta tapi di anak-anak mudanya juga berkembang. Kan kita memang berharap di situ ya. Jadi, anggapan atau stigmanaya adalah catur ini adalah permainan orang-orang tua, ternyata enggak. Catur ini masih dalam kategori permainan anak muda. Terlihat dari mahasiswanya, antusiasnya cukup banyak gitu,” tutur Kris.

Kris mengatakan jumlah peserta mahasiswa sebenarnya berpotensi lebih besar. Namun, keterbatasan kuota membuat belum semua calon peserta dapat mengikuti turnamen.

Karena itu, pihak penyelenggara membuka peluang untuk menambah kapasitas pada penyelenggaraan berikutnya.

“Sejauh ini mayoritas memang masih dari kampus di Kota Bandung. Tapi ada kemungkinan tahun depan kapasitasnya dan jumlahnya akan kami tambah lagi,” katanya.

<img src="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/superchess-tb2-1656_mid.jpg">

Ia menambahkan, peningkatan jumlah peserta memang menjadi salah satu target penyelenggaraan. Meski demikian, konsistensi partisipasi dan pengalaman bertanding bagi para mahasiswa juga menjadi perhatian utama panitia.

“Di tahun depan harapannya juga tetap konsisten dulu di situ. Nanti pelan-pelan di-up lagi gitu. Jadi, yang pengen kita target di sini adalah experience-nya. Memang yang sebenarnya target untuk mahasiswa-mahasiswa tuh kan pengalamannya dulu ya. Supaya mereka bisa kalau memang punya impian ke target yang lebih tinggi ya menjadi seorang GM gitu ya. Yang penting kan experience-nya dulu. Dan memang itu yang pengen kita kejar,” tegasnya.

Sebelum rangkaian pertandingan pada Minggu, 18 Oktober 2026, digelar acara pembukaan yang dihadiri Perwakilan Bidang Pembinaan dan Prestasi (Bidpres) KONI Jawa Barat, Ir. Muhammad Ridlo Eisy, MBA, Wakil Ketua Umum I Percasi Jawa Barat, H. Abdul Chamid, serta Sekretaris Umum Percasi Jawa Barat, Dicky Irfan Firmansyah.

Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pertandingan simbolis antara Emanuel Kristian Aditiyanto dan Grandmaster Susanto Megaranto.

Pada hari pertama, Sabtu, 17 Oktober 2026, pertandingan diawali dengan kategori beregu antarkampus yang diikuti 26 tim. Kompetisi menggunakan sistem Swiss tujuh babak dengan kontrol waktu 10 menit ditambah tiga detik untuk setiap langkah.

Suasana turnamen semakin meriah dengan hadirnya sesi Fun Chess. Dalam kegiatan ini, tiga pecatur muda mendapat kesempatan menantang Susanto Megaranto, yakni Muhammad Rafly Syukuri dari UPI 2, Aditya Bayu Pratama dari Maba Baru Chess, dan Muhammad Mu'alief dari ITB.

Dengan durasi pertandingan hanya dua menit, Susanto berhasil mengalahkan ketiga penantangnya. Rafly mengakui keunggulan sang Grandmaster yang dinilainya memiliki kemampuan membaca permainan di atas levelnya.

"Memang keliatan beda levelnya. Nggak ketebak langkahnya," ujar Rafly.

Sementara itu, Muhammad Mu'alief mengaku gugup sejak awal pertandingan. Menanggapi pengalaman para pecatur muda tersebut, Susanto menyarankan mereka untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah.

"Jangan mudah menyerah kayak gitu," ujarnya.


<b>Daftar Pemenang Super Chess National Tournament Series 4 2026</b>

<b>Kategori Beregu Antarkampus</b>

Juara: El Dinus Chess

Runner-up: UGM Akurasi

Peringkat ketiga: UIN Satu King A


<b>Kategori Mahasiswa Perorangan</b>

Juara: Ephesians Prismaranatha (Udinus)

Runner-up: Abed Nego GRCC (Bekasi, Jawa Barat)

Peringkat ketiga: Michael Anggit Prasaja (UGM, DI Yogyakarta)


<b>Kategori Veteran</b>

Juara: Zadiat NNCC (NNCC, Jawa Barat)

Runner-up: Dedi Pandawa Lima (Bandung, Jawa Barat)

Peringkat ketiga: Kusnandar LCC (Depok, Jawa Barat)


<b>Kategori Open</b>

Juara: Yoseph Taher BTS 207 (Jawa Barat)

Runner-up: As Syah Syah Syakish Thirof (Kediri, Jawa Timur)

Peringkat ketiga: Agus Kurniawan (UIN Satu, Jawa Timur)


<b>Penghargaan Khusus</b>

Best Women College: Cherista Joane Nungki

Best Non-Master: Tito Aditya

Best Woman Open: Christine Elisabeth.





]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/superchess-tb1-7f83_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Pawai Budaya HJKB 216 Angkat Potensi Kecamatan, dari Ulin Barong hingga Tahu Cibuntu</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/18/pawai-budaya-hjkb-216-angkat-potensi-kecamatan-dari-ulin-barong-hingga-tahu-cibuntu</link>
      <pubDate>Sun, 18 Oct 2026 18:27:19 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/18/pawai-budaya-hjkb-216-angkat-potensi-kecamatan-dari-ulin-barong-hingga-tahu-cibuntu</guid>
      <category>HJKB 216 Bandung</category>
      <category>Pawai Budaya Bandung</category>
      <category>Karnaval Jampana 2026</category>
      <category>Jadwal HJKB Bandung</category>
      <category>Rute Kirab Jampana</category>
      <description>Pawai Budaya HJKB 216 Bandung digelar 24 Oktober 2026. Simak rute Kirab Jampana, jadwal acara, serta atraksi seni dan budaya khas kecamatan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Kekayaan budaya dan ciri khas wilayah Kota Bandung akan menjadi sorotan dalam Pawai Budaya Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB). 

Melalui Karnaval Jampana, perangkat daerah dan perwakilan kecamatan akan menampilkan beragam identitas, mulai dari kesenian tradisional hingga potensi lokal.

Mengusung tema Solidarity in Harmony, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi Kota Bandung yang mengedepankan keberagaman dan kebersamaan.

Kirab Jampana dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 06.00–09.00 WIB. Peserta akan melintasi rute sekitar 1,3 kilometer, dimulai dari simpang Jalan Diponegoro–Jalan Ir. H. Juanda dan berakhir di Jalan Merdeka, tepatnya di gerbang keluar Balai Kota Bandung.

Setiap rombongan akan membawa Jampana dengan konsep yang menggambarkan karakter instansi atau wilayah yang diwakilinya. Penampilan tersebut dirancang agar masyarakat dapat mengenali fungsi perangkat daerah sekaligus melihat potensi dan keunikan setiap kecamatan.

Untuk perangkat daerah, dekorasi Jampana diarahkan menampilkan tugas pokok dan fungsi, termasuk inovasi pelayanan publik. Sementara itu, peserta dari kecamatan akan mengangkat kekhasan daerah masing-masing, seperti sumber daya alam, kuliner, kesenian, dan tradisi lokal.

Sejumlah konsep yang tercantum dalam petunjuk pelaksanaan memberikan gambaran tentang keberagaman tampilan tersebut. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, misalnya, mengangkat representasi KTP dan kartu keluarga. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menampilkan mobil pemadam kebakaran, sedangkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengusung tema hewan ternak.

Kekayaan lokal juga akan hadir melalui penampilan perwakilan kecamatan. Kecamatan Coblong mengangkat kesenian Ulin Barong, Kecamatan Gedebage menampilkan Masjid Al-Jabbar, sedangkan Kecamatan Babakan Ciparay memperkenalkan Tahu Cibuntu sebagai salah satu identitas kuliner khasnya.

Beragam konsep tersebut memperlihatkan bahwa Karnaval Jampana tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga sarana memperkenalkan karakter dan potensi Kota Bandung kepada masyarakat.

Untuk memperkuat suasana karnaval, peserta diarahkan mengenakan kostum yang sesuai dengan tema Jampana. Setiap rombongan juga dapat menampilkan atraksi singkat atau meneriakkan yel-yel selama melintasi jalur pawai.

Selain penampilan visual, peserta diwajibkan menyiapkan narasi yang selaras dengan tema Jampana. Narasi tersebut akan dibacakan pembawa acara saat rombongan melintasi panggung pentas seni, sehingga masyarakat dapat memahami makna di balik konsep yang ditampilkan.

Kemegahan acara turut didukung kehadiran sejumlah pengisi hiburan, yakni Ega Robot Percussion, Kuburan Band, dan Bungsu Bandung.

Berdasarkan draf jadwal acara, sesi Kirab Jampana berlangsung pada pukul 06.00–09.00 WIB. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian acara di Balai Kota Bandung.

Melalui Pawai Budaya HJKB 216, keberagaman kesenian, kuliner, dan identitas wilayah diharapkan dapat tampil dalam satu perayaan yang mencerminkan semangat Solidarity in Harmony. Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi lokal dan karakter perangkat daerah kepada masyarakat luas.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/pawai-budaya-hjkb-216-ba40_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Farhan Dukung PSSI Jabar Perkuat Pembinaan Pemain Muda, Erick Thohir Soroti Potensi Daerah</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/18/farhan-dukung-pssi-jabar-perkuat-pembinaan-pemain-muda-erick-thohir-soroti-potensi-daerah</link>
      <pubDate>Sun, 18 Oct 2026 08:02:19 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/18/farhan-dukung-pssi-jabar-perkuat-pembinaan-pemain-muda-erick-thohir-soroti-potensi-daerah</guid>
      <category>PSSI Jawa Barat</category>
      <description>Muhammad Farhan mendukung PSSI Jawa Barat memperkuat pembinaan sepak bola usia dini. Erick Thohir menyoroti potensi besar Jabar dan pentingnya persatuan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini menjadi salah satu agenda penting bagi perkembangan sepak bola Jawa Barat. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk bekerja sama dengan kepengurusan PSSI Jawa Barat yang dipimpin Buky Wibawa.

Dukungan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri pengukuhan kepengurusan PSSI Jawa Barat di Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026). Ia berharap kepengurusan baru mampu mendorong lahirnya pemain-pemain potensial sekaligus meningkatkan prestasi sepak bola di tingkat kota, kabupaten, hingga provinsi.

Farhan menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi sepak bola diperlukan agar program pembinaan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi muda.

“Pemerintah Kota Bandung memberikan dukungan sepenuhnya untuk kesuksesan kinerja PSSI Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Pak Buky,” kata Farhan.

Menurutnya, pembinaan yang terencana menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat. Selain meningkatkan kualitas pemain, upaya tersebut juga membuka kesempatan bagi talenta muda untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerahnya.

Dukungan terhadap penguatan sepak bola daerah juga disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia menekankan bahwa kemajuan sepak bola membutuhkan kebersamaan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, KONI, hingga berbagai unsur yang terlibat dalam olahraga tersebut.

<img src="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/179224257656-wali-kota-dukung-pssi-jabar-perkuat-pembinaan-sepak-bola-dari-akar-rumput-dc77_mid.jpg" alt="">

“Tidak mungkin membangun sesuatu dengan perpecahan. Aklamasi bukan diartikan hal yang negatif ketika semua voter bersatu, pemerintah daerah bersatu, KONI mendukung dan semua stakeholder sepak bolanya mendukung,” ujar Erick.

Erick menilai Jawa Barat memiliki modal besar untuk mengembangkan sepak bola karena jumlah penduduknya mencapai sekitar 51,7 juta jiwa. Namun, potensi tersebut perlu didukung ketersediaan sumber daya manusia yang memadai, termasuk wasit dan pelatih berkualitas.

Ia juga mendorong agar akses pembinaan diperluas melalui kerja sama dengan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Langkah ini dinilai penting untuk mengenalkan sepak bola sejak dini sekaligus memperkuat jalur pengembangan pemain muda.

Menurut Erick, pembangunan sepak bola nasional tidak cukup hanya mengandalkan kompetisi liga dan pencapaian tim nasional. Penguatan fondasi dari daerah hingga provinsi juga harus menjadi perhatian agar perkembangan sepak bola Indonesia berlangsung berkelanjutan.

“Untuk membangun sepak bola Indonesia harus dari tingkat daerah dan provinsi agar fondasi sepak bola Nasional bisa semakin kuat,” tuturnya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, PSSI, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperluas kesempatan berlatih bagi pemain muda, meningkatkan kualitas pembinaan, serta mendorong lahirnya pesepak bola potensial dari Jawa Barat untuk bersaing di tingkat nasional.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/sepakbola1-ce19_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Farhan Tinjau Tiga Lokasi Rawan Banjir di Cibiru, Normalisasi Drainase Disiapkan</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/17/farhan-tinjau-tiga-lokasi-rawan-banjir-di-cibiru-normalisasi-drainase-disiapkan</link>
      <pubDate>Sat, 17 Oct 2026 18:07:58 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/17/farhan-tinjau-tiga-lokasi-rawan-banjir-di-cibiru-normalisasi-drainase-disiapkan</guid>
      <category>Banjir Cibiru</category>
      <description>Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau tiga titik rawan banjir di Cibiru. Pemkot menyiapkan kajian teknis dan normalisasi drainase tahun depan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung mulai memetakan kebutuhan penanganan banjir di sejumlah kawasan Kecamatan Cibiru. 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung ke tiga lokasi di Kelurahan Palasari, Cipadung, dan Pasir Biru pada Jumat (16/10/2026) untuk memeriksa kondisi saluran air serta mencari alternatif solusi.

Peninjauan tersebut menyasar kawasan pangkalan ojek di Jalan A.H. Nasution dan Jalan Cilengkrang II di Palasari, sodetan banjir di Jalan A.H. Nasution RW 02, Cipadung, serta saluran drainase RW 02 dan RW 03 Pasir Biru yang dinilai belum berfungsi maksimal.

Langkah ini dilakukan setelah Pemkot Bandung menerima aspirasi warga dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana yang berlangsung di ketiga kelurahan pada 14–15 Oktober 2026.

Di Palasari, persoalan genangan di sekitar pangkalan ojek menjadi salah satu perhatian. Farhan meminta agar kondisi tersebut dikaji lebih lanjut bersama bidang yang menangani daya rusak air sehingga penanganannya sesuai dengan karakteristik lokasi.

Penataan kawasan pangkalan ojek juga menjadi perhatian. Selain memperbaiki persoalan aliran air, area tersebut diharapkan lebih tertib dan nyaman digunakan oleh masyarakat.

Berbeda dengan Palasari, persoalan di Cipadung berkaitan dengan sodetan banjir di Jalan A.H. Nasution RW 02. Warga mengungkapkan bahwa banjir di kawasan tersebut telah terjadi sejak 2016. Mereka berharap sodetan yang mengarah ke wilayah Panyileukan dapat segera ditindaklanjuti.

Saat memeriksa lokasi, Farhan bersama jajaran terkait memperhatikan kondisi saluran, ketinggian permukaan tanah, serta posisi fondasi dan konstruksi bangunan di sekitar jalur air.

Berbagai aspek tersebut perlu diperhitungkan sebelum menentukan rekayasa saluran. Pemerintah tidak hanya perlu memastikan air dapat mengalir, tetapi juga menghindari kemungkinan munculnya persoalan baru di kawasan lain akibat perubahan jalur aliran.

Temuan lapangan selanjutnya akan menjadi bahan kajian teknis untuk menentukan bentuk penanganan yang memungkinkan, termasuk kebutuhan konstruksi pendukung.

Sementara itu, di Pasir Biru, perhatian diarahkan pada drainase RW 02 dan RW 03 yang tidak bekerja secara optimal. Normalisasi saluran menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan untuk memulihkan kelancaran aliran air.

