Fasilitas Taman Kota Bandung Hilang Dicuri, Pemkot Serukan Kepedulian Warga

Fasilitas Taman Kota Bandung Hilang Dicuri, Pemkot Serukan Kepedulian Warga Taman Lansia Kota Bandung. (Bandung.go.id)

TERASBANDUNG.COM - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam merawat taman dan ruang terbuka hijau (RTH) kembali mendapat ujian.

Pada 2025, berbagai taman, mulai dari kawasan besar seperti Taman Lansia, Alun-alun Bandung, Babakan Siliwangi, hingga area olahraga di bawah Flyover Pasupati, tengah menjalani revitalisasi.

Selain proyek besar itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) juga tetap melakukan perawatan harian di sejumlah taman tematik.

Plt. Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi DPKP Kota Bandung, Yuli Ekadianty, menuturkan bahwa perhatian dinas tidak hanya terpusat pada empat lokasi utama.

Baca Juga : Update Pembangunan Flyover Nurtanio Bandung: Hampir 70 Persen Menuju Rampung

Sejumlah taman yang sebelumnya kurang terurus perlahan dikembalikan fungsinya melalui perbaikan kecil yang dilakukan bertahap.

Ia mencontohkan Taman Panda, yang kini kembali menampilkan air mancurnya setelah lama tidak beroperasi.

“Banyak taman tematik yang kami pelihara kembali, meskipun anggarannya tidak besar. Contohnya di Taman Panda, air mancurnya sudah berfungsi lagi. Kami juga memelihara taman-taman lainnya," kata Yuli, Kamis 27 November 2025 lalu.

Namun, proses perbaikan itu kerap terganggu oleh tindakan merusak fasilitas publik. Belum lama setelah sejumlah titik dirapikan, DPKP menemukan kembali aksi vandalisme dan pencurian. Kejadian-kejadian tersebut langsung berdampak pada fungsi fasilitas yang baru saja dibenahi.

Di Taman Lansia misalnya, jalur kabel lampu sepanjang 200 meter hilang hanya berselang beberapa waktu setelah kawasan itu dibuka kembali untuk umum.

Insiden lain menimpa Taman Panda, tempat dua pompa air mancur raib sehingga kolam yang baru diaktifkan kembali harus dimatikan.

Baca Juga : Kisah di Balik Sasihung Fest 4, Dari Swadaya Seniman hingga Didukung Pemkot

“Teman-teman sudah memperbaiki dan menyalakan lampu, tapi kabelnya dicuri. Di taman lain, pompa air hilang padahal baru kami aktifkan,” ungkapnya.

Yuli menjelaskan bahwa pengawasan berbasis kamera pengintai memang sudah diterapkan, tetapi keberadaan CCTV saja tidak bisa menjamin fasilitas publik aman bila masyarakat tidak turut menjaga.

“CCTV itu ada, tapi penjagaan tidak bisa hanya mengandalkan kamera. Masyarakat juga harus merasa memiliki taman-taman ini,” ujarnya.

Karena itu, ia menyerukan agar warga Bandung, serta pengunjung dari luar kota, ikut ambil bagian menjaga kebersihan, keamanan, dan kelestarian taman. Menurutnya, ruang publik hanya dapat bertahan nyaman jika semua pihak berkontribusi.

“Kalau taman kita bagus, bersih, tertib, yang menikmati juga masyarakat sendiri. Jadi kami menghimbau untuk bersama-sama menjaga, tidak merusak, tidak melakukan vandalisme, dan tidak mengambil fasilitas taman,” ungkapnya.***

Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto

Berita Terkini