Ilustrasi. Pocari Sweat Run 2024 digelar selama 2 hari, yaitu 20 - 21 Juli 2024. (Bandung.go.id)
TERASBANDUNG.COM - Ajang lari berskala nasional Pocari Sweat Run kembali hadir pada 2026 dengan cakupan yang semakin luas.
Tidak hanya mengampanyekan gaya hidup aktif, event ini juga diarahkan sebagai penggerak sport tourism sekaligus penguatan citra Indonesia di mata dunia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Pocari Sweat Run akan berlangsung di dua kota destinasi utama. Lombok dipilih sebagai lokasi pertama pada 11–12 Juli 2026, disusul Bandung yang akan menjadi tuan rumah pada 19–20 September 2026.
Selain kategori luring, panitia juga kembali membuka partisipasi secara virtual untuk menjangkau pelari dari berbagai daerah di Indonesia.
Target Peserta dan Dampak Pariwisata Lokal
Direktur Pemasaran PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, menyampaikan bahwa gelaran tahun ke-13 ini menargetkan total 60.000 peserta dari berbagai kategori.
Target tersebut mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap ajang lari yang telah menjadi agenda rutin nasional.
“Target peserta di Lombok kita akan ada 10.000, di Bandung ada 15.000, dan secara virtual kita akan buka 35.000, sehingga target tahun ini adalah 60.000 untuk seluruh kota di Indonesia,” ujar Puspita, dikutip dari Inilah.
Ia menjelaskan, kehadiran ribuan pelari terbukti memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata daerah.
Baca Juga : Ustaz Abdul Somad Soroti Masjid Raya Bandung, Ini Pesan Pentingnya
Peserta kerap memperpanjang masa tinggal mereka dengan menjelajahi destinasi unggulan, mulai dari wisata alam hingga kuliner lokal, sehingga perputaran ekonomi daerah ikut terdongkrak.
Sport Tourism dan Branding Indonesia
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menilai keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan olahraga berbasis event seperti Pocari Sweat Run patut diapresiasi.
Menurutnya, ajang tersebut memiliki potensi yang sebanding dengan maraton dunia yang telah menjadi ikon pariwisata olahraga global.
“Saya apresiasi ketika ada private sector seperti Pocari yang bisa mengintervensi ini... tidak hanya menyehatkan masyarakat, juga bagaimana ekonominya juga naik, tetapi juga impact branding kita sebagai nation wide bagi Indonesia juga bisa terlihat di dunia,” tutur Erick.
Baca Juga : KAI Bersiap Hadapi Angkutan Lebaran 2026, Warga Bisa Pesan Tiket Mudik Mulai 25 Januari
Pandangan serupa disampaikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. Ia menekankan bahwa event olahraga berskala besar mampu menciptakan efek berganda bagi ekosistem pariwisata, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga pelaku UMKM.
“Kalau terjadi orang akan berlomba-lomba datang ke Indonesia untuk collect medalinya, terus kemudian lari dari one cities to another, saya enggak kebayang bagaimana growth tourism kita,” kata Ni Luh.
Dengan konsep tersebut, Pocari Sweat Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda olahraga tahunan, tetapi juga pemicu pertumbuhan pariwisata dan penguatan posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism di kawasan Asia.***
Penulis: Ely Kurniawati | Editor: Dadi Mulyanto