Farhan menyebut pekerjaan tersebut berpotensi membutuhkan penggalian di sejumlah titik, bahkan pada area yang berdekatan dengan bangunan. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus memperhitungkan kondisi lingkungan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

“Ini bakal banyak galian. Ini bakal kena bangunan juga. Ini bakal digali dulu sambil saya menyusun anggaran tahun depan untuk normalisasi,” ujar Farhan saat meninjau lokasi.

Penyusunan anggaran untuk tahun berikutnya menjadi bagian dari persiapan penanganan drainase di Pasir Biru. Tahapan pekerjaan nantinya perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan teknis dan kemampuan anggaran daerah.

Ketiga lokasi tersebut memiliki persoalan yang berbeda, mulai dari penataan kawasan pangkalan ojek, kebutuhan evaluasi sodetan, hingga perbaikan fungsi drainase. Karena itu, penanganannya memerlukan solusi yang disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah.

Melalui peninjauan langsung ini, Pemkot Bandung berupaya mengidentifikasi kebutuhan perbaikan sebagai dasar penyusunan langkah lanjutan untuk mengurangi risiko genangan dan banjir di Kecamatan Cibiru.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/farhan-tinjau-daerah-banjir-7a3f_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Bukan di Galeri, Bandung Photography Month 11 Ubah Ruang Publik Jadi Panggung Seni</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/17/bukan-di-galeri-bandung-photography-month-11-ubah-ruang-publik-jadi-panggung-seni</link>
      <pubDate>Sat, 17 Oct 2026 14:32:32 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/17/bukan-di-galeri-bandung-photography-month-11-ubah-ruang-publik-jadi-panggung-seni</guid>
      <category>Bandung Photography Month 2026</category>
      <category>Pameran fotografi Bandung</category>
      <category>BPM 11 Reclaim</category>
      <category>Festival seni Bandung</category>
      <category>Jadwal pameran fotografi</category>
      <description>Bandung Photography Month 2026 mengusung tema Reclaim. Simak karya 28 seniman, program Museum Gagasan Fotografi Indonesia, dan jadwal pamerannya.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG - </b>Bandung Photography Month (BPM) kembali digelar untuk ke-11 kalinya pada 2026 dengan mengusung tema “Reclaim”. Festival fotografi ini resmi dibuka pada Jumat (16/10/2026) di Frame Kang Maman, Jalan Alkateri, Bandung, dan berlangsung hingga 16 November 2026.

Mengusung semangat An Afternoon of Art, Music, and Shared Spaces, BPM 11 menghadirkan karya fotografi, tulisan, musik, dan pertunjukan seni. Festival ini juga memanfaatkan ruang publik sebagai alternatif tempat pameran agar karya lebih dekat dengan masyarakat.

Perwakilan BPM, Baskara Puraga, menjelaskan bahwa festival tersebut telah berlangsung sejak 2013, sempat terhenti saat pandemi, kemudian kembali digelar secara rutin dengan tema yang merespons berbagai fenomena sosial.

“Bandung Photography Month adalah sebuah festival foto khusus untuk fotografi yang saat ini selalu kami adakan di ruang publik, jadi kita tidak di galeri,” ujar Baskara.

<img src="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/179224212889-a8de_mid.jpg" alt="">

BPM 11 melibatkan 28 seniman atau fotografer dan 13 penulis. Kolaborasi ini diharapkan memperluas ekosistem fotografi melalui karya visual, tulisan, kritik, serta gagasan yang memperkaya pemahaman masyarakat.

Salah satu program unggulannya adalah Museum Gagasan Fotografi Indonesia, sebuah ruang untuk mengarsipkan, menampilkan, dan mendokumentasikan pemikiran seputar fotografi.

“Keinginannya itu membuat museum dari hal kecil dulu, tapi khusus untuk mengarsipkan, menampilkan, dan menuliskan gagasan-gagasan yang berhubungan dengan fotografi,” jelas Baskara.

Dalam proses kurasi, narasi menjadi pertimbangan penting untuk memilih karya yang sesuai dengan tema “Reclaim”. Dari sekitar 45 peserta yang mengikuti open call, sembilan karya terpilih untuk ditampilkan. Karya tulis yang dihadirkan juga membahas kritik fotografi, pengarsipan, dan berbagai persoalan dalam praktik fotografi.

Baskara berharap BPM dapat menginspirasi komunitas di kota lain untuk mengadakan festival fotografi dengan konsep yang sesuai karakter masing-masing, tanpa harus mengandalkan skala besar.

“Harapannya mudah-mudahan bisa men-trigger teman-teman di kota-kota lain juga untuk membuat festival,” tuturnya.

<img src="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/179224212861-65b6_mid.jpg" alt="">

Salah satu fotografer peserta, Ncis, menampilkan karya tentang Hari Rusli, sosok yang dikenalnya sejak duduk di bangku SMP. Melalui foto-fotonya, ia menggambarkan karakter Hari Rusli yang unik, jahil, tetapi memiliki sisi lembut.

“Bandung Photography Month dari tahun ke tahun selalu unik, di luar nalar pameran yang biasa,” ungkap Ncis.

Ncis menilai Bandung masih membutuhkan lebih banyak ruang alternatif untuk memamerkan karya visual. Menurutnya, konsep pameran di luar galeri formal dapat membuka kesempatan bagi fotografer untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Semangat “Reclaim” juga hadir melalui pertunjukan performance art Gatot Gunawan pada acara pembukaan. Ia mengambil inspirasi dari foto-foto yang berkaitan dengan tari keraton Yogyakarta, Patrice Lumumba, Palestina, hingga Peristiwa Bandung Lautan Api.

Melalui gerak tari, Gatot menghubungkan karya fotografi dengan cerita mengenai pengorbanan, penderitaan, dan perjuangan manusia.

“Pada intinya, yang saya tangkap dari keseluruhan ini, foto-foto ini ngomongin tentang pengorbanan sama penderitaan,” jelas Gatot.

Ia berharap para fotografer semakin berani memanfaatkan ruang alternatif untuk memamerkan karya, sehingga seni dapat dinikmati masyarakat tanpa terbatas pada galeri eksklusif.

<img src="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/179224212847-bandung-photography-month-11-reclaim-perluas-ruang-pamer-fotografi-di-area-publik-8467_mid.jpg">

“Para fotografer ini bisa melebarkan sayapnya, bikin ruang-ruang pameran yang out of the box. Kita nggak mesti bikin di satu ruangan yang eksklusif,” kata Gatot.

Selain pameran, pembukaan BPM 11 dimeriahkan vinyl playlist oleh Tanto Sutrisno dan pertunjukan seni Gatot Gunawan. Rangkaian kegiatan juga mencakup walking tour menuju Red Raws Center di Pasar Antik Cikapundung, Lantai 3, Blok FC 01.

Melalui tema “Reclaim”, Bandung Photography Month 11 berupaya memperluas ruang apresiasi fotografi, mempertemukan seniman dengan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya ekosistem seni yang lebih terbuka di Kota Bandung.***



]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/reclaim-92f9_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>DPRD Kota Bandung Dorong Penanganan Stunting Lebih Menyeluruh, Keluarga hingga Sekolah Punya Peran</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/17/dprd-kota-bandung-dorong-penanganan-stunting-lebih-menyeluruh-keluarga-hingga-sekolah-punya-peran</link>
      <pubDate>Sat, 17 Oct 2026 07:46:29 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/17/dprd-kota-bandung-dorong-penanganan-stunting-lebih-menyeluruh-keluarga-hingga-sekolah-punya-peran</guid>
      <category>Stunting Bandung</category>
      <category>Deni Nursani</category>
      <category>Pencegahan stunting</category>
      <description>Deni Nursani mendorong pencegahan stunting di Bandung melalui pemenuhan gizi, edukasi remaja, kesehatan ibu, dan perbaikan sanitasi lingkungan keluarga.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b style="font-size: 15px;">TERASBANDUNG.COM - </b><span style="font-size: 15px;">Upaya menekan angka stunting di Kota Bandung dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perbaikan lingkungan. 

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Deni Nursani, S.Pd.I., menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak saja belum cukup untuk mengatasi persoalan tersebut.

Hal itu disampaikan Deni saat menghadiri kegiatan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten/Kota dengan Prevalensi Tinggi yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kota Bandung, Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut juga dihadiri Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Angelica Justicia Majid.

Dalam kesempatan itu, Deni menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan masyarakat agar program pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, persoalan stunting berkaitan dengan sejumlah faktor yang saling memengaruhi. Selain asupan nutrisi, kesiapan orang tua, kondisi kesehatan ibu, tingkat pendidikan, serta sanitasi tempat tinggal turut menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Ia menilai upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, bahkan sebelum pasangan memasuki kehidupan berkeluarga. Edukasi bagi remaja dan calon pengantin perlu diperkuat agar mereka memiliki pemahaman mengenai kesiapan fisik, mental, serta kesehatan reproduksi.

Deni juga mengingatkan risiko kesehatan yang dapat muncul ketika calon ibu mengalami anemia atau kekurangan darah. Karena itu, pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan sebelum kehamilan menjadi bagian penting dalam langkah pencegahan stunting.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu. Kita perlu memperhatikan kesiapan remaja, calon pengantin, hingga kondisi kesehatan ibu sebelum kehamilan,” ujarnya.

Selain persoalan kesehatan, Deni menggarisbawahi pentingnya pendidikan dalam membangun generasi yang sehat. Menurutnya, remaja yang tidak melanjutkan sekolah berpotensi menghadapi keterbatasan akses pekerjaan dan pendapatan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan anak.

Kondisi ekonomi tersebut dapat berdampak terhadap pemenuhan gizi, pola pengasuhan, dan perkembangan anak. Oleh sebab itu, sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, kesiapan membangun keluarga, serta pentingnya menunda pernikahan hingga siap secara fisik dan mental.

Deni turut mengingatkan bahwa lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat bisa menghambat upaya pemenuhan gizi anak. Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian ialah ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang layak bagi keluarga.

Ia menjelaskan, sumber air yang berdekatan dengan septic tank atau sumber pencemaran lain berisiko mengalami kontaminasi bakteri. Jika kondisi tersebut tidak ditangani, kesehatan anak dapat terancam meskipun kebutuhan makanannya telah diupayakan dengan baik.

“Pemenuhan asupan makanan harus dibarengi dengan sanitasi yang baik. Rumah, ketersediaan jamban yang layak, dan sumber air bersih juga harus menjadi perhatian dalam upaya pencegahan stunting,” katanya.

Karena itu, perbaikan akses air bersih, pembangunan jamban yang layak, dan peningkatan kualitas sanitasi perlu berjalan beriringan dengan program pemenuhan gizi. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

Deni mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan untuk mencegah dan mempercepat penurunan stunting. Meski demikian, ia menilai hasil yang maksimal hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan mengambil peran sesuai bidang masing-masing.

Koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) perlu diperkuat dengan melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, akademisi, serta masyarakat. Di tingkat keluarga, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak serta kebersihan lingkungan juga harus menjadi kebiasaan yang dijalankan secara konsisten.

Ia berharap strategi lintas sektor tersebut tidak hanya membantu menekan prevalensi stunting, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Menurut Deni, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan komitmen bersama yang dimulai dari keluarga, didukung lingkungan sehat, serta diperkuat melalui kebijakan pemerintah dan kerja sama berbagai pihak.

"Dengan kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, upaya percepatan penurunan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan kualitas hidup generasi mendatang," katanya.***</span>

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/stunting1-22cf_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Wali Kota Farhan Buka Suara soal Stok BBM Bandung, Bagaimana Kondisinya Sekarang?</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/16/wali-kota-farhan-buka-suara-soal-stok-bbm-bandung-bagaimana-kondisinya-sekarang</link>
      <pubDate>Fri, 16 Oct 2026 18:19:21 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/16/wali-kota-farhan-buka-suara-soal-stok-bbm-bandung-bagaimana-kondisinya-sekarang</guid>
      <category>BBM Bandung</category>
      <category>Pasokan BBM Bandung</category>
      <description>Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan distribusi BBM masih aman dan lancar. Pemkot terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi ganggua</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM – </b>Masyarakat Kota Bandung tidak perlu khawatir berlebihan terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah Kota Bandung menyatakan distribusi BBM ke wilayahnya masih berlangsung aman dan lancar berdasarkan informasi yang diterima dari Pertamina.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pihaknya terus berkomunikasi dengan Pertamina untuk memperoleh pembaruan mengenai kondisi penyaluran energi. Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila muncul kendala yang berpotensi menghambat distribusi.

Dilansir dari Money, Farhan menyebut laporan yang diterima pemerintah kota hingga saat ini menunjukkan pasokan BBM menuju Bandung masih terkendali.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/16/bio-farma-raih-primaniyarta-ke-12-tegaskan-daya-saing-ekspor-produk-kesehatan-indonesia">Baca Juga : Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Tegaskan Daya Saing Ekspor Produk Kesehatan Indonesia</a></b>

"Sampai sejauh ini kami masih mendapatkan informasi bahwa distribusi ke sini tuh aman," ujar Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pemantauan tersebut adalah jalur distribusi yang digunakan untuk memasok BBM ke Kota Bandung. Menurut Farhan, penyaluran BBM ke wilayah ini memanfaatkan jaringan pipa milik Pertamina.

Sistem tersebut berbeda dengan pola distribusi di sejumlah daerah lain yang mengandalkan transportasi laut untuk membawa BBM dari kilang yang berada di pulau berbeda.

Perbedaan infrastruktur penyaluran itu menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam menjaga kestabilan pasokan. Distribusi yang bergantung pada kapal pengangkut, misalnya, berpotensi menghadapi hambatan apabila terjadi gangguan pada perjalanan laut.

Karena itu, Pemkot Bandung memilih terus menjalin komunikasi dengan Pertamina untuk mengetahui perkembangan kondisi pasokan sekaligus mengantisipasi kemungkinan gangguan di lapangan.

Pemerintah kota juga akan mengikuti informasi terbaru dari perusahaan energi tersebut sebagai dasar pemantauan distribusi BBM di wilayah Bandung.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/15/aktivitas-penumpang-kereta-di-stasiun-bandung-meningkat-1226-persen-capai-26-juta-penumpang">Baca Juga : Aktivitas Penumpang Kereta di Stasiun Bandung Meningkat 12,26 Persen Capai 2,6 Juta Penumpang</a></b>

Meski kondisi saat ini dilaporkan masih aman, koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina tetap diperlukan untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pemkot Bandung berharap kelancaran distribusi tersebut dapat terus terjaga sehingga aktivitas warga, transportasi, dan kegiatan ekonomi tidak terganggu oleh persoalan pasokan BBM.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2022/09/pom-bensin-bbm-00d3_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Bandung Makin Hareudang, BMKG Ungkap Suhu Tembus 35 Derajat Celsius dan Ancaman yang Mengintai</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/16/bandung-makin-hareudang-bmkg-ungkap-suhu-tembus-35-derajat-celsius-dan-ancaman-yang-mengintai</link>
      <pubDate>Fri, 16 Oct 2026 15:02:59 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/16/bandung-makin-hareudang-bmkg-ungkap-suhu-tembus-35-derajat-celsius-dan-ancaman-yang-mengintai</guid>
      <description>BMKG mencatat suhu Bandung mencapai 35 derajat Celsius. Simak penyebab cuaca panas, risiko kesehatan, dan perkiraan awal musim hujan November-Desember.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Cuaca panas yang belakangan dirasakan warga Kota Bandung dan wilayah sekitarnya ternyata sejalan dengan catatan peningkatan suhu udara. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung mencatat suhu maksimum di Kota Bandung mencapai 35 derajat Celsius pada pertengahan Oktober 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi, Asri Rachmawati, menjelaskan bahwa sejumlah daerah di Jawa Barat mengalami tren kenaikan suhu selama sepekan terakhir. Kondisi tersebut membuat udara terasa lebih panas dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Berdasarkan catatan yang disampaikan Asri, suhu maksimum di Bandung pada 8 Oktober mencapai 31,4 derajat Celsius, kemudian turun menjadi 30,4 derajat Celsius pada 9 Oktober.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/15/21-orang-positif-narkoba-di-saritem-dprd-bandung-soroti-dugaan-prostitusi-yang-masih-berlangsung">Baca Juga : 21 Orang Positif Narkoba di Saritem, DPRD Bandung Soroti Dugaan Prostitusi yang Masih Berlangsung</a></b>

Memasuki 10 Oktober, suhu kembali meningkat hingga 32 derajat Celsius. Kenaikan berlanjut pada 11 Oktober dengan suhu mencapai 34 derajat Celsius, sebelum tercatat 32,6 derajat Celsius pada 12 Oktober.

Suhu kembali melonjak pada hari-hari berikutnya. Asri menyampaikan bahwa kondisi tersebut sesuai dengan keluhan masyarakat yang merasakan cuaca Bandung semakin panas.

"Di tanggal 13 nya naik lagi jadi 3,3. Kemarin itu naiknya signifikan di 35,0. Jadi, benar yang dirasakan bahwa di Bandung rasanya lebih panas," kata dia kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).

Asri menjelaskan, minimnya hujan selama periode tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan suhu. Kondisi serupa juga terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Barat.

Ketika tutupan awan berkurang, sinar matahari dapat mencapai permukaan bumi dengan lebih leluasa. Akibatnya, pemanasan permukaan berlangsung lebih intens dan suhu udara pada siang hari dapat meningkat.

Selain kondisi tutupan awan, posisi gerak semu Matahari yang berada di atas wilayah Jawa turut disebut sebagai faktor yang memengaruhi tingginya suhu. Asri juga menyinggung kondisi indeks ENSO yang berada pada kategori sangat kuat.

<b>Warga Diimbau Waspadai Dehidrasi hingga Kebakaran Lahan</b>

Cuaca panas dan kondisi kering tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu sejumlah persoalan kesehatan dan lingkungan.

Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya gangguan pernapasan akibat paparan debu. Udara kering dan kondisi lingkungan yang berdebu dapat memperburuk keluhan pernapasan, terutama bagi kelompok yang rentan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/14/viral-dugaan-pelecehan-seksual-di-fh-unpas-libatkan-oknum-dosen-mahasiswa-tuntut-pengusutan">Baca Juga : Viral Dugaan Pelecehan Seksual di FH Unpas Libatkan Oknum Dosen, Mahasiswa Tuntut Pengusutan</a></b>

Masyarakat juga diminta menjaga kecukupan cairan tubuh untuk mengurangi risiko dehidrasi. Konsumsi air putih secara teratur menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika beraktivitas di tengah cuaca panas.

Di sisi lain, kondisi lahan yang mengering dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, masyarakat perlu menghindari aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, terutama di kawasan dengan vegetasi kering.

BMKG memperkirakan musim hujan mulai memasuki sejumlah wilayah pada November hingga Desember. Meski demikian, masyarakat tetap perlu mengikuti pembaruan prakiraan cuaca karena waktu kedatangan hujan dapat berbeda di setiap daerah.

Dengan suhu maksimum yang sempat mencapai 35 derajat Celsius, warga Bandung diimbau menjaga kondisi tubuh, membatasi paparan panas berlebihan, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca kering.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2022/09/pasupati-flyover-79ed_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Christian Julianto Punya Ide Tak Biasa, Nobar Persib Diusulkan Jadi Ajang Edukasi Bencana</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/16/christian-julianto-punya-ide-tak-biasa-nobar-persib-diusulkan-jadi-ajang-edukasi-bencana</link>
      <pubDate>Fri, 16 Oct 2026 14:22:33 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/16/christian-julianto-punya-ide-tak-biasa-nobar-persib-diusulkan-jadi-ajang-edukasi-bencana</guid>
      <category>DPRD Kota Bandung</category>
      <category>nobar Persib Bandung</category>
      <description>Christian Julianto mengusulkan nobar Persib sebagai sarana edukasi mitigasi bencana di Bandung untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi musim huja</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Edukasi kebencanaan di Kota Bandung perlu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, terutama menjelang meningkatnya potensi hujan. 

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman, mendorong pemerintah menghadirkan metode sosialisasi yang lebih kreatif agar warga semakin siap menghadapi risiko bencana.

Menurut Christian, upaya mengantisipasi bencana tidak cukup hanya melalui pembangunan dan pembenahan infrastruktur. Pengetahuan masyarakat mengenai langkah penyelamatan diri, jalur evakuasi, serta perlengkapan darurat juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko.

Hal itu disampaikan Christian saat menjadi narasumber dalam talkshow OPSI bertajuk “Musim Hujan Datang, Mitigasi Bencana Bandung Sudah Sampai Mana?” di Studio PRFM Bandung, Rabu, 15 Oktober 2026.

Dalam diskusi tersebut, ia menekankan pentingnya peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung dalam memberikan pemahaman kebencanaan yang disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah.

Christian menilai, masyarakat harus mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat. Pemahaman tersebut mencakup cara menyelamatkan diri, mengenali jalur evakuasi, hingga menyiapkan kebutuhan yang diperlukan saat bencana terjadi.

“Komisi IV akan berbicara soal bagaimana kesiapsiagaan dari BPBD. Sejauh mana edukasi yang sudah diberikan kepada masyarakat dan sekolah-sekolah, serta apa yang harus dilakukan masyarakat apabila terjadi bencana,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa perubahan cuaca dan meningkatnya potensi hujan di Bandung perlu direspons dengan persiapan sejak dini. Munculnya genangan air, meskipun hanya berlangsung dalam waktu singkat, seharusnya menjadi pengingat bahwa potensi bencana tidak boleh dianggap sepele.

Christian mengaku kerap menerima keluhan warga mengenai persoalan lingkungan dan potensi bencana melalui kegiatan reses, kunjungan langsung ke wilayah, hingga media sosial. Berbagai masukan tersebut kemudian menjadi bahan komunikasi dengan organisasi perangkat daerah terkait.

Di sisi lain, ia melihat kesadaran sebagian masyarakat terhadap ancaman bencana masih perlu ditingkatkan. Banjir, misalnya, terkadang dianggap sebagai kejadian tahunan yang sudah biasa terjadi sehingga kesiapsiagaan belum menjadi perhatian utama.

Karena itu, Christian meminta masyarakat dan pemerintah tidak menunggu curah hujan meningkat sebelum mengambil langkah antisipasi.

“Jangan sampai musim hujan sudah datang, curah hujan sudah tinggi, kita baru mau bersiap-siap. Kita masih punya waktu, jadi sebaiknya bersiap lebih awal,” katanya.

Nobar Persib Bisa Jadi Media Sosialisasi Kebencanaan

Untuk memperluas jangkauan edukasi, Christian mengusulkan agar kegiatan masyarakat dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi mitigasi bencana. Salah satu alternatif yang dinilainya potensial adalah mengintegrasikan sosialisasi kebencanaan dengan agenda nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung di tingkat kelurahan.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi BPBD untuk menyampaikan informasi kepada warga yang sudah berkumpul di satu lokasi. Edukasi bisa diberikan sekitar 30 menit sebelum pertandingan dimulai atau ketika jeda pertandingan berlangsung.

Dengan pendekatan ini, informasi mengenai potensi bencana di lingkungan tempat tinggal, tindakan penyelamatan, dan prosedur evakuasi dapat disampaikan melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Christian juga menilai metode tersebut dapat menjadi pilihan sosialisasi yang efisien karena memanfaatkan agenda yang telah berjalan, tanpa harus selalu menyelenggarakan kegiatan terpisah dengan kebutuhan anggaran tambahan.

“Modalnya minim, tetapi dampaknya bisa besar. Masyarakat sudah berkumpul untuk nonton bareng, tinggal dimanfaatkan untuk sosialisasi,” tuturnya.

Ia berharap gagasan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif bagi BPBD dan pemerintah kewilayahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga. Dengan penyampaian informasi yang lebih menarik dan mudah dijangkau, kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di Kota Bandung diharapkan semakin meningkat.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/christian-julianto-e51a_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Tegaskan Daya Saing Ekspor Produk Kesehatan Indonesia</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/16/bio-farma-raih-primaniyarta-ke-12-tegaskan-daya-saing-ekspor-produk-kesehatan-indonesia</link>
      <pubDate>Fri, 16 Oct 2026 13:27:53 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/16/bio-farma-raih-primaniyarta-ke-12-tegaskan-daya-saing-ekspor-produk-kesehatan-indonesia</guid>
      <category>Vaksin Bio Farma</category>
      <description>PT Bio Farma meraih penghargaan Primaniyarta 2026 kategori Eksportir Pemanfaat Free Trade Agreement (FTA).</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM -</b> PT Bio Farma meraih penghargaan Primaniyarta 2026 kategori Eksportir Pemanfaat Free Trade Agreement (FTA) dalam kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Rabu 14 Oktober 2026.

Penghargaan dari Kementerian Perdagangan tersebut diterima langsung Direktur Komersial Bio Farma Fitri Puspadewi. Capaian ini merupakan penghargaan Primaniyarta ke-12 yang diraih Bio Farma sejak 2010, sekaligus menjadi apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam mendukung ekspor nasional.

Pada penyelenggaraan TEI ke-40 tahun 2025, Bio Farma meraih Primaniyarta kategori Lifetime Achievement Award. Bio Farma juga menjadi satu-satunya badan usaha milik negara (BUMN) yang menerima penghargaan Primaniyarta pada tahun tersebut.

Kontribusi Bio Farma terhadap ekspor nasional tercermin dari total ekspor kumulatif lebih dari Rp10 triliun pada periode 2021–2025. Produk vaksin Bio Farma juga telah digunakan di lebih dari 150 negara di Asia, Afrika, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika melalui jalur pengadaan institusional serta kemitraan bilateral.

Jaringan tersebut mencerminkan kepercayaan organisasi internasional, pemerintah, dan pemangku kepentingan kesehatan di berbagai negara terhadap produk Bio Farma. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan industri kesehatan nasional untuk bersaing di pasar internasional sekaligus berkontribusi terhadap ekspor Indonesia.

Selama beberapa dekade, Bio Farma berkembang menjadi salah satu produsen vaksin terkemuka di dunia yang berperan dalam memperkuat kesehatan global melalui penyediaan vaksin dan produk biologi berkualitas. Sejak memasuki pasar internasional pada 1997, Bio Farma telah mengekspor lebih dari 90 miliar dosis vaksin, mendukung program imunisasi yang melindungi jutaan orang dari penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.

Dengan kapasitas produksi 3,1 miliar dosis per tahun dan portofolio 20 produk yang telah memperoleh prakualifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bio Farma terus mendukung kebutuhan vaksin global dengan menjaga standar mutu, keamanan, dan khasiat yang diakui secara internasional. Portofolio ekspornya mencakup vaksin bakterial dan viral, termasuk vaksin polio dan campak, serta bahan aktif vaksin (vaccine drug substances) untuk mendukung pencegahan penyakit di berbagai negara.

Kategori Eksportir Pemanfaat FTA diberikan kepada eksportir yang secara konsisten memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas untuk meningkatkan ekspor dan memperluas akses ke pasar internasional. Bagi Bio Farma, pemanfaatan FTA menjadi bagian dari strategi pengembangan pasar dan penguatan kemitraan global.

Direktur Komersial Bio Farma Fitri Puspadewi mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan daya saing produk kesehatan Indonesia.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Bio Farma untuk terus memperkuat daya saing produk di pasar internasional. Melalui optimalisasi pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA), kami berupaya membuka peluang pasar yang lebih luas, memperkuat kemitraan strategis, serta meningkatkan kontribusi ekspor produk kesehatan Indonesia,” ujar Fitri.

Fitri menambahkan bahwa pengembangan pasar internasional akan terus didorong melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta penguatan kolaborasi lintas negara untuk mendukung pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan.

“Kami berharap produk kesehatan Indonesia tidak hanya mampu bersaing di pasar global, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan kesehatan dan meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok kesehatan dunia,” tambah Fitri.

Sejalan dengan pengembangan pasar internasional, Bio Farma terus memperkuat kapabilitas dan penguasaan teknologi untuk mendukung kebutuhan kesehatan nasional. Salah satu diantaranya adalah Bio-TCV, vaksin tifoid konjugat produksi Bio Farma yang pengembangannya mencakup kerja sama riset, transfer teknologi, uji klinis, serta evaluasi regulator hingga memperoleh persetujuan pemasaran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pengembangan Bio-TCV mencerminkan upaya Bio Farma untuk memperkuat penguasaan teknologi konjugasi serta meningkatkan kapasitas produksi vaksin nasional. Upaya tersebut disertai komitmen untuk menjaga ketersediaan produk secara berkelanjutan, memperluas akses, serta menghadirkan vaksin berkualitas dengan harga yang kompetitif. Penerimaan masyarakat juga didukung melalui kolaborasi dengan organisasi profesi kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, akademisi, serta edukasi berbasis bukti ilmiah.

Pengembangan lainnya adalah Bio-RV, vaksin rotavirus neonatal hasil kolaborasi Bio Farma dengan Murdoch Children’s Research Institute (MCRI), yang telah memperoleh Nomor Izin Edar dari BPOM pada 2 September 2026. Pengembangannya melibatkan penelitian, uji praklinis dan klinis, alih teknologi, serta penyiapan manufaktur di Indonesia melalui kerja sama dengan akademisi nasional dan mitra global.

Bio-RV membuka peluang perlindungan terhadap penyakit akibat rotavirus sejak dini. Penguasaan proses pengembangan dan manufaktur vaksin ini di dalam negeri diharapkan dapat memperkuat ketersediaan dan keberlanjutan pasokan vaksin, sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor. Pengembangan Bio-TCV dan Bio-RV menunjukkan bagaimana kolaborasi dan penguasaan teknologi diarahkan untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat serta memperkuat kemampuan industri vaksin nasional.

Dalam penyelenggaraan TEI ke-41, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menargetkan nilai transaksi perdagangan mencapai 17,5 miliar dolar AS, meningkat dari target tahun sebelumnya sebesar 16,5 miliar dolar AS. Ia mengapresiasi kontribusi eksportir dan seluruh pihak yang mendukung pertemuan produk nasional dengan pembeli internasional.

“Kami berharap capaian transaksi dagang Trade Expo Indonesia sesuai target, bahkan mudah-mudahan melebihi target,” kata Budi.

Sebagai BUMN life science yang merupakan bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, Bio Farma berkomitmen untuk memperkuat daya saing global sekaligus mendukung kemandirian dan ketahanan kesehatan nasional.

Penguatan tata kelola, pengembangan kapasitas dan inovasi, serta kolaborasi yang menghubungkan riset, produksi, distribusi, dan layanan kesehatan menjadi bagian dari arah transformasi perusahaan. Melalui langkah tersebut, Bio Farma terus berupaya mendukung akses, ketersediaan, dan keberlanjutan produk serta layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/whatsapp-image-2026-10-16-at-114406-743e_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Aktivitas Penumpang Kereta di Stasiun Bandung Meningkat 12,26 Persen Capai 2,6 Juta Penumpang</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/15/aktivitas-penumpang-kereta-di-stasiun-bandung-meningkat-1226-persen-capai-26-juta-penumpang</link>
      <pubDate>Thu, 15 Oct 2026 13:10:46 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Sirojul Mutaqien]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/15/aktivitas-penumpang-kereta-di-stasiun-bandung-meningkat-1226-persen-capai-26-juta-penumpang</guid>
      <category>kereta api</category>
      <category>pt kai</category>
      <category>daop 2 bandung</category>
      <description>Sepanjang Januari–September 2026, Stasiun Bandung mencatat 2.606.290 aktivitas pelanggan KA jarak jauh dan lokal.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM -</b> Sepanjang Januari–September 2026, Stasiun Bandung mencatat 2.606.290 aktivitas pelanggan KA jarak jauh dan lokal.

Angka ini meningkat 12,26 persen dibandingkan dengan aktivitas pada periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 2.321.687 penumpang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, pilihan perjalanan menuju kawasan Bandung juga tersedia melalui Whoosh.

Sepanjang Januari–September 2026, Whoosh melayani 4.576.841 pelanggan, meningkat 1,16 persen dibandingkan 4.524.311 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.

Pada periode tersebut, volume pelanggan bulanan tertinggi tercatat pada Juli sebanyak 578.562 pelanggan dan Agustus 560.772 pelanggan.

Menurut Anne, beragamnya layanan berbasis rel memberikan masyarakat lebih banyak pilihan perjalanan menuju kawasan Bandung.

“Karakter perjalanan menuju Bandung sangat beragam. Ada masyarakat yang datang untuk bekerja, kuliah, menjalankan usaha, berwisata, menghadiri konser, pameran, konferensi, hingga berbagai kegiatan kreatif. Setiap kebutuhan memiliki pola perjalanan yang berbeda,” jelas Anne di Bandung, Rabu 14 Oktober 2026.

Selain Bandung, sejumlah kota lain juga menunjukan angka aktivitas penumpang yang ramai. Di Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang mobilitas kereta mencapai 7,86 Juta. Empat kota ini memiliki karakter industri kreatif berbeda, dari desain dan batik hingga seni tradisi dan media arts

Bandung dikenal dengan desain dan industri kreatifnya. Pekalongan tumbuh bersama tradisi batik, Solo dengan seni dan kriya, sementara Malang berkembang melalui media digital dan industri kreatif berbasis teknologi. Keempat kota tersebut telah masuk dalam UNESCO Creative Cities Network dan menjadi bagian dari kota-kota yang dilayani jaringan kereta api.

Sepanjang Januari–September 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 7.855.198 aktivitas naik dan turun pelanggan KA jarak jauh dan lokal di Stasiun Bandung, Pekalongan, Solo Balapan, dan Malang. Jumlah tersebut naik 8,85 persen dibandingkan 7.216.612 aktivitas pada periode yang sama tahun 2025.

Anne Purba mengatakan pergerakan masyarakat menuju kota-kota tersebut memperlihatkan beragamnya kebutuhan perjalanan antarkota, mulai dari bekerja, pendidikan, perdagangan, kegiatan budaya, hingga pariwisata.

“Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang memiliki karakter kota yang berbeda. Aktivitas kreatif, pendidikan, bisnis, budaya, dan pariwisata membuat pergerakan masyarakat menuju kota-kota tersebut berlangsung sepanjang tahun. Kereta api menjadi salah satu pilihan perjalanan untuk menjangkau berbagai aktivitas itu,” ujar Anne.

Bandung menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network sejak 2015 dalam bidang Design. Kota ini memiliki ekosistem kreatif yang berkembang pada desain, fesyen, arsitektur, desain grafis, produk kreatif, hingga media digital.

Di Jawa Tengah, Pekalongan menjadi anggota UNESCO Creative Cities Network sejak 2014 dalam bidang Crafts and Folk Art. Batik menjadi bagian kuat dari kehidupan ekonomi dan budaya masyarakat kota tersebut.

Sepanjang Januari–September 2026, Stasiun Pekalongan mencatat 1.050.509 aktivitas pelanggan, meningkat 3,72 persen dibandingkan 1.012.784 aktivitas pada periode yang sama tahun 2025.

Kota berikutnya adalah Surakarta, yang masuk UNESCO Creative Cities Network pada 2023 dalam bidang Crafts and Folk Art. Solo memiliki aktivitas kreatif yang berkaitan erat dengan batik, kriya, tari, karawitan, wayang, serta berbagai pertunjukan budaya.

Stasiun Solo Balapan mencatat 2.538.838 aktivitas pelanggan KA jarak jauh dan lokal sepanjang Januari–September 2026, tumbuh 11,60 persen dibandingkan 2.274.844 aktivitas pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mobilitas berbasis rel di Solo juga dilayani Commuter Line Area VI Yogyakarta pada koridor Yogyakarta–Palur. Sepanjang Januari–September 2026, layanan tersebut mencatat sekitar 7,16 juta pelanggan, meningkat 7,68 persen dibandingkan sekitar 6,65 juta pelanggan pada periode yang sama 2025. Solo Balapan menjadi salah satu stasiun utama dalam koridor tersebut.

Kehadiran KA jarak jauh, lokal, dan commuter membuat pola perjalanan menuju Solo memiliki jangkauan yang luas, mulai dari perjalanan antarkota hingga mobilitas harian masyarakat Solo Raya dan Yogyakarta.

Sementara Malang menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network pada 2025 dalam bidang Media Arts. Kota ini memiliki ekosistem kreatif yang berkembang pada animasi, gim, film, desain, produksi konten, dan berbagai kegiatan digital.

Sepanjang Januari–September 2026, Stasiun Malang melayani 1.659.561 aktivitas pelanggan, meningkat 3,25 persen dibandingkan 1.607.297 aktivitas pada periode yang sama tahun 2025.

Pergerakan menuju empat kota tersebut berlangsung ketika aktivitas pariwisata Indonesia juga berada pada level yang tinggi. Badan Pusat Statistik mencatat 104,30 juta perjalanan wisatawan nusantara pada Agustus 2026. Pada bulan yang sama, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 1,60 juta kunjungan.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/whatsapp-image-2026-10-15-at-130930-7c46_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>21 Orang Positif Narkoba di Saritem, DPRD Bandung Soroti Dugaan Prostitusi yang Masih Berlangsung</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/15/21-orang-positif-narkoba-di-saritem-dprd-bandung-soroti-dugaan-prostitusi-yang-masih-berlangsung</link>
      <pubDate>Thu, 15 Oct 2026 07:18:40 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/15/21-orang-positif-narkoba-di-saritem-dprd-bandung-soroti-dugaan-prostitusi-yang-masih-berlangsung</guid>
      <category>DPRD Kota Bandung</category>
      <category>Razia narkoba Saritem</category>
      <category>Prostitusi Saritem Bandung</category>
      <category>Polrestabes Bandung</category>
      <category>Prostitusi online Bandung</category>
      <description>Sebanyak 21 orang terindikasi positif amphetamine dalam razia di Saritem. DPRD Bandung mendesak Pemkot menangani dugaan prostitusi dan masalah sosial.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Persoalan aktivitas prostitusi di kawasan Saritem, Kota Bandung, kembali menjadi sorotan setelah aparat kepolisian menggelar operasi pemberantasan narkoba. 

Pemerintah Kota Bandung pun didorong untuk mengambil langkah nyata dalam menangani persoalan sosial tersebut, termasuk dugaan praktik prostitusi daring di sejumlah lokasi.

Sebelumnya, Satresnarkoba Polrestabes Bandung menggelar penggerebekan dan razia di eks lokalisasi Saritem, Kecamatan Andir, pada Jumat (9/10/2026) sore. 

Dalam operasi tersebut, sebanyak 21 orang terindikasi positif menggunakan narkoba jenis amphetamine dan dibawa ke Mapolrestabes Bandung.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan, S.Ak., S.M., menilai temuan tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi penanganan aktivitas prostitusi yang diduga masih berlangsung di kawasan itu.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/14/kdm-ungkap-strategi-baru-atasi-banjir-bandung-raya-ada-proyek-yang-disiapkan-hingga-2027">Baca Juga : KDM Ungkap Strategi Baru Atasi Banjir Bandung Raya, Ada Proyek yang Disiapkan hingga 2027</a></b>

Ia meminta Pemkot Bandung tidak mengabaikan persoalan tersebut. Menurutnya, langkah konkret diperlukan melalui penjangkauan, sosialisasi, dan keterlibatan perangkat daerah terkait.

“Kita tuh enggak usah tutup mata dan pura-pura enggak tahu. Kita kan sebenarnya, Saritem masih buka tuh, semua orang tahu di Bandung,”ungkapnya.

Andri menilai, perhatian terhadap aktivitas di Saritem muncul kembali setelah kepolisian melakukan penindakan terkait narkoba. Ia berharap, langkah aparat tersebut diikuti oleh pemerintah kota melalui penanganan yang sesuai dengan kewenangan dan aturan yang berlaku.

Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan prostitusi tidak hanya berkaitan dengan satu kawasan. Praktik yang diduga berlangsung melalui media sosial dan transaksi daring juga perlu mendapat perhatian serius.

“Bukan soal Saritem saja, justru yang lebih mengerikan bagi saya adalah prostitusi yang dilakukan lewat platform media sosial,” ujarnya

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/14/trotoar-dan-drainase-kiaracondong-dibersihkan-farhan-soroti-aturan-pkl-dan-parkir">Baca Juga : Trotoar dan Drainase Kiaracondong Dibersihkan, Farhan Soroti Aturan PKL dan Parkir</a></b>

Untuk menangani persoalan tersebut, Andri meminta Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Satpol PP Kota Bandung mengambil peran sesuai tugas masing-masing. Penjangkauan dinilai penting agar persoalan sosial, kesehatan, dan ketertiban umum dapat ditangani secara terpadu.

Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan pemerintah dalam mengakui adanya persoalan yang perlu diselesaikan. Menurutnya, langkah pencegahan dan penanganan harus menjadi prioritas, termasuk dalam upaya menekan risiko penularan HIV/AIDS.

“Jangan tutup mata, enggak usah malu mengakui kalau Saritem itu masih buka dan enggak usah malu juga mengakui kalau banyak apartemen kita dijadikan tempat transaksi prostitusi online. Jangan malu mengakui, justru malu kalau pengidap HIV/AIDS di kita nambah,” jelasnya.

Andri selanjutnya mendorong pemerintah melakukan penjangkauan ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat berlangsungnya praktik prostitusi daring. 

Ia juga meminta pengawasan terhadap tempat hiburan malam dilakukan secara serius dengan melibatkan instansi terkait.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/13/pemkot-bandung-beri-waktu-14-hari-operator-internet-diminta-pulihkan-jaringan-sebelum-27-oktober">Baca Juga : Pemkot Bandung Beri Waktu 14 Hari, Operator Internet Diminta Pulihkan Jaringan sebelum 27 Oktober</a></b>

“Lakukan penjangkauan ke apartemen-apartemen, itu enggak usah saya sebut merek apartemennya, siapa pun tahu. Saya tunggu ya keberanian melakukan tindakan hal ini oleh pemerintah kota. Coba lakukan penjangkauan ke tempat hiburan malam, tempat-tempat apartemen yang diduga dijadikan tempat prostitusi online,” terangnya.

Menurut Andri, penanganan masalah tersebut membutuhkan keberanian, koordinasi antarlembaga, dan langkah berkelanjutan. Ia berharap Pemkot Bandung tidak hanya merespons setelah muncul operasi kepolisian, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan dan penjangkauan terhadap persoalan sosial di masyarakat.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/anggota-komisi-iv-dprd-kota-bandung-andri-gunawan-3659_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Banjir Kopo Sayati Tak Kunjung Tuntas, Pemprov Jabar Siapkan Kanal Cikahiyangan 1 Km</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/14/banjir-kopo-sayati-tak-kunjung-tuntas-pemprov-jabar-siapkan-kanal-cikahiyangan-1-km</link>
      <pubDate>Wed, 14 Oct 2026 16:01:43 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/14/banjir-kopo-sayati-tak-kunjung-tuntas-pemprov-jabar-siapkan-kanal-cikahiyangan-1-km</guid>
      <category>Dedi Mulyadi</category>
      <description>Banjir Kopo Sayati di Kabupaten Bandung akan ditangani lewat normalisasi Sungai Cikahiyangan dan rencana kanal 1 km sebagai solusi jangka panjang.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir di Jalan Raya Kopo Sayati atau Jalan Dengdek (Jadek), Kecamatan Margahayu. 

Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan Banjir Kanal Cikahiyangan sepanjang kurang lebih satu kilometer.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Bandung Dadang Supriatna, dan Danlanud Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko telah meninjau kawasan tersebut pada Senin (12/10/2026) untuk mengidentifikasi titik penyebab banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, mengatakan normalisasi sungai menjadi solusi cepat. Namun, langkah tersebut dinilai belum mampu mengatasi akar persoalan banjir yang terus berulang.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/14/viral-dugaan-pelecehan-seksual-di-fh-unpas-libatkan-oknum-dosen-mahasiswa-tuntut-pengusutan">Baca Juga : Viral Dugaan Pelecehan Seksual di FH Unpas Libatkan Oknum Dosen, Mahasiswa Tuntut Pengusutan</a></b>

"Soalnya penyebab banjirnya belum diselesaikan. Pertama Sungai Cikahiyangan merupakan saluran irigasi, kedua penampang basahnya yang kecil, lalu kebiasaan masyarakat yang masih suka membuang sampah ke sungai," ujar Zeis, kepada awak media, Rabu (14/10/2026).

Sebagai penanganan awal, pemerintah akan melakukan normalisasi Sungai Cikahiyangan dan memasang trash trap atau perangkap sampah. 

Fasilitas tersebut harus dilengkapi petugas serta mekanisme pengangkutan sampah yang jelas agar tidak menyumbat aliran air.

"Tapi ya itu tadi, tidak menyelesaikan ke akar masalahnya. Kalau hujan besar ditambah masyarakat masih suka buang sampang ke saluran pembuangan tersebut, ya pasti banjir lagi," katanya.

Untuk jangka panjang, pembangunan Banjir Kanal Cikahiyangan diusulkan guna menampung dan mengalihkan aliran air dari wilayah hulu agar tidak meluap ke permukiman. Gubernur Jawa Barat disebut telah menyetujui usulan tersebut.

"Panjang Banjir Kanal Cikahiyangan kurang lebih 1 Km," jelasnya.

Zeis memperkirakan pembangunan kanal membutuhkan waktu hingga satu tahun. Pembebasan lahan milik warga berpotensi menjadi salah satu faktor yang memperpanjang proses pengerjaan dan menambah kebutuhan anggaran.

"Iya yang lama itu kan kalau harus membebaskan lahan milik warga. Biaya pembuatannya mahal? sudah pasti mahal. Tapi kalau bicara dampaknya selama bertahun-tahun terhadap warga, tentu jauh lebih banyak kerugiannya jika banjir ini dibiarkan terus menerus tanpa solusi pasti," ucapnya.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/14/kdm-ungkap-strategi-baru-atasi-banjir-bandung-raya-ada-proyek-yang-disiapkan-hingga-2027">Baca Juga : KDM Ungkap Strategi Baru Atasi Banjir Bandung Raya, Ada Proyek yang Disiapkan hingga 2027</a></b>

"Quick solution banjir Jadek Kopo dengan melakukan normalisasi Sungai Cikahiyangan dan pemasangan trash trap. Terus solusi jangka panjangnya, KDM setuju untuk bangun Banjir Kanal Cikahiyangan," bebernya.

Zeis menjelaskan, banjir berulang dipicu sedimentasi dan tumpukan sampah yang menyebabkan Sungai Cikahiyangan meluap ke jalan. 

<b>Ada 20 Titik Penyempitan Sungai</b>

Selain itu, terdapat penyempitan penampang sungai di sekitar 20 titik sehingga kapasitas aliran tidak memadai ketika debit air meningkat.

"Jadi banjir Jadek mah penyebabnya, pertama meluapnya Sungai Cikahiyangan akibat penumpukan sedimen dan juga sampah di beberapa titik sehingga meluap ke jalan dan menyebabkan banjir," kata Zeis.

"Penyebab kedua, luas penampang basah dari Sungai Cikahiyangan yang memang terjadi penyempitan di 20 titik sehingga menyebabkan banjir ketika debit air yang masuk terlalu besar," tambahnya.

Persoalan lainnya adalah perubahan fungsi lahan persawahan menjadi permukiman yang tidak diimbangi sistem drainase memadai. 

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/14/trotoar-dan-drainase-kiaracondong-dibersihkan-farhan-soroti-aturan-pkl-dan-parkir">Baca Juga : Trotoar dan Drainase Kiaracondong Dibersihkan, Farhan Soroti Aturan PKL dan Parkir</a></b>

Saluran Cikahiyangan sebelumnya berfungsi sebagai saluran pembuangan irigasi dari sebagian wilayah Kota Bandung menuju Sungai Citarum di Kabupaten Bandung, dengan panjang saluran utama 3.432 meter dan saluran anak 1.286 meter.

"Iya dulunya tidak disiapkan saluran-saluran drainase, dan cenderung memanfaatkan saluran yang ada yaitu bekas saluran pembuangan irigasi. Bedanya saluran irigasi dan drainase yakni, muka air irigasi letaknya lebih tinggi dari permukaan tanah agar bisa mengairi, sedangkan muka air drainase lebih rendah dari permukaan tanah. Itulah kenapa saluran irigasi mudah meluap," bebernya.

"Debit air yang masuk ke jaringan ini merupakan buangan dari sebagian wilayah Kota Bandung menuju ke sungai Citarum yang ada di Kabupaten Bandung. Hasil inventarisasi yang telah dilakukan, terdapat beberapa titik genangan yang diakibatkan oleh penyempitan saluran dan tersumbatnya aliran air pada gorong-gorong atau jembatan," pungkasnya.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/banjiir-kopo-sayati-0274_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Viral Dugaan Pelecehan Seksual di FH Unpas Libatkan Oknum Dosen, Mahasiswa Tuntut Pengusutan</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/14/viral-dugaan-pelecehan-seksual-di-fh-unpas-libatkan-oknum-dosen-mahasiswa-tuntut-pengusutan</link>
      <pubDate>Wed, 14 Oct 2026 15:30:45 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/14/viral-dugaan-pelecehan-seksual-di-fh-unpas-libatkan-oknum-dosen-mahasiswa-tuntut-pengusutan</guid>
      <category>Dugaan pelecehan seksual Unpas</category>
      <category>Universitas Pasundan Bandung</category>
      <category>BEM FH Unpas</category>
      <category>Aksi mahasiswa Unpas</category>
      <category>Kekerasan seksual di kampus</category>
      <description>Dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di FH Unpas viral. Mahasiswa menggelar mimbar bebas dan mendesak pengusutan transparan serta perlindungan korban.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Dugaan kekerasan dan pelecehan seksual yang melibatkan oknum dosen di Fakultas Hukum Universitas Pasundan (FH Unpas) ramai diperbincangkan di media sosial. 

Menanggapi persoalan tersebut, organisasi mahasiswa mendesak pengusutan menyeluruh dan perlindungan bagi korban atau pelapor.

Ketua Umum BEM FH Unpas, Dhean Salvez, bersama Ketua Umum BPM FH Unpas, Sigit Washul, menilai kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa dan seluruh sivitas akademika.

"BEM FH dan BPM FH Unpas menolak segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual serta berkomitmen untuk berdiri di garda terdepan bersama mahasiswa guna memperjuangkan keadilan serta rasa aman bagi mahasiswa," tulisnya, dikutip Rabu (14/10/2026).

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/14/trotoar-dan-drainase-kiaracondong-dibersihkan-farhan-soroti-aturan-pkl-dan-parkir">Baca Juga : Trotoar dan Drainase Kiaracondong Dibersihkan, Farhan Soroti Aturan PKL dan Parkir</a></b>

Sebagai bentuk respons, BEM FH dan BPM FH Unpas menjadwalkan aksi bertajuk Mimbar Bebas: Usut Tuntas Isu Kekerasan dan Pelecehan Seksual di FH Unpas. 

Kegiatan ini ditujukan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendesak transparansi pihak fakultas dan universitas.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (14/10/2026) pukul 13.00 WIB di lapangan parkir depan FH Unpas.

Mahasiswa mengajukan sejumlah tuntutan, mulai dari jaminan keamanan, pemenuhan hak, hingga pendampingan psikologis dan hukum bagi korban atau pelapor tanpa intimidasi.

Mereka juga meminta dugaan kasus diperiksa secara adil, objektif, dan transparan melalui mekanisme satuan tugas serta kode etik dosen. 

Sanksi administratif hingga pemecatan atau proses hukum turut dituntut bagi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Sementara itu, Universitas Pasundan memberikan tanggapan melalui keterangan resmi. Pihak kampus menyatakan setiap dugaan kekerasan dan tindakan yang melanggar ketentuan akan ditindaklanjuti secara serius sesuai prosedur serta peraturan yang berlaku.

Universitas juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum proses pemeriksaan dilakukan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/14/kdm-ungkap-strategi-baru-atasi-banjir-bandung-raya-ada-proyek-yang-disiapkan-hingga-2027">Baca Juga : KDM Ungkap Strategi Baru Atasi Banjir Bandung Raya, Ada Proyek yang Disiapkan hingga 2027</a></b>

"Sehubungan dengan adanya publikasi di media sosial yang menyebut nama Universitas Pasundan, universitas mengimbau seluruh pihak untuk menyikapi informasi yang beredar secara bijaksana dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyampaikan kesimpulan ke publik. Kami mengimbau ke mahasiswa/i yang pernah mengalami atau merasa dirugikan oleh perkataan maupun tindakan tak pantas dari oknum dosen agar tak takut melapor. Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara serius, dengan menjunjung tinggi kerahasiaan, keamanan, dan perlindungan privasi pelapor maupun korban," tulis tanggapan resmi atasnama pimpinan Unpas.

Kampus turut mendorong mahasiswa yang merasa mengalami atau dirugikan oleh perkataan maupun tindakan tidak pantas agar berani melapor. Kerahasiaan identitas, keamanan, dan privasi pelapor maupun korban disebut menjadi perhatian dalam penanganan laporan.

Dugaan yang beredar saat ini perlu dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi. Pemeriksaan objektif, transparansi penanganan, dan perlindungan terhadap pelapor menjadi aspek penting untuk memastikan persoalan tersebut ditangani secara adil.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/ilustrasi-kekerasan-seksual-istockphoto-ratio-16x9-1-2c16_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>KDM Ungkap Strategi Baru Atasi Banjir Bandung Raya, Ada Proyek yang Disiapkan hingga 2027</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/14/kdm-ungkap-strategi-baru-atasi-banjir-bandung-raya-ada-proyek-yang-disiapkan-hingga-2027</link>
      <pubDate>Wed, 14 Oct 2026 15:13:13 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/14/kdm-ungkap-strategi-baru-atasi-banjir-bandung-raya-ada-proyek-yang-disiapkan-hingga-2027</guid>
      <category>Dedi Mulyadi</category>
      <category>Penanganan banjir Bandung Raya</category>
      <category>Danau retensi Bandung</category>
      <description>Pemprov Jabar siapkan danau retensi, normalisasi sungai pada 2026, dan sodetan 1 km pada 2027 untuk mengurangi risiko banjir Bandung Raya.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bandung dan Pemerintah Kota Bandung menyiapkan sejumlah proyek untuk mengurangi risiko banjir di kawasan Bandung Raya. 

Rencana tersebut mencakup pembangunan danau retensi di sekitar Lanud Sulaiman, normalisasi sungai pada 2026, serta pembangunan sodetan sepanjang sekitar satu kilometer yang ditargetkan pada 2027.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menekankan pentingnya penanganan banjir secara terpadu. Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan pembenahan sungai dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Rencana danau retensi menjadi salah satu solusi yang dibahas KDM bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna dan jajaran teknis. 

Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan membantu mengendalikan aliran air yang berkontribusi terhadap banjir di wilayah perkotaan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/14/trotoar-dan-drainase-kiaracondong-dibersihkan-farhan-soroti-aturan-pkl-dan-parkir">Baca Juga : Trotoar dan Drainase Kiaracondong Dibersihkan, Farhan Soroti Aturan PKL dan Parkir</a></b>

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik, menjelaskan bahwa program pada 2026 akan difokuskan pada normalisasi sungai secara menyeluruh, dimulai dari bagian muara. Pekerjaan tersebut mencakup pengerukan dan pengaturan lebar sungai minimal lima meter.

"Untuk 2026, pertama normalisasi total dari muara, diperdalam. Lebar minimum lima meter semua," ujar Dikky, dikutip Rabu (14/10/2026).

Selain memperbaiki kapasitas sungai, pemerintah juga akan menangani bangunan yang menghambat aliran air. 

Perubahan jumlah bukaan saluran dari satu menjadi dua serta pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di titik rawan limpasan turut masuk dalam rencana teknis.

KDM meminta pekerjaan normalisasi dilakukan secara profesional dengan perhitungan yang matang. Untuk pengerukan manual sepanjang kurang lebih satu kilometer, ia mengarahkan agar pelaksanaannya melibatkan tenaga berpengalaman dengan sistem borongan.

"Kalau hanya padat karya biasa, nanti pekerjaannya tidak ada tambahnya," kata KDM.

Ia juga meminta kebutuhan pekerja, upah, alat berat, kendaraan pengangkut, hingga tempat pembuangan material dihitung sejak awal. Dengan perencanaan tersebut, pekerjaan diharapkan berjalan efektif dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

Penanganan lokasi yang berulang kali terdampak banjir juga diminta segera diprioritaskan dalam anggaran. KDM mengingatkan agar pekerjaan yang memungkinkan dilakukan lebih cepat tidak ditunda hingga tahun berikutnya.

"Jangan menunggu tahun depan. Nanti banjir lagi," ujarnya.

<b>Persoalan Sampah</b>

Persoalan sampah turut menjadi perhatian dalam rencana penanganan banjir Bandung Raya. Pemerintah akan menyiapkan penyekat sampah atau trash rack untuk menahan sampah kiriman dari Kota Bandung agar tidak menyumbat aliran sungai. 

Fasilitas ini perlu dilengkapi petugas, alat berat berukuran kecil, kendaraan pengangkut, serta lokasi pengolahan atau pembuangan sampah.

Untuk tahap lanjutan, KDM meminta jajarannya menyusun rencana pembangunan sodetan sepanjang sekitar satu kilometer pada 2027. Jalur tersebut dirancang untuk mengalihkan aliran air ke sungai lain sehingga tidak melintasi kawasan permukiman.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/13/pemkot-bandung-beri-waktu-14-hari-operator-internet-diminta-pulihkan-jaringan-sebelum-27-oktober">Baca Juga : Pemkot Bandung Beri Waktu 14 Hari, Operator Internet Diminta Pulihkan Jaringan sebelum 27 Oktober</a></b>

"Sodetan yang ini dibikin saja rencana 2027. Jadi nanti tidak melalui permukiman," kata KDM.

Penyusunan rencana itu akan dikoordinasikan dengan instansi pekerjaan umum, termasuk pembahasan kebutuhan anggaran dan penanganan bagian yang bersinggungan dengan jalan provinsi.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menilai aliran air dari wilayah Kabupaten Bandung turut memengaruhi persoalan banjir di Kota Bandung. Karena itu, pembangunan danau retensi perlu diiringi dengan upaya penanganan di bagian hulu.

"Ini air di Kota Bandung kiriman akibat banjir Citarum. Solusi pertama setuju bikin danau di sekitar Sulaiman. Tapi tetap dari hulunya diselesaikan," kata Dadang.

Dalam pertemuan tersebut, Dadang juga menyampaikan perkembangan penanganan warga yang sebelumnya mengungsi akibat banjir. Pemerintah daerah telah mendata rumah yang membutuhkan penanganan, termasuk kebutuhan lahan dan anggaran untuk pembangunan kembali.

KDM menyatakan bantuan pembangunan rumah akan disalurkan melalui rekening warga, sementara tenaga tukang disiapkan untuk membantu proses pengerjaan.

"Nanti kalau uangnya tetap masuk rekening mereka, tapi kita siapkan tukang yang mengerjakan. Jadi mereka tinggal bayar ke tukang," ujar KDM.

Berbagai langkah tersebut akan ditindaklanjuti melalui program penanganan pada 2026 dan rencana pembangunan lanjutan pada 2027. 

Pemerintah berharap normalisasi sungai, pengendalian sampah, dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir dapat mengurangi risiko luapan air yang mengancam permukiman di Bandung Raya.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2025/11/banjir-dayeuhkolot-441f_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Trotoar dan Drainase Kiaracondong Dibersihkan, Farhan Soroti Aturan PKL dan Parkir</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/14/trotoar-dan-drainase-kiaracondong-dibersihkan-farhan-soroti-aturan-pkl-dan-parkir</link>
      <pubDate>Wed, 14 Oct 2026 10:00:40 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/14/trotoar-dan-drainase-kiaracondong-dibersihkan-farhan-soroti-aturan-pkl-dan-parkir</guid>
      <category> Pemkot Bandung</category>
      <category> Wali Kota Bandung Muhammad Farhan</category>
      <category>Penataan Kiaracondong</category>
      <description>Pemkot Bandung benahi trotoar dan drainase Kiaracondong. Farhan tegaskan 3 aturan PKL serta penertiban parkir liar demi kawasan yang tertib.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung mulai membenahi kawasan Jalan Kiaracondong dengan memprioritaskan pembersihan trotoar dan drainase. 

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko genangan air sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan perdagangan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan penataan tersebut merupakan hasil kesepakatan warga, pedagang, dan unsur kewilayahan melalui tiga kali pertemuan sejak Oktober 2025.

Menurut Farhan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar pembenahan kawasan berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Ini adalah pembenahan mandiri yang dilakukan oleh warga, dikoordinasikan oleh lurah dan camat atas perintah wali kota dan arahan dari Gubernur Jawa Barat. Ini bentuk kolaborasi bottom up yang menurut saya paling baik yang pernah saya lihat,” kata Farhan di Pasar Kiaracondong, Selasa 13 Oktober 2026.

Farhan menegaskan, Pemkot Bandung tidak melarang pedagang kaki lima (PKL) mencari nafkah. Namun, kegiatan berjualan harus mengikuti ketentuan agar tidak mengganggu kepentingan umum.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/14/kasus-influenza-a-jadi-perhatian-di-bandung-dprd-desak-pemkot-buka-data">Baca Juga : Kasus Influenza A Jadi Perhatian di Bandung, DPRD Desak Pemkot Buka Data</a></b>

Ada tiga aturan utama bagi PKL, yakni tidak mendirikan bangunan permanen atau semipermanen, mematuhi batas waktu operasional, serta menjaga kebersihan lokasi sebelum dan sesudah berjualan.

“Pada prinsipnya PKL bukan tidak boleh berdagang. Boleh berdagang tetapi aturannya jelas. Tidak boleh permanen atau semipermanen, datang bersih pulang bersih dan jam operasionalnya dibatasi,” ujarnya.

Sebelum menata aktivitas perdagangan, Pemkot Bandung memprioritaskan pembersihan trotoar dan drainase yang tertutup sedimentasi serta sampah. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat aliran air hujan.

Persoalan drainase menjadi perhatian khusus karena berpotensi memicu genangan di kawasan permukiman RW 1 Kelurahan Kebon Jayanti. Pemerintah berharap saluran air kembali berfungsi dan mengalirkan air menuju kawasan Sukapura.

“Yang paling pertama adalah membersihkan trotoar dan drainase. Drainase sudah menghilang karena tumpukan sedimen dan sampah. Itu kita bersihkan dulu supaya ketika hujan turun air masuk ke drainase dan mengalir ke Sukapura, bukan ke permukiman warga,” ungkapnya.

Setelah pembenahan infrastruktur, pengaturan aktivitas perdagangan akan dibahas bersama pedagang, warga, lurah, camat, pengelola pasar, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/13/pemkot-bandung-beri-waktu-14-hari-operator-internet-diminta-pulihkan-jaringan-sebelum-27-oktober">Baca Juga : Pemkot Bandung Beri Waktu 14 Hari, Operator Internet Diminta Pulihkan Jaringan sebelum 27 Oktober</a></b>

Selain PKL, persoalan parkir liar juga menjadi perhatian. Farhan menilai kendaraan yang diparkir sembarangan di tepi jalan dapat menghambat lalu lintas sehingga diperlukan pengaturan yang jelas.

Pemkot Bandung juga akan membahas pengelolaan parkir dan aktivitas pasar bersama pihak terkait. Farhan menyebut, fasilitas parkir telah tersedia di sisi barat kawasan untuk dimanfaatkan sesuai pengaturan yang berlaku.

“Pada prinsipnya, parkir tidak boleh liar. Tidak boleh tiba-tiba mematok Rp10.000. Semua harus diatur,” katanya.

Penataan Jalan Kiaracondong melibatkan Kecamatan Kiaracondong di sisi timur dan Kecamatan Batununggal di sisi barat. 

Koordinasi lintas wilayah diperlukan agar pembenahan berjalan selaras, sehingga kawasan menjadi lebih tertib tanpa menghilangkan kesempatan masyarakat untuk berdagang sesuai aturan.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/farhan-kiaracondong-a241_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Kasus Influenza A Jadi Perhatian di Bandung, DPRD Desak Pemkot Buka Data</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/14/kasus-influenza-a-jadi-perhatian-di-bandung-dprd-desak-pemkot-buka-data</link>
      <pubDate>Wed, 14 Oct 2026 07:18:34 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/14/kasus-influenza-a-jadi-perhatian-di-bandung-dprd-desak-pemkot-buka-data</guid>
      <category>Influenza A Bandung</category>
      <category>Kasus Influenza A</category>
      <description>Kasus Influenza A di Bandung menjadi perhatian DPRD. Susi Sulastri minta Pemkot perkuat surveilans, buka data, dan tingkatkan kesiapan Puskesmas.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Meningkatnya perhatian terhadap kasus Influenza A di Kota Bandung mendorong perlunya langkah antisipasi yang lebih menyeluruh. 

Pemerintah diminta memperkuat pemantauan penyebaran penyakit sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat agar tidak terjebak dalam kepanikan.

Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKS, Drg. Susi Sulastri, menilai penguatan sistem surveilans dan keterbukaan data menjadi hal penting untuk menentukan kebijakan penanganan yang tepat.

Menurut Susi, perkembangan kasus Influenza A perlu dipantau secara cermat, termasuk melihat aktivitas pelayanan kesehatan dan peningkatan kunjungan pasien ke instalasi gawat darurat (IGD).

“Peningkatan beberapa kasus Influenza A di Kota Bandung harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Tetapi masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang akurat agar kewaspadaan tidak berubah menjadi kepanikan,” ujar Susi.

Ia menilai pemantauan melalui surveilans sentinel perlu diperkuat dengan pengumpulan informasi yang lebih luas. Sebab, data dari titik pemantauan tertentu belum tentu mewakili kondisi penyebaran penyakit di seluruh wilayah Kota Bandung.

“Surveilans harus diperkuat dan data harus dibuka secara transparan. Jangan sampai pemerintah hanya melihat dari satu titik sentinel, sementara perkembangan kasus di wilayah lain tidak tergambarkan,” katanya.

Bagi Susi, ketersediaan data yang menyeluruh merupakan fondasi penting dalam menentukan langkah penanganan. Dengan informasi yang memadai, pemerintah dapat menilai apakah situasi masih bisa dikendalikan melalui edukasi dan pencegahan atau memerlukan intervensi yang lebih luas.

<b>Puskesmas Diminta Jadi Benteng Pertama Pelayanan</b>

Selain pengawasan kasus, Susi menyoroti pentingnya memperkuat fasilitas kesehatan tingkat pertama. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak selalu menjadikan IGD rumah sakit sebagai tujuan awal ketika mengalami gejala influenza.

Puskesmas, klinik, dan dokter praktik mandiri perlu memiliki kesiapan yang memadai untuk memberikan pemeriksaan serta penanganan awal kepada masyarakat.

“Puskesmas harus menjadi garda terdepan. Tidak semua masyarakat yang mengalami gejala influenza harus langsung datang ke IGD rumah sakit,” ujarnya.

Menurut Susi, kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama harus mencakup ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, peralatan pemeriksaan, sistem rujukan, serta penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat.

Penguatan tersebut dinilai penting agar pelayanan rumah sakit tetap berjalan optimal dan tidak terbebani oleh lonjakan kunjungan pasien yang sebenarnya dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Jangan sampai peningkatan kasus influenza justru membuat rumah sakit kewalahan. Pelayanan di tingkat pertama harus mampu menjadi benteng awal,” kata Susi.

Sekolah Perlu Antisipasi Risiko Penularan

Lingkungan pendidikan juga menjadi perhatian dalam upaya mencegah penyebaran Influenza A. Aktivitas siswa yang berlangsung bersama dalam ruang kelas membuat langkah pencegahan perlu dilakukan secara konsisten.

Susi menyebut Dinas Pendidikan Kota Bandung telah melakukan mitigasi dengan memberikan arahan kepada sekolah untuk menangani siswa yang mengalami gejala flu serta berkoordinasi dengan Puskesmas.

Apabila terjadi peningkatan kasus yang signifikan di sekolah tertentu, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat dipertimbangkan sebagai salah satu langkah antisipasi.

Meski demikian, ia menekankan bahwa keputusan tersebut harus didasarkan pada kondisi nyata dan tingkat risiko penularan, bukan sekadar kekhawatiran yang belum didukung data.

“PJJ bisa menjadi opsi jika terjadi peningkatan kasus yang signifikan di sekolah tertentu. Tetapi pendekatannya harus terukur dan berbasis risiko, bukan membuat seluruh sekolah panik atau menghentikan pembelajaran tanpa dasar epidemiologis yang jelas,” tuturnya.

<b>Warga Diminta Tetap Waspada dan Menjaga Kesehatan</b>

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap Influenza A, Susi menilai penyampaian informasi publik harus menjadi bagian penting dari strategi pemerintah. Informasi mengenai perkembangan kasus perlu disampaikan secara terbuka, lengkap, dan mudah dipahami agar masyarakat tidak bergantung pada kabar yang sumbernya tidak jelas.

Ia mengimbau warga yang mengalami gejala flu untuk menggunakan masker dan mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama guna memperoleh pemeriksaan serta pengobatan yang sesuai.

“Kalau ada gejala flu, pakailah masker. Kemudian datang ke klinik, Puskesmas atau dokter praktik mandiri untuk mendapatkan pengobatan. Istirahat yang cukup dan jangan dulu berkegiatan di luar rumah agar cepat sembuh dan tidak menularkan kepada orang lain,” katanya.

Susi juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat mengalami gejala pernapasan, menghindari kontak dekat ketika sakit, serta beristirahat di rumah apabila kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk beraktivitas.

“Kita tidak perlu panik, tetapi juga tidak boleh abai,” tegasnya.

Pengalaman pandemi COVID-19, lanjut Susi, seharusnya menjadi pengingat bahwa kesiapan sistem kesehatan perlu dibangun secara berkelanjutan. Pemerintah tidak seharusnya menunggu situasi membesar untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyakit.

“Kesiapsiagaan harus dibangun setiap saat. Sistem kesehatan yang kuat bukan hanya dibutuhkan ketika terjadi wabah besar,” ujarnya.

Ke depan, Susi mendorong kebijakan kesehatan Kota Bandung agar semakin berorientasi pada pencegahan, penguatan surveilans, peningkatan kapasitas Puskesmas, perlindungan kelompok rentan, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat.

“Ukuran keberhasilan kebijakan kesehatan bukan hanya berapa banyak pasien yang berhasil ditangani, tetapi juga seberapa baik pemerintah mencegah masyarakat jatuh sakit,” ujar Susi.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/susi-sulastri-e1ce_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Pemkot Bandung Beri Waktu 14 Hari, Operator Internet Diminta Pulihkan Jaringan sebelum 27 Oktober</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/13/pemkot-bandung-beri-waktu-14-hari-operator-internet-diminta-pulihkan-jaringan-sebelum-27-oktober</link>
      <pubDate>Tue, 13 Oct 2026 18:00:19 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/13/pemkot-bandung-beri-waktu-14-hari-operator-internet-diminta-pulihkan-jaringan-sebelum-27-oktober</guid>
      <category>Gangguan internet Bandung</category>
      <description>Pemkot Bandung menghentikan sementara penataan kabel hingga 26 Oktober 2026. Operator diminta memulihkan internet sebelum penertiban dilanjutkan.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung memberikan waktu selama 14 hari kepada operator telekomunikasi untuk menuntaskan gangguan layanan internet yang masih dirasakan pelanggan di sejumlah wilayah. 

Selama 12–26 Oktober 2026, penertiban kabel udara dihentikan sementara dan dijadwalkan kembali berlangsung pada 27 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut diambil agar operator dapat memprioritaskan perbaikan jaringan dan memulihkan konektivitas masyarakat sebelum program penataan kabel kembali berjalan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi penyelesaian gangguan layanan di kawasan terdampak.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/13/ditjenpas-jabar-gandeng-pwi-ada-misi-penting-di-balik-penguatan-komunikasi-publik">Baca Juga : Ditjenpas Jabar Gandeng PWI, Ada Misi Penting di Balik Penguatan Komunikasi Publik</a></b>

“Selama periode ini, kami meminta operator mempercepat penyelesaian gangguan di wilayah terdampak. Penataan kabel udara akan dilanjutkan sesuai jadwal berikutnya dengan tetap memperhatikan kesiapan jaringan dan keberlangsungan layanan bagi masyarakat,” ujar Henryco, Senin, 12 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Diskominfo, sejumlah kawasan masih mengalami gangguan internet. Wilayah tersebut meliputi Antapani Lama, Babakan Surabaya, Antapani Kidul, Arcamanik, Sukamiskin, Kebonwaru, dan Cisaranten.

Sementara itu, layanan internet di kawasan Astanaanyar dan Jalan Sudirman dilaporkan telah pulih. Diskominfo akan terus memantau perkembangan perbaikan di wilayah lainnya melalui koordinasi dengan operator telekomunikasi.

Selama masa jeda, operator diharapkan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk menuntaskan laporan gangguan pelanggan. Pemkot Bandung juga akan menindaklanjuti pengaduan masyarakat agar proses pemulihan berjalan lebih optimal.

Henryco menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan penataan kabel udara sesuai ketentuan. Namun, kesiapan jaringan dan keberlangsungan layanan internet bagi masyarakat harus menjadi pertimbangan dalam pelaksanaannya.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/13/farhan-bereaksi-keras-usai-rombongan-persib-u-18-diserang-ini-langkah-pemkot-bandung">Baca Juga : Farhan Bereaksi Keras Usai Rombongan Persib U-18 Diserang, Ini Langkah Pemkot Bandung</a></b>

Program penataan kabel udara di Kota Bandung sendiri telah dimulai sejak 2 Juni 2026. Dari target penanganan sebanyak 85 ruas jalan utama, hingga saat ini sebanyak 65 ruas jalan telah ditangani.

Dengan adanya penyesuaian jadwal tersebut, Pemkot Bandung berharap operator dapat menyelesaikan gangguan yang tersisa sebelum penertiban kembali dilaksanakan.

Penataan kabel udara dijadwalkan berlanjut pada 27 Oktober 2026. Pelaksanaannya akan memperhatikan kesiapan jaringan, koordinasi antara pihak terkait, serta upaya menjaga agar layanan internet masyarakat tetap berjalan dengan baik.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/06/kabel-udara-9bc3_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Farhan Bereaksi Keras Usai Rombongan Persib U-18 Diserang, Ini Langkah Pemkot Bandung</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/13/farhan-bereaksi-keras-usai-rombongan-persib-u-18-diserang-ini-langkah-pemkot-bandung</link>
      <pubDate>Tue, 13 Oct 2026 17:55:57 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/13/farhan-bereaksi-keras-usai-rombongan-persib-u-18-diserang-ini-langkah-pemkot-bandung</guid>
      <description>Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengecam penyerangan Persib U-18 di Batang, meminta polisi mengusut tuntas dan menyiapkan pendampingan korban.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>RBCOM - </b>Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah untuk membantu pemulihan para pemain dan ofisial Persib Bandung U-18 setelah rombongan tim tersebut menjadi korban penyerangan di Rest Area KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengecam keras tindakan kekerasan tersebut. Ia juga meminta aparat kepolisian mengusut kasus itu hingga tuntas serta memastikan para korban mendapatkan pendampingan, termasuk dari sisi psikologis.

Pernyataan tersebut disampaikan Farhan ketika menerima orang tua pemain Elite Pro Academy (EPA) Persib di Pendopo Kota Bandung, Senin (12/10/2026). Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap atlet dan ofisial tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Kami dari Pemerintah Kota Bandung menyatakan sangat prihatin dan mengutuk keras tindakan teror tersebut, karena teror kekerasan bukanlah bagian dari olahraga,” ujar Farhan.

Farhan menilai insiden tersebut harus ditangani secara serius karena menimbulkan dampak fisik maupun kerugian material. Sejumlah anggota rombongan mengalami kekerasan, sementara kendaraan yang digunakan tim turut mengalami kerusakan.

“Apapun yang terjadi, kami meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia agar melakukan penyidikan secara tuntas dan menegakkan keadilan. Ada beberapa orang dan barang yang menjadi korban perusakan oleh oknum-oknum tersebut,” katanya.

<b>Pemkot Bandung Siapkan Langkah Pengamanan Tim Akademi</b>

Selain mendorong proses hukum, Pemkot Bandung bersama Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kota Bandung berencana memberikan dukungan psikologis kepada pemain, ofisial, dan orang tua yang terdampak kejadian tersebut.

Menurut Farhan, penanganan tidak cukup hanya menyasar mereka yang berada langsung di lokasi penyerangan. Keluarga dan pihak lain yang mengalami ketakutan maupun tekanan akibat peristiwa tersebut juga perlu mendapatkan perhatian.

Pemkot Bandung juga akan berdiskusi dengan manajemen Persib untuk menyusun langkah pengamanan yang lebih baik bagi tim junior dan akademi, terutama ketika menjalani pertandingan tandang atau melakukan perjalanan ke luar kota.

Salah satu opsi yang diusulkan ialah melibatkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mendampingi perjalanan tim. Selain membantu menjaga keamanan rombongan, personel tersebut diharapkan dapat menjadi pengemudi cadangan apabila diperlukan.

“Secara teknis, kami akan membuka diskusi dengan manajemen Persib agar melakukan pendampingan secara lebih serius setiap kali tim junior atau tim akademi ini keluar kota,” ungkapnya.

Farhan berharap koordinasi antara pemerintah daerah, manajemen klub, dan aparat keamanan dapat menghasilkan sistem perlindungan yang lebih memadai. Dengan demikian, pemain muda bisa menjalani kompetisi tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap keselamatan mereka.

<b>Kronologi Penyerangan: Bus Dilempari Batu hingga Kaca Pecah</b>

Pelatih Persib U-18 di kompetisi EPA U-18 musim 2026/2027, Tito Agung Setiawan, menceritakan bahwa peristiwa bermula ketika rombongan tim berhenti untuk beristirahat di Rest Area KM 360 dalam perjalanan pulang setelah menghadapi Persis Solo.

Tempat tersebut dipilih untuk memenuhi kebutuhan istirahat selama perjalanan, termasuk bagi pengemudi. Ketika bus berhenti, beberapa ofisial turun untuk menggunakan toilet dan melakukan keperluan lainnya.

Situasi kemudian berubah setelah sejumlah orang diduga mengenali atribut Persib yang dikenakan salah satu ofisial. Kelompok tersebut mendatangi rombongan dan mulai melakukan intimidasi serta provokasi.

Untuk menghindari bentrokan, Tito meminta anggota tim tetap berada di dalam bus. Ia berharap situasi tidak berkembang menjadi kekerasan sambil menunggu ofisial yang sedang berada di luar kembali ke kendaraan.

“Kita tidak terpancing. Kita tetap berada di dalam sambil menunggu rekan-rekan yang tadi turun kembali ke bus,” tutur Tito.

Namun, situasi justru semakin memburuk. Menurut Tito, beberapa orang masuk ke bus dan memaksa rombongan turun dengan melontarkan kata-kata kasar. Kendaraan tersebut kemudian dilempari batu hingga kaca pintu belakang di kedua sisi pecah.

Sejumlah pemain dilaporkan mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca. Pada saat bersamaan, rombongan menerima informasi bahwa ofisial Pandu Persada tidak dapat kembali ke bus dan diduga menjadi korban pengeroyokan.

<img src="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/farhan-persib-77b7_mid.jpg">

<b>Rombongan Mencari Bantuan Polisi</b>

Menghadapi situasi yang semakin tidak terkendali, rombongan Persib U-18 memutuskan meninggalkan lokasi untuk mencari pertolongan. Tito kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian di wilayah Batang.

Petugas menindaklanjuti laporan dan membantu mengamankan anggota rombongan yang tertinggal di lokasi. Setelah seluruh anggota tim berhasil dikumpulkan, perjalanan menuju Bandung dilanjutkan menggunakan bus pengganti dengan pengawalan.

Tito mengakui kejadian tersebut meninggalkan dampak psikologis bagi pemain dan ofisial. Kekhawatiran juga muncul karena kompetisi EPA masih berlangsung sehingga tim harus kembali melakukan perjalanan untuk menjalani pertandingan tandang.

Meski demikian, dukungan Pemkot Bandung dan rencana penguatan pengamanan dinilai memberikan dorongan bagi tim untuk melanjutkan pembinaan serta kompetisi.

“Setelah mendengar apa yang disampaikan Pak Wali, ada motivasi bagi kami untuk terus menjalankan pembinaan sepak bola ini. Pendampingan dan perwakilan untuk pengamanan memberikan rasa aman bagi kami,” kata Tito.

Ia berharap pengamanan perjalanan tim akademi ke depan melibatkan unsur terkait, termasuk aparat keamanan, sehingga para pemain dapat bertanding dengan lebih tenang.

Pandu Persada Mengaku Dikepung dan Mengalami Kekerasan

Pandu Persada, ofisial Persib U-18 yang menjadi korban, mengatakan tidak ada interaksi sebelumnya antara rombongan tim dan kelompok orang di rest area. Menurut keterangannya, situasi mulai memanas setelah beberapa ofisial turun dari bus dan diduga dikenali sebagai bagian dari rombongan Persib.

Pandu sempat mencoba menolong rekannya yang ditarik oleh sekelompok orang. Namun, upaya tersebut membuatnya terpisah dari rombongan dan kemudian dikepung oleh sejumlah orang lainnya.

Ia mengaku diminta melepaskan baju atau jaket sebelum terjatuh dan mengalami kekerasan fisik. Dalam kondisi tersebut, Pandu berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju tempat tambal ban di sekitar rest area.

“Saya lari ke situ. Alhamdulillah, petugas di sana mau membantu dan kooperatif. Akhirnya saya bisa selamat,” ujar Pandu.

Pandu berharap aparat kepolisian dapat mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan memproses mereka sesuai hukum. Ia menyebut kondisi lokasi yang gelap serta adanya orang-orang yang menutupi wajah menjadi tantangan dalam mengenali para pelaku.

Kasus ini menjadi perhatian terhadap keselamatan pemain muda dan ofisial dalam perjalanan kompetisi. Pemkot Bandung, manajemen Persib, dan pihak terkait diharapkan dapat memperkuat koordinasi agar insiden serupa tidak terulang serta memberikan rasa aman bagi seluruh anggota tim akademi.

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/persib-farhan-8b9f_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Ditjenpas Jabar Gandeng PWI, Ada Misi Penting di Balik Penguatan Komunikasi Publik</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/13/ditjenpas-jabar-gandeng-pwi-ada-misi-penting-di-balik-penguatan-komunikasi-publik</link>
      <pubDate>Tue, 13 Oct 2026 16:13:21 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/13/ditjenpas-jabar-gandeng-pwi-ada-misi-penting-di-balik-penguatan-komunikasi-publik</guid>
      <category>Ditjenpas Jawa Barat</category>
      <description>Ditjenpas Jabar menggandeng PWI Jawa Barat untuk memperkuat komunikasi publik, keterbukaan informasi, dan penyampaian berita pemasyarakatan yang akurat.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Upaya memperluas keterbukaan informasi mengenai dunia pemasyarakatan di Jawa Barat menjadi fokus pertemuan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jawa Barat, Yudi Suseno, dengan jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat.

Kunjungan tersebut menjadi langkah untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara institusi pemasyarakatan dan insan pers. 

Kolaborasi ini diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat, lengkap, dan berimbang mengenai berbagai aktivitas serta dinamika di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas).

Yudi Suseno menilai media memiliki peran strategis dalam menjembatani informasi dari institusi pemerintah kepada masyarakat. 

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/13/kasus-keracunan-di-paskal-23-wakil-ketua-ii-dprd-toni-wijaya-desak-pemkot-bandung-perketat-pengawasan-rumah-makan">Baca Juga : Kasus Keracunan di Paskal 23, Wakil Ketua II DPRD Toni Wijaya Desak Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Rumah Makan</a></b>

Karena itu, hubungan yang baik dengan organisasi kewartawanan diperlukan agar pelaksanaan tugas pemasyarakatan dapat dipahami publik berdasarkan fakta.

Selain mendorong penyampaian informasi yang lebih terbuka, kerja sama dengan PWI juga dinilai dapat membantu petugas mengenali wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional. 

Hal ini menjadi salah satu aspek penting ketika petugas menerima kunjungan peliputan di kantor maupun lingkungan lapas.

Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Ia menegaskan, PWI memiliki jaringan wartawan yang tersebar di berbagai wilayah sehingga dapat menjadi mitra dalam memperkuat komunikasi antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat.

"Kita memiliki kurang lebih 1.000 wartawan yang tersebar di kota dan kabupaten. Kami siap bersinergi," ujar Tantan.

Menurut Tantan, komunikasi yang terbangun dengan baik dapat membantu memperluas jangkauan informasi sekaligus mendukung penyampaian berita mengenai pemasyarakatan secara proporsional. Sinergi tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan kerja antara jajaran Ditjenpas dan wartawan di tingkat daerah.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/12/pemkot-bandung-bangun-1300-sumur-imbuhan-penghijauan-lahan-kritis-jadi-strategi-cegah-banjir">Baca Juga : Pemkot Bandung Bangun 1.300 Sumur Imbuhan, Penghijauan Lahan Kritis Jadi Strategi Cegah Banjir</a></b>

Sementara itu, Sekretaris Umum PWI Jawa Barat, Sandy Ferdiana, menekankan pentingnya kelengkapan informasi dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap suatu peristiwa.

Ia berpandangan, informasi yang disajikan secara menyeluruh dan berimbang dapat membantu publik memahami situasi sebenarnya, termasuk berbagai persoalan yang muncul di lingkungan pemasyarakatan.

PWI Jawa Barat, lanjut Sandy, siap mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat melalui praktik jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab.

Ia juga berharap komunikasi antara PWI Jabar dan Ditjenpas Jabar dapat dikembangkan sebagai sarana koordinasi, baik untuk menyampaikan informasi maupun memberikan klarifikasi terhadap persoalan yang berkembang di ruang publik.

Melalui hubungan yang semakin erat antara kedua pihak, akses masyarakat terhadap informasi mengenai pemasyarakatan di Jawa Barat diharapkan semakin baik. 

Keterbukaan komunikasi dan penyampaian informasi berbasis fakta menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/pwi-pajak-65ae_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Kasus Keracunan di Paskal 23, Wakil Ketua II DPRD Toni Wijaya Desak Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Rumah Makan</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/13/kasus-keracunan-di-paskal-23-wakil-ketua-ii-dprd-toni-wijaya-desak-pemkot-bandung-perketat-pengawasan-rumah-makan</link>
      <pubDate>Tue, 13 Oct 2026 08:56:21 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/13/kasus-keracunan-di-paskal-23-wakil-ketua-ii-dprd-toni-wijaya-desak-pemkot-bandung-perketat-pengawasan-rumah-makan</guid>
      <category>Keracunan makanan Bandung</category>
      <category>Paskal 23 Bandung</category>
      <description>Dugaan keracunan makanan di Paskal 23 mendorong DPRD Bandung meminta Pemkot memperketat pemeriksaan rumah makan demi keamanan pangan warga.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Insiden dugaan keracunan makanan di salah satu rumah makan di kawasan Paskal 23 menjadi perhatian DPRD Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung didorong untuk memperketat pengawasan terhadap usaha kuliner agar keamanan pangan masyarakat lebih terjamin.

Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, H. Toni Wijaya, S.E., S.H., meminta Pemkot Bandung melalui Dinas Kesehatan segera melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap rumah makan dan restoran di seluruh wilayah kota.

Menurut Toni, pengawasan tidak seharusnya baru dilakukan setelah muncul laporan mengenai dugaan keracunan. Pemeriksaan rutin dinilai menjadi langkah pencegahan penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa di kemudian hari.

Ia menilai, insiden yang melibatkan sejumlah orang hingga berujung pada penutupan sementara gerai tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi sistem pengawasan keamanan pangan.

“Harus ada pengecekan rutin. Saya kira Pak Wali harus memerintahkan ini segera, bukan hanya satu tempat, tetapi seluruh rumah makan di Kota Bandung,” tegas Toni.

Pengawasan Harus Menyeluruh, Bukan Hanya Makanan

Toni menegaskan, pemeriksaan terhadap usaha kuliner perlu mencakup berbagai aspek. Selain kualitas makanan, pemerintah juga harus memastikan kelengkapan perizinan, kebersihan tempat usaha, serta penerapan prosedur pengolahan dan penyajian makanan yang memenuhi standar kesehatan.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan setiap tempat makan menjalankan operasionalnya dengan memperhatikan keselamatan konsumen.

“Kualitas makanannya, izinnya dan lain-lain harus dimaksimalkan dan dicek. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat pada umumnya memilih tempat makan berdasarkan rasa makanan dan harga yang sesuai dengan kemampuan mereka. Sementara itu, konsumen belum tentu mengetahui bagaimana bahan makanan disimpan, diolah, maupun disajikan oleh pengelola restoran.

Kondisi tersebut membuat pengawasan dari pemerintah menjadi krusial. Dinas terkait diharapkan memastikan standar keamanan pangan diterapkan secara konsisten, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh makanan yang lezat dan terjangkau, tetapi juga aman dikonsumsi.

“Masyarakat biasanya yang penting enak dan murah. Jadi pemerintah melalui dinas terkait yang harus lebih ketat melakukan pengawasan,” katanya.

Makan di Mal Terkenal Tetap Perlu Berhati-hati

Di samping meminta pemerintah meningkatkan pengawasan, Toni mengingatkan masyarakat untuk tetap cermat ketika memilih tempat makan.

Menurutnya, keberadaan restoran di pusat perbelanjaan ternama tidak otomatis menjamin seluruh aspek keamanan pangan telah terpenuhi. Karena itu, konsumen tetap perlu memperhatikan kebersihan tempat makan dan kondisi makanan yang disajikan.

Ia memahami bahwa masyarakat mungkin tidak menduga insiden semacam itu terjadi di sebuah rumah makan yang berada di dalam pusat perbelanjaan besar. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan tanpa menimbulkan ketakutan berlebihan.

“Apalagi kalau kita lihat, lokasi rumah makan yang kemarin saja di dalam mal yang cukup terkenal. Tentu masyarakat juga tidak akan berpikir akan ada kejadian keracunan. Tapi tidak ada salahnya tetap berhati-hati,” tuturnya.

Kepercayaan Wisata Kuliner Bandung Harus Dijaga

Toni menilai, dugaan keracunan tersebut tidak serta-merta merusak citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata kuliner. Namun, ia mengingatkan bahwa upaya pencegahan harus menjadi perhatian utama agar kepercayaan masyarakat dan wisatawan terhadap usaha kuliner di Bandung tetap terpelihara.

“Kejadian ini memang tidak akan berdampak terhadap dunia wisata dan kuliner di Kota Bandung. Pasalnya, kejadiannya baru sekali. Tapi bagaimanapun juga kita harus mencegah hal ini terjadi lagi,” tandasnya.

Ia juga meminta para pemilik dan pengelola usaha kuliner tidak mengesampingkan aspek kebersihan serta kesehatan dalam menjalankan bisnisnya.

Pengawasan perlu diterapkan mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan kepada pelanggan. Seluruh tahapan tersebut harus memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Menurut Toni, kepatuhan terhadap ketentuan kesehatan bukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban administratif, melainkan juga merupakan bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam melindungi konsumen.

Ia berharap pengawasan pemerintah yang lebih konsisten, disertai komitmen para pengusaha dalam menerapkan standar keamanan pangan, dapat mencegah kejadian serupa terulang.

Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati kuliner Bandung dengan lebih aman, sementara pelaku usaha tetap mampu menjaga reputasi dan kepercayaan pelanggan.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/100ee301-fea5-473f-8f4a-c06a97c7acc3-daa3_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Pemkot Bandung Bangun 1.300 Sumur Imbuhan, Penghijauan Lahan Kritis Jadi Strategi Cegah Banjir</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/12/pemkot-bandung-bangun-1300-sumur-imbuhan-penghijauan-lahan-kritis-jadi-strategi-cegah-banjir</link>
      <pubDate>Mon, 12 Oct 2026 16:23:51 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/12/pemkot-bandung-bangun-1300-sumur-imbuhan-penghijauan-lahan-kritis-jadi-strategi-cegah-banjir</guid>
      <category>Sumur imbuhan Bandung</category>
      <description>Pemkot Bandung membangun 1.300 sumur imbuhan hingga Oktober 2026 untuk meningkatkan resapan air, menekan limpasan, dan mengurangi risiko banjir.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya pengendalian banjir melalui pembangunan sumur imbuhan, normalisasi drainase, kolam retensi, dan penghijauan lahan kritis.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menyebutkan sekitar 1.300 sumur imbuhan dalam telah dibangun hingga Oktober 2026 untuk meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah.

“Dari awal tahun, pekerjaan kita itu fungsinya untuk menormalisasi drainase, membangun kolam retensi, membuat sumur imbuhan dalam, sumur biopori, dan berbagai upaya lainnya. Intinya untuk mengurangi limpasan air,” ujar Rizki di Balai Kota Bandung, Senin, 12 Oktober 2026.

Selain infrastruktur resapan, penghijauan lahan kritis juga dilakukan untuk mengurangi limpasan air dan sedimentasi. Setelah penanaman di kawasan Cihanja, DSDABM merencanakan penghijauan lanjutan di Pasirwangi dan Ujungberung.

“Kalau lahan kritis terkena hujan, air dan tanah bisa melimpas. Itu yang menyebabkan sedimentasi. Makanya, kita perkuat dengan tanaman-tanaman yang berakar kuat sehingga air bisa lebih banyak meresap ke dalam tanah,” jelasnya.

Menurut Rizki, kondisi geografis Bandung yang menyerupai cekungan serta kepadatan permukiman menjadi tantangan dalam pengelolaan air. Karena itu, penanganan banjir membutuhkan kombinasi perbaikan saluran, penambahan fasilitas resapan, dan pemulihan vegetasi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase karena dapat menghambat aliran air.

“Kita sama-sama saling menjaga Kota Bandung. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah rumah tangga ke sungai ataupun drainase, memilah sampah dengan baik, dan menyiapkan tempat sampah tersendiri,” ujarnya.

Pemkot Bandung berharap kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan daya serap air serta mengurangi risiko banjir di berbagai wilayah kota.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/retensi-bndung-c897_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>77 Bangunan di Pasar Kiaracondong Dibongkar Mandiri, Pemkot Bandung Siapkan Penataan Lanjutan</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/12/77-bangunan-di-pasar-kiaracondong-dibongkar-mandiri-pemkot-bandung-siapkan-penataan-lanjutan</link>
      <pubDate>Mon, 12 Oct 2026 14:01:41 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/12/77-bangunan-di-pasar-kiaracondong-dibongkar-mandiri-pemkot-bandung-siapkan-penataan-lanjutan</guid>
      <category>Pasar Kiaracondong</category>
      <category>Penataan Pasar Bandung</category>
      <description>Sebanyak 77 bangunan di Pasar Kiaracondong dibongkar mandiri. Pemkot Bandung melanjutkan penataan dengan pembersihan kawasan dan pengerukan drainase.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Penataan kawasan Pasar Kiaracondong mulai berjalan dengan dukungan para pedagang. Puluhan pedagang di bawah flyover Jalan Ibrahim Adjie, Kelurahan Kebon Jayanti, Kecamatan Kiaracondong, membongkar sendiri bangunan yang mereka tempati pada Senin, 12 Oktober 2026.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Camat Kiaracondong, Mochamad Arief Budiman. Ia menilai kesediaan pedagang membongkar bangunan secara mandiri menunjukkan adanya kesepahaman antara pemerintah dan masyarakat dalam membenahi kawasan perkotaan.

Sebelum pembongkaran dilakukan, Satpol PP telah menjalankan tahapan penertiban melalui surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga. Pemerintah kecamatan kemudian melakukan komunikasi bersama pedagang, pengurus lingkungan, serta tokoh masyarakat hingga tercapai kesepakatan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.

“Hal yang perlu diapresiasi adalah inisiatif dan kesadaran warga serta para pedagang untuk membongjar secara mandiri. Dengan demikian, pemerintah dapat melaksanakan penataan ini secara kondusif,” ujar Arief.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/11/toni-wijaya-dan-edwin-senjaya-dikukuhkan-sebagai-wakil-ketua-dewan-pertimbangan-mui-kota-bandung">Baca Juga : Toni Wijaya dan Edwin Senjaya Dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Bandung</a></b>

Arief menyebutkan, terdapat sekitar 77 bangunan yang masuk dalam rencana pembongkaran di lokasi tersebut. Pelaksanaannya turut dipantau pemerintah kewilayahan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan perangkat daerah terkait.

Menurutnya, komunikasi dan pendekatan humanis menjadi faktor penting agar penataan berlangsung tertib tanpa memicu konflik. Pemerintah juga berupaya mempertimbangkan kondisi pedagang agar proses pembenahan kawasan dapat berjalan dengan baik.

Setelah bangunan dibongkar, Pemkot Bandung akan melanjutkan pekerjaan dengan membersihkan area pasar dan membenahi saluran drainase. Selama ini, fungsi saluran air di lokasi tersebut dinilai kurang optimal karena terhalang bangunan dan aktivitas perdagangan.

Pembersihan serta pengerukan drainase direncanakan berlangsung secara bertahap hingga pekerjaan selesai. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan fungsi saluran air sekaligus menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih dan nyaman.

Penataan tidak berhenti pada bangunan yang berdiri di bawah flyover. Pemerintah Kecamatan Kiaracondong juga akan mengevaluasi aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan pasar tumpah yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Koordinasi dengan perangkat daerah terkait akan dilakukan untuk membahas penanganan aktivitas perdagangan tersebut. Pemerintah juga akan membicarakan kemungkinan solusi bagi pedagang agar kegiatan ekonomi tetap berjalan sesuai aturan.

<b><a href="https://terasbandung.com/2026/10/12/rieke-suryaningsih-beri-apresiasi-kepada-atlet-anggar-targetnya-tembus-level-internasional">Baca Juga : Rieke Suryaningsih Beri Apresiasi kepada Atlet Anggar, Targetnya Tembus Level Internasional</a></b>

Dukungan terhadap pembenahan kawasan turut disampaikan Koordinator PKL Kelurahan Kebon Jayanti, Asep Satibi. Ia mengatakan, rencana penataan telah dibicarakan bersama pihak kecamatan dan kelurahan melalui beberapa kali komunikasi sebelum pembongkaran dimulai.

“Kami sebagai pengurus sangat antusias karena sudah beberapa tahun kawasan ini ingin dibersihkan dan ditata. Alhamdulillah, setelah berkoordinasi dengan Pak Camat dan pihak lainnya, para pedagang juga mendukung, bahkan membongkar bangunannya sendiri,” kata Asep.

Asep berharap perubahan tersebut dapat membawa dampak positif bagi lingkungan Pasar Kiaracondong dan masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya. Ia juga mengapresiasi komunikasi yang dibangun pemerintah sehingga proses pembongkaran dapat berlangsung tertib.

Ketua RW 01 Kelurahan Kebon Jayanti, Jajat Sudrajat, menyampaikan bahwa pembongkaran merupakan hasil kesepakatan antara pedagang dan pengurus lingkungan setelah adanya imbauan serta pertemuan mengenai rencana penataan.

Menurut Jajat, kesediaan pedagang membongkar bangunan masing-masing membantu proses penertiban berjalan tanpa gangguan berarti. Situasi di lokasi pun dilaporkan tetap aman dan kondusif.

Tahap berikutnya akan difokuskan pada pembersihan area dan pengerukan drainase bersama petugas terkait. Pekerjaan tersebut dilaksanakan secara bertahap hingga kawasan lebih tertata dan saluran air kembali berfungsi dengan baik.

Melalui langkah ini, penataan Pasar Kiaracondong diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga mendukung kenyamanan masyarakat dan kelancaran lalu lintas di sekitar Jalan Ibrahim Adjie.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/pasar-kircon-6e5d_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Rieke Suryaningsih Beri Apresiasi kepada Atlet Anggar, Targetnya Tembus Level Internasional</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/12/rieke-suryaningsih-beri-apresiasi-kepada-atlet-anggar-targetnya-tembus-level-internasional</link>
      <pubDate>Mon, 12 Oct 2026 10:08:53 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/12/rieke-suryaningsih-beri-apresiasi-kepada-atlet-anggar-targetnya-tembus-level-internasional</guid>
      <category>West Java Challenge 2026</category>
      <category>Rieke Suryaningsih</category>
      <category>Atlet anggar Bandung</category>
      <category>IKASI Jawa Barat</category>
      <category>olahraga anggar</category>
      <description>Rieke Suryaningsih menghadiri West Java Challenge 2026 di Bandung dan berharap ajang ini melahirkan atlet anggar berprestasi hingga tingkat internasional.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Pembinaan atlet sejak dini menjadi salah satu harapan dalam penyelenggaraan West Java Challenge 2026. 

Ajang olahraga yang digelar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) ini mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, S.H., yang hadir dalam pembukaan kompetisi di Hotel Asrilia, Kota Bandung, Minggu, 11 Oktober 2026.

Kehadiran Rieke dalam kegiatan tersebut turut diwarnai dengan prosesi pengalungan medali kepada para juara dan atlet berprestasi. 

Momen ini menjadi bagian dari apresiasi terhadap perjuangan para peserta yang berkompetisi dalam ajang olahraga tersebut.

Rieke berharap West Java Challenge 2026 dapat menjadi ruang bagi para atlet untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang munculnya talenta-talenta baru di cabang olahraga anggar.

Menurutnya, kompetisi seperti ini memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan atlet. Dengan kesempatan bertanding yang memadai dan pembinaan berkualitas, para atlet diharapkan mampu meningkatkan kemampuan serta meraih prestasi lebih tinggi.

Ia juga berharap potensi atlet yang berkembang melalui ajang tersebut dapat menjadi kebanggaan daerah. Prestasi yang diraih di masa mendatang diharapkan mampu membawa nama Kota Bandung dan Jawa Barat ke tingkat nasional hingga internasional.

West Java Challenge 2026 pun diharapkan tidak hanya menjadi arena persaingan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembinaan olahraga anggar dan melahirkan generasi atlet yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/rieke-suryaningsih-197b_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Usia Bukan Penghalang! Turnamen Gateball Bandung Ajak Lansia Tetap Bugar dan Berpikir Tajam</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/11/usia-bukan-penghalang-turnamen-gateball-bandung-ajak-lansia-tetap-bugar-dan-berpikir-tajam</link>
      <pubDate>Sun, 11 Oct 2026 16:30:32 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/11/usia-bukan-penghalang-turnamen-gateball-bandung-ajak-lansia-tetap-bugar-dan-berpikir-tajam</guid>
      <category>Turnamen Gateball Bandung</category>
      <category>Spirit ’70plus 2026</category>
      <description>Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membuka Turnamen Gateball Spirit ’70plus 2026 untuk mendorong lansia tetap aktif, bugar, dan melatih strategi berpikir.</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Menjaga kebugaran di usia lanjut dapat dilakukan melalui aktivitas olahraga yang melatih fisik sekaligus kemampuan berpikir. 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat membuka Turnamen Gateball Terbuka Spirit ’70plus 2026 di Lapang Bikasoga Gateball 5 Stadium, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Kompetisi yang memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Bandung ini menjadi wadah bagi para pemain senior untuk tetap aktif, bersosialisasi, dan mengasah kemampuan melalui pertandingan.

Farhan menekankan pentingnya menjaga aktivitas fisik seiring bertambahnya usia. Menurutnya, gerakan tubuh yang dilakukan secara rutin dapat membantu mempertahankan kekuatan otot dan fungsi persendian.

“Yang penting selalu bisa bergerak. Nah, pergerakan dari otot-otot inilah yang harus dilakukan oleh semuanya,” ujar Farhan.

Ia juga menilai warga lanjut usia perlu memiliki ruang kegiatan yang berkelanjutan agar tetap produktif dan dapat menjaga kualitas hidup. Turnamen olahraga seperti gateball dinilai menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kebutuhan tersebut.

Selain mengandalkan keterampilan fisik, gateball membutuhkan perencanaan dan strategi untuk menentukan langkah selama pertandingan. Unsur ini membuat olahraga tersebut turut melatih konsentrasi serta kemampuan mengambil keputusan.

“Sebab, kalau main gateball tanpa strategi, tentu saja tidak bisa berjalan,” tuturnya.

Dalam pembukaan turnamen, Farhan menyambut para kontingen yang berpartisipasi dan berharap seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas. Ia juga mengingatkan wasit dan ofisial agar menjalankan tugas secara adil.

Melalui Turnamen Gateball Spirit ’70plus, Pemkot Bandung berharap kegiatan olahraga semakin terbuka bagi warga senior. Selain menjaga kebugaran, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan dan mempertahankan semangat aktif di usia lanjut.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/lansia-9e4b_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
    <item>
      <title>Toni Wijaya dan Edwin Senjaya Dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Bandung</title>
      <link>https://terasbandung.com/2026/10/11/toni-wijaya-dan-edwin-senjaya-dikukuhkan-sebagai-wakil-ketua-dewan-pertimbangan-mui-kota-bandung</link>
      <pubDate>Sun, 11 Oct 2026 15:47:32 +0700</pubDate>
      <dc:creator><![CDATA[Dadi Mulyanto]]></dc:creator>
      <guid>https://terasbandung.com/2026/10/11/toni-wijaya-dan-edwin-senjaya-dikukuhkan-sebagai-wakil-ketua-dewan-pertimbangan-mui-kota-bandung</guid>
      <description>Toni Wijaya dan Edwin Senjaya dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Bandung 2026-2031. Edwin menyoroti pembangunan dan persoalan sosia</description>
      <content:encoded><![CDATA[<b>TERASBANDUNG.COM - </b>Dua pimpinan DPRD Kota Bandung, H. Toni Wijaya, S.E., S.H., dan Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., mendapat amanah baru dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung periode 2026–2031. 

Keduanya dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan dalam prosesi pelantikan pengurus MUI Kota Bandung di Pendopo Wali Kota Bandung, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari pelantikan Dewan Pertimbangan, Pengurus Harian, serta komisi dan lembaga MUI Kota Bandung. Penetapan kepengurusan ini mengacu pada Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Barat Nomor Kep-598/DP.P-XII/IX/2026.

Dalam kesempatan tersebut, Edwin Senjaya yang akrab disapa Kang Edwin menekankan pentingnya peran MUI dalam mendukung pembangunan daerah. 

Menurutnya, organisasi yang mewadahi para ulama dan tokoh masyarakat itu memiliki posisi strategis untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Bandung.

Ia menilai pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan menjawab kebutuhan warga.

"Keberhasilan dari proses pembangunan sebuah daerah tentunya dibutuhkan adanya sinergi dan kolaborasi dari lima unsur pemangku kepentingan atau Pentahelix, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, unsur masyarakat, dan peran media. Maka MUI merupakan bagian dari masyarakat bahkan di dalam kepengurusannya terdiri dari dari berbagai latar belakang tadi, yang tentunya bisa turut berkontribusi dan mengawal sekaligus berperan di dalam pembangunan Kota Bandung," ujarnya.

Edwin juga menyoroti tantangan pembangunan di luar aspek infrastruktur. Menurutnya, persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat perlu mendapat perhatian bersama melalui peran aktif berbagai pihak, termasuk MUI.

Ia menyebut sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari perjudian daring, pinjaman online ilegal, penyalahgunaan narkoba, hingga isu perilaku seksual yang disebutkannya dalam sambutan.

"Saya kira sudah saatnya MUI turut berperan serta di dalam mengatasi persoalan-persoalan tadi, karena pembangunan Kota Bandung tidak hanya berupa fisik, namun juga nonfisik yang masih menjadi pekerjaan rumah dan harus segera kita benahi," ucapnya.

Bagi Edwin, keterlibatan MUI diharapkan tidak terbatas pada pemberian pandangan keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi dalam mengawal program pembangunan serta membantu menangani persoalan kemasyarakatan.

Ia optimistis kepengurusan MUI Kota Bandung periode 2026–2031 dapat menjalankan peran tersebut dengan dukungan para tokoh yang memiliki kapasitas dan komitmen dalam menjalankan amanah organisasi.

Kang Edwin berharap para pengurus mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan unsur masyarakat lainnya sehingga pembangunan Kota Bandung dapat berlangsung secara berkelanjutan, mencakup aspek fisik maupun sosial.

Dengan kepengurusan baru ini, MUI Kota Bandung diharapkan semakin aktif menjadi mitra strategis dalam menjaga kehidupan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan kota selama lima tahun mendatang.***

]]></content:encoded>
      <enclosure url="https://terasbandung.com/assets/uploads/2026/10/mui-kota-bandung-8261_mid.jpg" type="image/jpeg" length="25000"/>
    </item>
  </channel>
</rss>
